Arakata

Arakata
Elang Bermain Api


__ADS_3

"Sayank, maaf nanti kita gak jadi pergi bareng. Aku ada acara sama temen-temen kerja," ucap Elang penuh sesal di sambungan teleponnya.


"He'em, gak apa-apa, Lang, entar aku pergi sama anak-anak aja," jawab Valerie yang tidak mau egois memaksakan keinginannya.


"Aku bener-bener minta maaf ya, Sayang. Aku pasti menebusnya lain waktu, kita jalan-jalan waktu aku libur."


"Iya, gak apa-apa, Lang. Kamu hati-hati di jalan. Aku telepon Robert dulu biar jemput aku, lagi males bawa motor sendiri."


"Ehmmm, sebenarnya aku gak rela kalau kamu perginya bareng Robert, dia kan suka kamu. Entar cari kesempatan lagi." Suara Elang terdengar seperti merajuk.


"Ngomong apaan sih kamu, Lang. Gak boleh gitu, Robert itu orangnya baik banget."


"Dia baik karena dia suka sama kamu, sayang. Masa gak peka sih?"


"Lha kamu maunya gimana? Aku lagi gak mood ngendarain motor sendiri. Aku takut kalau malah ada apa-apa di jalan. Kamu mau?"


"Enggak lah, sayang," jawab Elang secepat kilat. "Ya udah, kamu perginya bareng Robert aja. Hati-hati di jalan ya,Ssayang."


"Iya Lang, Assalamu'alaikum."


"Wa'alaikumsalam."


Setelah menutup sambungan telepon dari Elang, Valerie langsung menghubungi Robert. Tentu saja pria itu bersedia menjemput Valerie, wanita yang disayangi sekaligus dikaguminya.


***


"Cewek lo gak cemburu elo pergi sendiri begini?" tanya Sandra, temannya yang berprofesi sebagai pramugari.


"Enggak lah, cewek gue gak bakal cemburu atau ngambek hanya karena gue pergi sendiri tanpa dia. Dia itu beda," jawab Elang sambil tersenyum, mengingat gadis yang telah membuatnya tergila-gila sampai segila-gilanya itu.


"Emang elo gak curiga?" tanya rekannya yang lain.


Elang dan rekan-rekan kerjanya sedang mengadakan acara di sebuah restoran. Ia ingin mengajak Valerie, tapi gadis itu sedang menghadiri acara yang diadakan Arakata dan geng lainnya.


"Kenapa gue harus curiga?" jawab Elang sambil mengerutkan keningnya.


"Cewek itu makhluk yang cemburuan sama pasangannya. Jadi, kalau cewek lo gak cemburu, elo harus curiga dia beneran cinta sama elo apa gak?"


"Jangan samain cewek gue sama cewek lainnya," bela Elang, "dia itu naruh kepercayaan ke gue."


"percaya atau gak peduli?"


"Maksut kalian?" tanya Elang, termakan omongan teman-temannya.


"Kalau gitu kita uji cewek lo. Elo foto berdua sama Sandra, terus elo posting ke IG. Kalau cewek lo cemburu berarti dia beneran cinta sama elo. Tapi, kalau dia biasa aja, berarti dia gak peduli sama elo."


Elang diam sejenak, dia berpikir apakah tidak apa-apa kalau ia menuruti perkataan teman-temannya. Apakah tidak berakibat buruk untuk hubungannya dengan Valerie.


"Ayolah," bujuk Sandra, "kita uji sebesar apa cinta cewek lo."


Elang akhirnya mengangguk, menyetujui usul teman-temannya.


***


"Elang mana, Er?" tanya Gandi penasaran yang melihat ketidak hadiran ketuanya. Biasanya pria itu selalu mengikuti kemanapun Valerie pergi.


"Lagi ada acara sama teman-teman kerjanya," jawab Valerie, sambil menggendong anak Bagus dan Yulia, istrinya.

__ADS_1


"Elo gak khawatir gitu, Er ... kalau si Elang sampai kecantol pramugari yang bahenol?" tanya Bagus yang sedang merangkul pinggang istrinya. Dasar,,, pengantin baru.


"Kalau Elang kecantol sama cewek lain berarti gue kurang bisa buat dia bahagia. Kalau dia bahagia dengan perempuan lain, kenapa gue harus khawatir?" jawab Valerie santai sambil menimang-nimang bocah berusia dua tahun yang terlihat menggemaskan itu.


"Anjir, gak ada usahanya banget lo buat mertahanin Elang," ujar Roxy, yang juga mewakili isi kepala semua orang yang ada di sana.


Valerie tersenyum mendengar penuturan Roxy. "Perasaan gue ke Elang itu cinta, bukan obsesi. Jadi, kalau dia bahagia sama yang lain, gue gak bisa memaksa Elang buat tetap bersama gue. Cinta itu ketika kita bahagia melihat dia bahagia, walau bukan bersama kita. Bukannya memaksa dia harus bersama kita, agar kita bahagia. Itu obsesi namanya. Lagian gue percaya sama Elang, gue percaya dia bisa jaga hati gue."


Penuturan Valerie itu membuat semua yang ada di sana melongo. Tidak habis pikir, terbuat dari apa hati gadis itu. Bisa sampai setulus itu dengan orang yang dicintainya.


"Gue jadi kepikiran buat nikung Elang, nih," ujar Choky yang membuat semua melihat ke arah cowok sangar itu. "Rumah tangga gue pasti adem ayem kalau punya istri kayak Eri."


"Kalau mau nikung antri bos, gue juga mau," ujar Roxy yang membuat keadaan semakin riuh.


"Poliandri di Indonesia bisa lho, Er. Gue siap jadi suami ke dua elo," ucap Gaung yang langsung mendapat sorakan dari temannya.


"Eh, cepat cek IG kalian masing-masing. Parah nih Elang!" teriak Andi yang langsung membuat Valerie dan yang lain melihat akun IG-nya masing-masing.


Dalam foto itu terlihat Elang sedang mengusap ujung bibir seorang wanita dengan tisu.


Elang_Garindra Kalau makan mesti belepotan @Sandra_Gunawan


Like by Sandra_Gunawan and 456 others.


Rumi.Mi Cie pak pilot sama bu pramugari.


GaungbukanGema Mulai main api elo, Lang. Jangan nyesel kalau sampai kebakar.


Bagus_Imoet Bukannya nemenin Eri, malah belajar jadi buaya elo, Lang.


Roxy_Boy Elo nyia-nyiain Eri, banyak yang bakal gantiin posisi elo di hati Eri. Termasuk gue!


"Gila, gitu doang tanggapan cewek elo, Lang?" tanya Rumi, yang juga seorang pramugari.


"Itu sih jelas gak peduli sama elo, Lang."


Elang termenung mendengar ucapan rekan-rekan kerjanya. Apa benar Valerie tidak peduli terhadapnya? Enggak, Elang tahu Valerie bukan gadis semacam itu. Tapi, kenapa Eri terlihat tidak cemburu, malah cenderung terlihat tidak peduli.


***


"Hati lo sebenarnya terbuat dari apa sih, Er? Bisa-bisanya elo masih sabar sama kelakuan Elang?" tanya Bagus dengan gemas, melihat Valerie yang masih anteng-anteng aja setelah apa yang dilakukan Elang.


Bagus pun tidak habis pikir apa yang ada di pikiran Elang. Ia tahu kalau sahabatnya itu sangat mencintai Valerie. Namuni, bagaimana bisa pria itu memposting foto yang pasti membuat hati Valerie terluka. Walau gadis itu berusaha sebaik mungkin menyembunyikan perasaan sedihnya.


"Emang kenapa, sih? Itu kan rekan kerja Elang, mereka memang sedang makan bersama. Jadi maklum lah kalau Elang bersihin mulut temannya yang makannya belepotan. Elo semua aja sering ngelakuin itu ke gue," jawab Valerie dengan nada santai, tanpa emosi sedikit pun.


"Itu beda, Eriii," jawab Gaung gemas, "kita kan udah kenal lama, dan status kita sa-ha-bat. Sedangkan mereka?"


Semua mengangguk, setuju dengan penuturan Gaung.


"Udahlah, kalian jangan gibah mulu. Kita ambil minum aja yuk Leo, tante Eri haus," ucap Eri sambil menggendong Leo, anaknya Bagus menuju tempat makan dan minum.


"Haus apa gerah gara-gara terbakar api cemburu, Er!" teriak Gandi yang langsung mendapat tatapan tajam dari para penggemar Valerie.


"Ngomong gak penting lagi gue kebiri lo, biar batal nikah sekalian!" ancam Choky yang membuat Gandi merinding seketika.


"Mau gue bedah jantung lo, terus gue donorin sama orang yang membutuhkan?" Wajah Gandi pucat seketika, mendengar ancaman Gaung.

__ADS_1


"Elang yang cari masalah, kenapa gue yang jadi pelampiasan elo pada!" teriak Gandi tidak terima. Virsa hanya menepuk-nepuk pundak kekasihnya itu sambil membisikkan kata sabar.


***


Valerie dan teman-temannya bergegas menuju rumah sakit, begitu mendengar kabar Elang mengalami kecelakaan. Setelah menanyakan ke tempat informasi, mereka bergegas menuju ruang rawat inap Elang. Begitu membuka pintu ruang rawat inap Elang, mereka disambut pemandangan yang mengagetkan. Elang sedang duduk di ranjang sambil dipeluk seorang perempuan. Di sana juga ada rekan kerja Elang yang lain.


Eri dengan santainya masuk ke ruangan itu dengan ekspresi yang biasa, tanpa amarah sama sekali. Berbeda dengan teman prianya yang lain. Mereka merasa iba dengan Valerie.


"Eri." Elang membulatkan matanya, takut jika Valerie salah paham dengan posisinya dan Sandra.


"Elang tadi kesusahan duduk, jadi saya membantunya," ujar Sandra.


"Iya, gak apa-apa, Mbak," jawab Valerie sambil tersenyum, tanpa beban sama sekali.


"Katanya pacar, tapi kok kelihatannya santai aja ngelihat cowoknya mesra sama cewek lain," celetuk salah satu rekan kerja Elang.


Membuat semua pria-pria yang datang bersama Valerie menjadi meradang. Bahkan, Choky sudah siap menerjang mulut pria yang seperti wanita itu. Namun, Valerie memegang tangan Choky, mencegah pria itu membuat keributan.


"Memang saya harus gimana, Mas?" tanya Valerie santai. "Kalau saya harus ngelabrak mbaknya, maaf itu bukan gaya saya. Saya gak peduli kalau ada banyak perempuan yang menyukai Elang."


"Kalau situ cinta sama Elang, situ gak bakal sesantai ini melihat Elang sama cewek lain!" seru teman Elang yang lain. "Bahkan sampai Elang nguji elo dengan foto sama Sandra. Tapi elonya masih anteng-anteng aja!"


"Kamu nguji aku, Lang?" tanya Valerie, tidak percaya dengan apa yang didengarnya.


"Mereka benar, Er," jawab Elang, "kalau kamu beneran cinta sama aku, kamu gak bakalan setidak peduli begini sama aku."


Jawaban Elang membuat Valerie menggelengkan kepala.


"Jadi kamu menganggap aku gak peduli sama kamu, Lang?"


"Kalau elo peduli, gak mungkin bersikap cuek begitu." Bukan Elang yang menjawab, tapi rekan kerjanya yang bermulut tajam tadi.


"Bisa anda jangan ikut campur? Sebelum saya buat mulut anda tidak berfungsi lagi!" Gertakan Valerie membuat pria itu langsung terdiam. Semua temannya tersenyum bangga, itulah panglima perang mereka.


"Aku menaruh kepercayaan ke kamu, Lang. Aku gak peduli ada berapa banyak perempuan yang suka sama kamu, karena aku percaya sama kamu. Aku percaya kalau di hati kamu cuma ada aku, aku percaya kalau kamu setia, aku percaya kalau kamu bisa jaga kepercayaanku. Aku menaruh semua kepercayaan ku ke kamu, dan kamu malah meragukanku?" Valerie terkekeh, terdengar memilukan. Elang bisa melihat ada luka di mata Valerie, dan itu karena kebodohannya.


"Ini cara ku mencintaimu, Lang, dengan mempercayaimu. Dan kamu malah mengujiku?"


Semua rekan kerja Elang terdiam, merasa bersalah. Bersalah karena telah ikut campur dengan hubungan Elang. Ternyata kekasih Elang memiliki cinta yang begitu besar.


"Apa yang kamu harapkan dari ini semua? Kamu berharap aku cemburu? Marah-marah gak jelas terus ngekang kamu? Itu yang kamu mau? Kamu tahu, itu bukan sifat aku, Lang. Ak-aku, aku gak habis pikir sama kamu, Lang." Badan Valerie bergetar, terlihat seperti akan menangis.


"Sayang." Elang berusaha meraih tangan Valerie. Namun, gadis itu menghindarinya.


"Aku pulang dulu, Lang. Kalau kamu mau tahu, hati ku sakit melihat kamu begitu dekat dengan dia." Valerie melirik tajam pada Sandra. "Tapi, aku berusaha percaya sama kamu. Nanti malam aku ke sini kalau wanita itu sudah pergi dari sini. Ayo ...," Valerie menarik tangan Robert untuk keluar dari sana.


"Er, hubungan kita masih tetap berlanjut, kan?" tanya Elang khawatir. Takut jika Valerie mengakhiri hubungan mereka.


"Gue bukan orang yang suka main-main jika menjalin hubungan. Yang seenaknya memutuskan hubungan, jika ada masalah." jawab Valerie, setelah itu ia berlalu ke luar ruangan di ikuti gerombolannya.


"Gue gak nyangka, elo berubah jadi bego gini!" ujar Bagus sebelum keluar dari ruangan Elang.


"Maafin kita, Lang," ucap Sandra mewakili rekan-rekannya yang lain.


"Gue mau sendiri dulu," jawab Elang yang diangguki rekan-rekannya.


Tanpa sadar air mata Elang mengalir setelah ia sendirian di ruang rawat inap itu. Ia menyesal dengan kebodohannya. Bagaimana bisa ia meragukan cinta Valerie yang begitu tulus terhadapnya.

__ADS_1


Semoga hal ini tidak mempengaruhi hubungannya dengan Valerie, semoga.


__ADS_2