Anak Tak Diakui.

Anak Tak Diakui.
MACAN BETINA


__ADS_3

David dan Dani sudah kembali ke perusahaan nya.


Ruang kerja David.


"Menurut mu bagaimana dengan permintaan tadi? tanya David kepada Dani.


"Kalau menurut saya tidak ada masalah jika memberikan saham kepada perusahaan TYREND Cor'p, itukan hanya beberapa persen, tidak semua nya Tuan. Lagian jika kita dapat bekerja sama dengan nya keuntungan yang kita dapat akan berkali lipat." ucap Dani.


"........" David berfikir sambil mengangguk anggukkan kepala.


"Baiklah. Setelah pulang aku akan membicarakan ini kepada Papa." ucap David "lanjutkan pekerjaan mu." perintahnya.


"Baik tuan, saya permisi." pamit Dani


Malam hari, pukul 8 Malam.


Dani mengendarai mobil untuk mengantar kan David pulang ke kediaman nya.


Sesampai nya.


"Pulang lah." perintah David.


"Baik tuan." jawab Dani.


Dani melajukan mobil nya ke Apartement. Sedangkan David masuk ke dalam rumah.


"Baru pulang sayang?" tanya Navita.


"Ya Ma." ucap David menghampiri dan mencium pipi Navita. "David keatas dulu." imbuh nya dan di angguki oleh Navita.


David pergi ke kamar untuk membersihkan tubuh ya yang lelah karena bekerja seharian.


.


.


Di sebuah Club malam.


Gadis manis sedang berjoget bersama dengan teman teman nya sambil mabuk, ya, dia adalah Amira putri Navita dan Haris.


"Mir coba lihat itu." tunjuk teman nya pada pemuda tampan duduk di kursi bersama seseorang.

__ADS_1


"Apa?" tanya Amira sedikit mabuk.


"Itu, pemuda tampan yang duduk di kursi. Wah....dia tampan sekali mir." ucap Teman nya.


"Mana?" ucap Amira mencari pemuda yang di maksudkan teman nya.


"Itu Lo." tunjuk teman nya lagi.


Amira menyipitkan mata nya melihat ke arah yang di tunjuk. Ia mengucek mata nya agar menglihatannya sedikit jelas.


"Bukan kah itu pemuda yang menolong ku waktu itu?" gumam Amira sambil sedikit pusing dan sempoyongan.


"Mir ..." panggil teman nya dengan keras dan memukul bahu dengan pelan.


Suara dentuman musik membuat sedikit pendengaran Amira terganggu.


"Apa?" tanya Amira.


"Kau mendengar ku tidak?" tanya teman nya.


"Ya, aku mendengar." ucap Amira


"Samperin yuk. Aku ingin deketin cowok tampan itu." ucap teman nya.


"Loh... Kenapa aku yang sebelah nya dan gak kau saja?" ucap teman nya.


"Karena dia adalah milik ku." ucap Amira, dan itu membuat teman nya memutar bola mata nya malas mendengar Amira mengklaim pemuda itu milik nya.


"Baiklah baiklah." ucap Teman nya.


"Ayo kita samperin." ucap Amira.


Amira dan teman nya berjalan sedikit mabuk menghampiri Tian dan Samuel.


"Hai Tian." sapa Amira sudah berada di dekat Tian


Mendengar nama nya di sebut, Tian mendongak. Dilihat ya wanita cantik dengan baju sexy berdiri di samping nya.


"Siapa ya?" tanya Tian.


"Bolehkah aku duduk." pinta Amira.

__ADS_1


"Em.... silahkan." ucap Tian menggeser tubuh nya.


Amira duduk di samping Tian sedangkan temannya duduk di samping Samuel.


"Akhirnya aku bisa bertemu kembali dengan mu." ucap Amira senang sambil menunjukkan senyum manisnya.


"Maaf, apakah kita pernah bertemu?" lupa Tian.


"Kau tidak ingat dengan ku? Aku Amira gadis yang pernah kau tolong di jalan." ucap Amira.


"Amira." fikir Tian keras. "Oh ya aku ingat, maaf aku melupakan mu." ucap Tian.


"Tidak apa apa." ucap Amira tersenyum.


Mereka berdua mengobrol sesekali Amira menggoda Tian. Sedangkan sepasang mata yang mengikutinya meremas gelas minuman yang ada di tangan nya.


Ya, dia adalah Ceril yang mengikuti Tian secara diam diam.


"Kurang ajar, dasar gadis ganjen. Awas kau." ucap Ceril meneguk habis minuman dalam sekali tegukan dan menghampiri mereka.


Amira terus menggoda Tian dengan tubuh nya yang sexy, berharap Tian tergoda. Memeluk lengan dan menempelkan dada nya di lengan Tian. Amira yang memang sedikit mabuk malah di kasih minuman lagi oleh Tian bertambah mabuk dan sedikit tidak sadar dengan apa yang di lakukan.


Memang itulah yang di inginkan Tian. Tapi Tian tidak tahu bahwa ada macam betina yang sedang marah menghampiri nya.


"Hei kau." Ceril menarik lengan Amira dengan kasar. "Dasar wanita ganjen, berani nya merayu milik ku." kesal Ceril yang mabuk karena banyak nya minum saat mengawasi Tian.


"Siapa kau?" tanya Amira mabuk dan menggeleng gelengkan kepala untuk mengusir pusing.


"Aku pacar nya dia." tunjuk Ceril sedikit sempoyongan.


Tian yang melihat Ceril ada di di depan nya menghela nafas dengan kasar. Apalagi saat ini melihat Ceril yang sedang mabuk.


"Kenapa gadis nakal ini ada di sini? Sial, aku kecolongan." batin Tian


.


.


.


Selamat membaca

__ADS_1


Jangan lupa like and komen serta vote


__ADS_2