
"Ayah," panggil Valerie, ketika sang ayah menjaganya, setelah kepergian Elang.
"Iya, Sayang," jawab Laksmono mendekat ke ranjang sang putri.
"Ketika Eri gak sadar, Eri ketemu bunda." Perkataan Valerie membuat Laksmono menegang seketika.
Bukan karena sebab. Selama Valerie dalam keadaan kritis, Laksmono juga bermimpi bertemu almarhumah Sofie. Dalam mimpinya, almarhumah istrinya itu hendak mengajak Valerie bersamanya.
Pria itu memohon dengan sangat agar Valerie tetap tinggal bersamanya.
"Eri biar tinggal bersama ku, Mas. Aku tahu waktu itu kamu memarahinya hanya karena ia memilihkan calon untukmu. Aku tahu rasa sakit disetiap tangisnya, Mas."
"Jangan, sayang ...," tolak Laksmono, "maafin mas, mas janji akan lebih mengontrol emosi mas. Biarkan Eri tetap tinggal bersama kami. Kami sangat membutuhkannya."
Sofie tersenyum mendengar penuturan suaminya. Setelah itu kesadaran kembali memanggil Laksmono. Pria itu tidak ingin kehilangan putri kesayangannya.
"Bunda bilang apa, Sayang?" tanya Laksmono sambil mengusap lembut rambut putrinya itu.
"Ehm," deham Valerie, mencoba menirukan sama persis apa yang disampaikan sang bunda. "Mas, aku tahu cintamu padaku sangat besar, begitupun aku. Namun, kehidupanmu harus tetap berjalan. Demi anak-anak dan demi kebahagianmu. Bukankah kamu ingin aku bahagia? Bahagialah bersama anak-anak, maka aku pun akan
bahagia.
Jangan pernah berpikir untuk mencari pengganti ku, Mas. Karena tidak akan pernah ada orang yang sama persis di dunia ini. Kalau niat kamu mencari penggantiku, sampai kapanpun kamu akan menjadi duda lapuk.
Carilah wanita yang menyayangi kamu dan anak kita dengan tulus, Mas. Bahagialah bersama mereka, aku merestui."
Tanpa disadarinya air mata menetes dari netra indah pria itu. Valerie mengusap air mata sang ayah.
"Berbahagialah, Yah ... itu pesan bunda," lirih Valerie.
Laksmono meraih Valerie dalam pelukannya. Diciumnya puncak kepala gadis itu.
"Terimakasih telah kembali untuk ayah, Nak."
***
Sudah seminggu berlalu semenjak Valerie masuk Rumah Sakit. Selama itu pula Elang tidak terlihat batang hidungnya. Bahkan hari ini saat Valerie sudah kembali ke rumahnya, Elang tidak datang untuk sekedar menjenguk.
Padahal hari ini banyak yang menjenguk gadis itu di rumahnya. Bahkan, sekarang rumah Laksmono terlihat seperti mengadakan hajatan. Hanya Elang yang tidak kelihatan. Padahal sejak malam itu, Valerie menunggu untuk mendengarkan penjelasannya.
Namun, sampai sekarang pria itu belum menampakkan batang hidungnya. Apa mungkin pria itu mengingkari janji nya? Iya, pria itu telah ingkar janji.
"Elang kemana sih, beberapa hari ini gak kelihatan tuh bocah?" tanya Gandi yang mulai penasaran dengan keberadaan Elang.
"Lagi sibuk sama cewek barunya," jawab Bagus, "tadi ceweknya nge tag foto di IG Elang."
"Iya, gue juga sempet lihat tadi." Choky ikut menimpali. "Tuh cewek nempel ke Elang kayak cicak."
"Udah gak waras Elang, sahabatnya lagi butuh malah dia pacaran mulu," cibir Andi nyinyir.
"Udah," cegah Valeri, "gak usah gibah'in orang. Mending kita foto bareng, sini ...." Valerie melambaikan tangannya memanggil semua pria yang ada di sana.
Mereka semua berkumpul, ada yang duduk, ada yang berdiri. Bahkan ada yang pangku-pangkuan. Valerie berada di tengah, menyenderkan kepalanya di bahu Robert yang berada di sebelah kanannya dan menggandeng tangan Gaung yang berada di sebelah kirinya. Kaki valerie diselonjorkan, Gandi tiduran beralaskan paha kanan Valerie, Bagus tiduran beralaskan paha kiri Valerie. Lukman membungkuk di belakang Valerie sambil mengusap kepala gadis itu. Empat abang Valerie harus menerima, hanya berdiri di pojokan karena adiknya sudah dimonopoli teman-temannya.
Setelah selesai, Valerie memasukkan foto mereka di IG-nya. Baru satu menit Valerie upload fotonya, sudah banyak yang komen, termasuk tiga puluh pria yang berada di rumah Valerie itu.
Valerie_Lakmono with @Arakata @Blue_Eagle @Gester @Rajawali @street_five
__ADS_1
Liked by Choky_Bukanchokychoky and 245.5555 others
Andi_Law Napa muka gue kelihatan separo doang! @Slametmet eh kutil, kepala lo nutupin muka cakep gue.
Roxi_Boy hikzzz, gak ada muka gue di situ. Gue merasa tersakiti. @Valerie_Laksmono cepet sembuh beb, gue kangen tampolan lo.
Slametmet derita minion @Andi_Law
Bagus_Imoet siapa suruh pantat lo bisulan, gak diajak kan lo. Sini biar gue aja yang nampol elo, gantiin Eri @Roxi_Boy
Andi_Law @Slametmet elo sama gue tingginya sama ogeb.
Gandi.Seterong @Slametmet @Andi_Law sesama bogel jangan saling menghina.
Melodia Cepet sembuh ya Kak Eri, Melodia sayang kakak @Valerie Laksmono. Kak Elang kok gak ada di foto kak??
Roxi_Boy @Bagus_Imoet ogah, tampolan Eri bau wangi, tampolan elo bau sapiteng.
Braga.Raga Niat hati pengen pose meluk Valerie, apa daya malah meluk muka ngeri @Choky_Bukanchokychoky.
Valerie_Laksmono @Roxy_Boy Makasih, gue juga kangen pengen nampol muka playboy lo. @Melodia Amiin. Terimakasih, gue juga sayang kalian. Elang sedang ada urusan.
GaungbukanGema muka ngeri, hati hello kitty @Choky_Bukanchokychoky.
Choky_Bukanchokychoky untung elo berdua petinggi Arakata sama Blue Eagle. Kalau enggak, udah gue rebus di panci baksonya bang Paino.
Braga.Raga jadi, petinggi Rajawali takut sama gue?? @Choky_Bukanchokychoky
Roxy_Boy Hahahaha, bos gue dikeroyok. Yang sabar bos, ngelawan Arakata sama Blue Eagle gak mampu kita.
Rhania.Ashari Andai semua geng motor kelakuannya kayak mereka bakal aman sentosa negara kita.
Bagus_Imoet bener lo @Rhania.Ashari. Tapi entar RSJ penuh, kalau modelan anak geng macam kita semua. :)
GaungbukanGema Elo aja yang gila, gue enggak @Bagus_Imoet.
Roxy_Boy 2
Choky_Bukanchokychoky 3
Braga.Raga 4
Gandi.Seterong 5
Andi_Law 6
Slametmet 7
Valerie_Laksmono 8
Gerry_Laksmono 1784 (itu gue ngewakilin semua anggota yang belum sempat coment).
Bagus_Imoet Elo semua belajar ngitung?!!!!!!!!!!!!
Elang mengepalkan tangannya melihat postingan Valerie. Seharusnya pria itu yang berada di samping Valerie dan teman-temannya, bukannya Robert. Naas, sekarang Elang harus terjebak dengan Amelia yang manja dan banyak
maunya.
__ADS_1
***
Malam menjelang, semua teman Valerie sudah kembali ke alamnya masing-masing. Valerie berada di rumah Garindra, karena Laksmono yang menitipkannya.
Laksmono dan Bayu ada tugas ke luar kota. Pratama sedang sibuk dengan pembukaan cabang baru cafènya. Reyhan sedang ada pameran lukisan di luar kota, sedangkan Gerry sedang ada penelitian bersama teman-teman kampusnya di Bandung.
Jadi, Laksmono menitipkan Valerie pada Garindra yang tentu saja disambut baik oleh sahabatnya itu.
Valerie sedang bermain lego dengan Garindra, Jelita hanya melihat mereka sambil memakan keripik kentangnya. Karena Jelita tidak berniat memainkan benda kecil-kecil itu.
"Wah, kamu bisa buat yang model ini Er," ujar Garindra takjub melihat hasil karya Valerie yang terlihat rumit itu. "Papah aja nyoba udah hampir seminggu gak bisa-bisa."
"Assalamu'alaikum," salam Elang yang baru saja masuk rumah.
"Wa'alaikumsalam," jawab Garindra, Jelita, dan Valerie bersamaan. Elang terkejut melihat ada gadis yang beberapa hari ini berputar di otaknya.
"Eri bisa nyelesaiin legonya papah, Lang," pamer Garindra memperlihatkan hasil karya Valerie.
"Hemm ...," Elang mengangguk-anggukkan kepalanya. "Elang naik dulu, Pah, Mah." Elang langsung melangkahkahkan kakinya menaiki tangga menuju kamar. Pria itu tidak berani menatap wajah Valerie. Ia merasa bersalah, tapi ia juga bingung bagaimana harus menjelaskannya.
"Eri, gue kangen," gumam Elang begitu masuk ke kamarnya. "Andai gue gak terikat sama janji konyol itu." Elang mengacak rambutnya, frustasi. Pria itu membanting kasar tubuhnya di ranjang.
Diraihnya figura kecil yang berada di nakas, figura yang terdapat foto inti Arakata. Diusapnya wajah cantik nan manis yang berada di foto itu.
"Gue mohon elo bisa bersabar Er,"
Beberapa saat kemudian terdengar bunyi ketukan pintu. Elang berjalan dan membuka pintu kamarnya. Di hadapannya berdiri seorang gadis yang menjadi alasan kebahagiaannya.
"Lang, kita perlu bicara, boleh gue masuk?" tanya Valerie dengan senyumannya yang selalu menawan.
Elang mengangguk dan masuk ke kamarnya diikuti Valerie di belakangnya.
Valerie duduk di sofa kamar Elang, dan pria itu duduk di ujung ranjangnya seakan sengaja menciptakan jarak dengan Valerie.
"Waktu di rumah sakit elo mau jelasin sesuatu ke gue, apa itu Lang?" tanya Valerie, netra jernih gadis itu menatap dalam mata Elang. Membuat pandangan pemuda itu terpaku pada gadis di hadapannya.
Elang menggelengkan kepalanya. "Gak ada yang perlu gue jelasin, Er." Pria itu menunduk, takut jika gadis di hadapannya itu akan mengetahui jika ia menyembunyikan sesuatu hal.
Valerie mengangguk lemah. "Kalau begitu, lebih baik lo lupain tentang perasaan gue. Anggap aja elo gak tahu kalau gue suka sama lo. Anggap aja kalau gue gak cinta sama lo, gue juga akan berusaha mengubur perasaan gue buat lo."
Tubuh Elang langsung menegang, mendengar penuturan Valerie. Ada rasa tidak rela jika Valerie benar-benar mengubur perasaannya.
Valerie bangkit dari duduknya, gadis itu bersimpuh di hadapan Elang. Ditengadahkannya wajah Elang agar memandangnya. Digenggamnya kedua tangan sahabatnya itu.
"Elang, elo sahabat yang selalu ada buat gue, selalu ngelindungi gue. Gue gak mau kalau perasaan gue malah jadi ganggu elo." Valerie tersenyum tulus, membuat jantung Elang semakin tidak karuan. "Gue cinta sama elo tulus, Lang. Jadi, elo gak harus membalas perasaan gue. Cukup dengan melihat elo bahagia, gue pun bakal bahagia." Valerie tersenyum. Namun, air bening mengalir dari netra jernihnya. Diusapnya cepat air mata itu, agar tidak
membuat Elang merasa lebih bersalah.
"Gue balik ke kamar dulu, ya." Valerie berdiri hendak keluar dari kamar Elang. "Gue harap mulai besok elo udah kembali jadi Elang yang kayak biasanya. Jangan hindarin gue, selamat malam."
Setelah mengatakan itu, Valerie berlalu dari kamar Elang, menuju kamar tamu tempat ia menginap sementara.
Elang memperhatikan punggung Valerie, sampai gadis itu tidak terlihat lagi.
"Selamat malam Eri," lirih Elang, "arghh!" Elang menarik rambutnya lagi, merasa frustasi dengan keadaan yang sedang ia hadapi..
Seandainya ia tidak terjebak dalam situasi ini. Seandainya Amelia tidak menderita penyakit parah. Seandainya ibunya Amelia tidak meminta Elang untuk menjaga anaknya disaat-saat terakhirnya. Pasti ia sudah berbahagia bersama gadisyang dicintainya. Seandainya ....
__ADS_1