
"Sia-sia elo ngelawan!" bisik orang itu di telinga Valerie.
Deg!
Valerie membeku seketika, ia hafal suara itu. Suara orang yang dulu pernah ia buat babak belur. Orang yang pernah ia maki-maki karena memalak sahabatnya. Orang yang dulu ia hukum untuk memelihara dua belas anak ayam semok, tidak boleh lebih tidak boleh kurang.
"Robek." Valerie berbalik badan dan menatap pria tampan yang sudah sepuluh tahun ini tidak ia temui.
"Selamat datang kembali Valerie Livia Laksmono." Robert merentangkan tangannya sambil tersenyum hangat. Tanpa basa-basi, Valerie langsung memeluknya.
"Menang banyak lo, Bert," celetuk Andi, "gue yang kena banting, eh malah elo yang dipeluk."
"Hahaha, nasib lo emang apes," ejek Bagus yang keluar dari dalam rumah di ikuti puluhan pemuda lainnya, termasuk Elang. Semua yang ada di sana terbahak melihat keapesan Andi.
"Udah gue bilang, ini tuh misi berbahaya yang mempertaruhkan nyawa. Masih aja elo semua numbalin gue. Jadi kena banting kan tubuh gue yang seksi," rengek Andi sambil memanyun-manyunkan bibirnya.
"Elo yang lemah," ejek Tyan, "Robert aja kuat nahan serangan Eri."
"Badan gue elo bandingin sama atlet boxing," gerutu Andi tidak terima.
"Ini ada acara apa sebenarnya?" tanya Valerie dengan wajah bingungnya.
"Acara buat nyambut kembalinya panglima perang Arakata," jawab Robert, masih memeluk tubuh Valerie. Valerie bahagia, karena teman-temannya masih menyayanginya.
"Elo sekarang jadi atlet boxing? Hebat ...." Valerie menatap kagum Robert, membuat Elang mulai gerah.
"Gak usah lama-lama juga meluknya." Elang menarik tubuh Valerie dari pelukan Robert, dan menggandeng tangan gadis itu untuk berdiri di sampingnya.
"Posesive," cibir Robert, pria itu tersenyum miring. "Bukan pacar tapi cemburuan."
Elang menatap Robert tajam. Bukannya merasa takut, pria itu malah semakin terbahak. Elang kalau bucin memang menggelikan. Untung Gaung tidak hadir karena ada pasien yang harus dioperasi. Kalau tidak, bisa nambah satu lagi pria menggelikannya.
"Ngapain pakai acara bekap-bekap segala?" protes Valerie.
"Biar lebih dramatis, Er,. Udah lama juga kan elo gak main sama bahaya?" Choky menaik-turunkan alisnya.
"Ish, siapa bilang?" Valerie menngerucutkan bibirnya. "Gue wartawan berita kriminal. Bahaya udah jadi konsumsi gue tiap hari. Untung tadi Andi cuma gue banting, enggak gue dorr." Valerie melirik Andi yang wajahnya langsung terlihat pucat.
"Kan, kan, kan, kan gue udah bilang!" seru Andi panik, "kalau gue tadi ampe lewat di tangan Eri, gimana nasib calon bini gue yang sampai sekarang belum kelihatan ujung rimbanya?"
"Lagu lo, cewek aja belum punya, pakai nyatut kata calon bini!" Slamet memukul punggung Andi.
"Kan tadi gue bilang kalau belum ketemu rimbanya," gerutu Andi sambil masang wajah sok jengkel.
"Dari pada kita ngedengerin Andi yang lagi halu, mending kita makan dulu. Bini gue udah nyiapin banyak makanan," ujar Tyan sambil menggiring teman-temannya menuju ruang makan.
"Elo udah nikah?"
Tyan mengangguk sebagai jawaban atas pertanyaan Valerie.
"Sama Sinta, kan?"
"Iya, Er. Gak ada perempuan lain yang gue inginkan menjadi pendamping, selain Sinta, hanya Sinta."
__ADS_1
"Wahhh, gue jadi baper, Yan," ujar Valerie sambil memegang kedua pipinya.
"Gue juga gak mau perempuan lain, selain elo Er. Hanya Valerie Livia Laksmono." Ucapan Elang mendapat sorakan dari puluhan orang di sana. Dan yang pasti sukses membuat pipi Valerie tambah memerah.
"Udah tua, gak pantes malu-malu," ejek Bagus, "buruan makan, entar elo pingsan. Pingsan karena gak kuat ngedenger gombalan maut Elang. Huahahaha." Setelah mengatakan itu, Bagus melarikan diri, takut terkena bogeman maut dari gadis itu.
"Bagus!" Valerie berlari mengejar Bagus, takkan dibiarkannya lelaki lenjeh itu. Entah lagi apes atau apa, kaki Valerie tersandung kursi yang mengakibatkan gadis itu akan terjatuh, jika tidak ada tangan yang menarik gadis itu ke dalam dekapan tubuh kekarnya.
Valerie masih diam mematung, tanpa melihat wajah sang penolongnya. Begitu dia mendongak, tubuhnya tambah membeku. Dilihatnya wajah tampan Elang yang sedang tersenyum. Dan pria itu terlihat tidak berniat melepaskan dekapannya.
"Pelukan aja lo berdua, gue aduin pak polisi Korea lho ini!" ancam Bagus.
"Aduin aja," jawab Elang, "entar gue ajak balap pesawat dia."
"Gila elo berdua," omel Valerie, "mending kita makan yuk, Bek." Valerie menarik tangan Robert dan menariknya untuk mengambil makanan.
"Wah, tiba-tiba udara jadi panas," ucap Bagus sambil mengipas-ngipaskan tangan di depan wajahnya. Dan tentu saja langsung mendapatkan tatapan maut dari Elang.
***
"Eri," panggil Gandi, "barusan gue follow IG lo yang baru. Pak polisi nge tag foto." Gandi memperlihatkan layar ponselnya, teman-temannya pun melakukan hal yang sama. Ikut memfollow IG baru Valerie dan ikut berkomentar. Benar-benar spesies pria-pria kepo mereka.
Dalam foto tersebut Valerie dan Rajawali sedang duduk di bahah sebuah pohon besar. Rajawali memegang pistol dengan wajah yang terluka. Begitupun Valerie, gadis itu terluka di pelipisnya, ujung lengan jaketnya ada noda darah. Valerie terlihat sedang tertawa bersama Rajawali, dengan Valerie mendekap lengan kekasihnya itu.
Foto itu diambil oleh rekan kerja Valerie, saat itu mereka baru saja menyelesaikan tugas, yaitu menyerbu sekelompok geng yang meresahkan.
Valerie tersenyum melihat caption unggahan kekasihnya itu.
Like by Hans_Chan and 567 other.
Hans_Chan komandan gak ada kamu, uring-uringan terus, Vi. Kayak perempuan lagi datang bulan.
Andi_Law pasangan angker, mainnya sama maut, ampe berdarah-darah gitu. Ngeri gue.
Bagus_Imoet @Andi_Law di dorr @Livia_Laks mampos, Lo.
Andi_Law kalau di dorr pakai cintanya @Livia_Laks gue terima dengan ikhlas dunia akhirat.
Gandi.Seterong cari mampus ini anak @Andi_Law.
Elang_Garindra @Andi_Law Lo serius??
Robert_Andrew 2
GaungBukanGema 3
Rajawali_Raja 4
Lukman_Wijaya 5
Roxy_Boy 6
Braga_Raga yang pada belajar ngitung udahan ya. Andi udah pucat, kalau dia sampai lewat kasihan. Ngerasain pacaran aja belum pernah, nanti tambah tragis kisah hidupnya.
__ADS_1
Choky_BukanChokychoky Kalau kisah hidup Andi dibuat novel. Baru baca bab pertama aja udah pada nangis jejeritan saking gak teganya.
Andi_Law Temen kampret lo semua. Gue keluar dari Gester tau rasa lo semua.
Tyan_Pramana @Andi_Law Alhamdulillah, sejujurnya gue mau depak elo dari dulu. Tapi takut kalau elo jadi nangis sambil guling-guling.
"Kampret maksimal elo semua!" teriak Andi pada semua, yang malah asik terbahak melihat penderitaan Andi.
***
"Makasih, Lang. Elo udah ngajak gue kumpul sama anak-anak," ujar Valerie begitu mereka sudah sampai di rumah. "Gue turun dulu, ya." Valerie hendak membuka pintu mobil, ketika tangan Elang mencegahnya.
"Sepuluh menit lagi, Er. Gue masih kangen elo." Elang menggenggam pergelangan tangan Valerie. "Besok gue udah mulai terbang. Waktu gue buat elo jadi sedikit."
Valerie hanya diam sambil memandang pergelangan tangannya yang digenggam Elang.
"Sebentar lagi elo akan jadi istri orang. Gue ingin ikhlas ngelepas elo sama Raja. Tapi jujur, hati gue gak setangguh itu untuk pura-pura bahagia melihat orang yang gue cintai hidup sama orang lain."
Valerie masih menunduk, tidak tahu harus bersikap seperti apa.
"Er, lihat gue." Elang menengadahkan wajah Valerie agar memandangnya. "Elo cinta sama Rajawali?"
"Gue sayang sama Raja, Lang,"
"Cinta?" tanya Elang dengan nada mendesak.
"Lang, gue ...."
"Elo masih cinta sama gue," potong Elang, "gue bisa lihat itu di mata elo, Er." Elang mengusap lembut pipi Valerie.
Valerie berusaha menarik tangannya dari genggaman Elang. Namun, Elang malah mempererat genggaman itu.
"Sekarang masih belum terlambat kalau elo mau berubah pikiran, Er. Batalin pernikahan lo sama Raja, nikah sama gue."
Valerie teresenyum miring. "Enteng banget omongan lo, Lang," jawab Valerie. "Raja itu pria yang baik. Gak mungkin gue tega matahin hatinya."
"Dan elo tega matahin hati gue?"
"Gue harap elo ngerti, Lang. Gak semuanya yang elo inginkan bisa dengan mudah elo dapatkan. Sepuluh tahun lalu, gue nawarin cinta gue ke elo, dan elo menolaknya. Sekarang, saat gue akan menikah sama orang lain, elo datang menawarkan cinta yang sudah lama berusaha gue kubur. Terlambat, Lang. Gue gak bisa tinggalin Raja."
"Cinta elo ke gue udah berhasil elo kubur?"
Valerie menghembuskan nafas lelah. "Jujur, sampai sekarang gue masih cinta sama elo. Raja juga tahu hal itu. Dengan sabarnya dia mau menunggu agar gue benar-benar bisa lupa sama elo. Bagaimana gue bisa ninggalin pria setulus itu, Lang?"
"Sikap dia ke elo baik, Er?"
"Baik Lang, sangat baik. Tidak pernah sekalipun Raja bersikap kasar sama gue. Dia selalu menjaga gue." Valerie tersenyum mengingat kebaikan-kebaikan Rajawali.
Elang ikut tersenyum melihat wajah bahagia Valerie. Mungkin sudah saatnya ia mengikhlaskan gadis itu. Ia sadar, sikap buruknya sepuluh tahun lalu sangat membekas di hati Valerie.
"Semoga elo selalu bahagia, Er," ucap Elang sambil mengusap puncak kepala Valerie.
"Gue juga berharap elo selalu bahagia, Lang."
__ADS_1