Arakata

Arakata
Ungkapan


__ADS_3

Aku tahu kamu pasti akan menjaga hatiku sepenuh hatimu. Tapi maaf, bukan kamu yang aku inginkan untuk singgah di hatiku.


***


"Kamu pakai baju ini ya." Gaung meletakkan baju miliknya yang agak kecil, untuk dipakai Valerie.


Setelah berbelanja di swalayan. Gaung mengajak Valerie mampir ke rumahnya, katanya ada yang ingin dia bicarakan.


"Iya, Ga. Makasih," ujar Valerie sambil tersenyum tulus, membuat Gaung juga ikut tersenyum.


"Selesai mandi, langsung ke mushola bawah aja. Shalat maghrib bareng Bik Siti, Mas Slamet sama yang lainnya."


Gaung memang bukan seorang muslim, tapi di rumahnya memang sengaja dibangun mushola kecil untuk beribadah para pekerjanya yang beragama Islam.


Setelah selesai mandi dan shalat maghrib, Valerie menyusul Gaung yang sudah berada di gazebo belakang rumahnya.


"Papi mami lo masih di Singapore, Ga?" tanya Valerie begitu dia sudah duduk di sebelah Gaung.


Gaung menengadahkan wajahnya, menatap langit yang terlihat sedikit mendung. "He'em, keadaan


Gema masih belum stabil. Jadi mami papi stay di sana buat jaga Gema."


Gema adalah adik laki-laki Gaung, usianya masih enam tahun. Gema mengidap penyakit jantung semenjak usianya masih satu tahun. Katup jantungnya bocor. Jadi, bocah kecil itu harus mendapatkan perawatan intensive di luar Negeri.


Gaung sendiri bercita-cita menjadi seorang dokter, agar dia bisa merawat dan menyembuhkan adiknya.


Valerie mengusap pundak sahabatnya itu. "Elo yang sabar ya Ga. Gue yakin Tuhan pasti akan memberikan yang terbaik buat Gema. Kalau elo ngerasa kesepian di sini, elo bisa nginep di rumah gue. Kan rame tuh rumah gue, isi nya abang-abang rese gak jelas." Valerie terkikik mengingat tingkah konyol abang-abangnya itu.


"Iya, gue percaya." Gaung menganggukkan kepalanya. "Ada satu anak Om Laks kayak elo aja berisiknya setengah mati. Apalagi di rumah lo, Om Laks punya empat lagi yang kelakuannya gak jauh beda sama elo." Gaung mengacak rambut Valerie,membuat gadis itu mencebik sebal.


"Jangan samain gue sama abang-abang gesrek gue. Udahlah, elo mau ngomong apa sama gue?"


"Janji dulu, kalau elo gak bakal marah setelah gue ngomong sesuatu ke elo?" Gaung menyodorkan jari kelingkingnya.


"Iya," jawab Valerie sambil menautkan jari kelingkingnya pada jari kelingking Gaung.


Gaung lebih mendekatkan duduknya ke arah Valerie, mengikis jarak di antara mereka. Digenggamnya sebelah tangan gadis itu, dan diletakkan tepat pada dada bidangnya.

__ADS_1


Hal itu membuat Valerie membeku di tempat, tidak mengerti dengan apa yang sedang dilakukan sahabatnya itu.


"Elo ngerasain kan? Apa yang elo rasakan di telapak tangan lo, Er?"


"Jantung lo ...," Valerie membulatkan matanya. "Debaran jantung lo kencang banget, elo punya penyakit jantung, Ga?" Terlihat jelas rasa khawatir di raut wajahnya.


Gaung tersenyum melihat reaksi Valerie yang polos. "Jantung gue normal kok, Er. Lo tenang aja." Valerie menghembuskan nafas lega. "Terus kenapa debaran jantung lo kencang banget."


Gaung menatap Valerie intens. "Debaran jantung gue memang selalu begini setiap kali berada di dekat elo Er."


"Maksutnya?"


"Gue suka sama elo, Er. Lebih tepatnya gue cinta sama elo ... Valerie Livia Laksmono."


Seketika jantung Valerie seakan berhenti betdetak. Bagaimana mungkin sahabat yang selama ini ia sayangi seperti saudara sendiri, menyimpan rasa yang lebih terhadapnya.


"Tapi Ga, gue, gue ..." Valerie menundukkan kepalanya, takut memandang wajah sahabatnya itu. Takut membuat cowok di hadapannya itu kecewa.


"Gak usah gugup gitu, Er." Gaung menengadahkan wajah Valerie agar memandangnya. "Gue gak maksa elo, gue cuma ngungkapin isi hati gue, biar gue lega. Gue juga tahu kok siapa yang ada di hati elo. Gue cuma berharap ada keajaiban supaya gue yang jadi penjaga hati lo, Er."


"Ga, gue percaya orang sebaik elo pasti bisa menjaga hati gue. Tapi maaf bukan elo yang ada di hati gue." Valerie berusaha jujur mengungkapkan perasaannya. Dari pada dia harus berbohong memaksakan perasaannya pada Gaung dan akan berakhir lebih menyakiti lelaki itu.


"Gue boleh peluk elo, Er?" pinta Gaung, senyuman tulus masih setia menghiasi wajah tampannya.


Tanpa menunggu lama, Valerie langsung menerjang tubuh Gaung. Memeluk lelaki yang selalu ada untuknya, dan sekarang malah ia patahkan hatinya.


"Maaf Ga, maaf ...." Valerie menangis sesenggukkan di dada bidang Gaung.


"Gak apa-apa Er, elo gak salah. Bukan salah gue menaruh hati ke elo, dan bukan salah elo kalau menaruh hati pada orang lain." Gaung mengusap rambut Valerie yang terasa sangat lembut di telapak tangannya.


"Elo tau gue suka sama siapa, Ga?" kaget Valerie sambil menengadahkan wajahnya menatap mata tajam namun lembut milik Gaung.


Gaung menganggukkan kepalanya. "Gue gak sebuta itu, buat gak tahu siapa yang elo cinta, Er. Lagian cita-cita gue kan jadi dokter. Elo pernah bilang kan kalau elo pengen punya pasangan hidup seorang polisi. Jadi, jelas gue


udah gak masuk kriteria lo." Cowok itu tersenyum geli mengingat perkataan gadis itu dulu.


"Ishh, elo masih inget aja omongan ngawur gue waktu itu." Valerie memukul-mukul pelan dada Gaung.

__ADS_1


Gaung menangkap tangan Valerie dan menggenggamnya. "Selfie yuk, gue mau foto bareng cewek bego yang nolak cowok seganteng gue."


"Ishh, pede gila .... " Valerie mencebikkan bibirnya. Setelah itu ia menyandarkan kepalanya pada dada bidang Gaung dan berfoto bersama.


"Gue upload ke-IG, ah. Entar elo gue tag, Er, Biar pada heboh tuh curut tiga."


GaungbukanGema_With my princess♥ @Valerie_Livia


Liked by Andien.Wibowo and 12.345 others


Andien.Wibowo Ehm\, udah nempel aja nih berdua. Kapan giliran kalian wahai jejaka ngenes @Gandi.seterong @Bagus_imoet @Elang_Garindra


Bagus_imoet Apaan nih???? Napa gue gak diajak, kampret lo berdua!


Gandi.seterong pantes elo gue chat gak bales Ga. Skandal wakil ketua sama panglima perang ini namanya.


Andien.Wibowo eh terong!!!! Brisik ae lo. Ngiri bilang. Makannya cari cewek, jangan cari curut terus di got.


Gandi.seterong aelah kak, seterong bukan terong. Untung kakak gue lo,


Amelia.Queen cocok, jadian aja.


Gerry_Laksmono wah, ngelangkahin gue lo dek. @Andien.Wibowo eh ada babe. Kalau bebeb mau nempel juga, abang Gerry siap kok.


Bagus_imoet gasss polllll bang @Gerry_Laksmono


Gandi.seterong jinakkan kakak gue bang @Gerry_Laksmono gue dukung


GaungbukanGema gue bosen sama elo berdua. Berasa maho ngenez gue @Gandi.seterong @Bagus.imoet


Andien.Wibowo @Gerry_Laksmono gue bakar ANU lo!


Valerie_Laksmono mamposss lo bang @Gerry_Laksmono gagal punya kesebelasan Gerry junior kalau anu lo aja bakalan angus kebakar. Hahahahaha.


Elang_Garindra @Valerie_Laksmono buruan pulang kutil\, emak gue nunggu belanjaannya!


Komentar dari Elang membuat Valerie menegang seketika, "Astagfirullah, gue lupa!" Valerie menepuk dahinya. "Gue balik dulu, Ga." Valerie mengambil ransel dan tas belanjaannya.

__ADS_1


"Gue antar, naik mobil aja. Udah malam, lagian belanjaan lo banyak banget, susah kalau pake motor."


Gaung menyambar jaket dan kunci mobilnya. Ia menggandeng tangan Valerie, sudah saatnya ia belajar ikhlas untuk merelakan cinta pertamanya pergi. Pergi bersama orang yang menjadi pilihan pujaan hatinya itu. Sakit? Pasti, tapi sakit iru akan terobati jika gadis kesayangannya itu bahagia, meski tanpanya.


__ADS_2