
Valerie kembali ke rumahnya dengan berbagai pikiran yang berkecamuk. Bagaimana bisa Elang menyatakan perasaannya dengan begitu santai, setelah pria itu tahu bahwa Valerie akan segera menikah.
Jika pria itu menyatakan perasaannya sepuluh tahun lalu, tanpa ragu Valerie pasti akan menerimanya. Namun, sekarang sudah ada sosok pria lain yang begitu baik padanya.
Rajawali adalah pria yang selalu ada dan melindunginya selama empat tahun ini. Pria itu selalu bersabar menghadapi Valerie. Bahkan, walau Raja tahu untuk siapa hati Valerie berlabuh. Dengan sabar ia menunggu Valerie untuk mencintainya, tanpa memaksa.
Tidak pernah sekalipun pria itu membentak atau berkata kasar pada Valerie. Padahal di luar sana, Rajawali terkenal sebagai polisi yang tegas dan kaku. Tapi jika dengan Valerie, Rajawali berubah menjadi sosok pria yang begitu lembut. Pria itu memperlakukan Valerie bak seorang ratu.
Jadi, bagamana bisa Valerie tega meninggalkan pria yang begitu tulus hanya untuk keegoisannya sendiri.
Valerie membuka pintu kamarnya. Tubuh gadis itu membeku seketika, matanya menangkap sosok yang baru saja dibicarakan oleh hatinya. Rajawali tertidur dengan posisi duduk bersandar pada kepala ranjang Valerie.
Valerie menghampirinya, gadis itu mengambil figura yang di dekap Rajawali. Figura itu terpajang foto Valerie dan inti Arakata di waktu mereka masih duduk di bangku SMA. Valerie meletakkan kembali figura itu di atas nakas.
"Raja," panggil Valerie sambil mengusap punggung tangan Rajawali.
"Enggh," erang Rajawali, pria itu mengusap matanya. "Livia ...," Pria itu menarik tangan Valerie dan membawanya dalam pelukan.
"Kenapa di sini?" tanya Valerie.
"Aku menunggumu." Rajawali mengurai pelukannya. Di tangkupkan kedua tangannya pada pipi Valerie. "Aku takut jika aku berada jauh darimu, kamu tidak akan kembali lagi padaku."
Valerie mengerjap-ngerjap kan matanya, membuat Rajawali menjadi gemas.
"Kamu tahu persis, aku lebih takut kehilangan mu dari pada kehilangan nyawaku sendiri." Rajawali mengecup dahi Valerie. "Jadi, jangan pergi tinggalkan aku, berpikir untuk pergi pun tidak boleh." Pria itu menatap sendu wajah kekasihnya, bena-benar takut kehilangan wanita pujaannya itu.
Valerie mengusap pipi Rajawali. "Aku tidak akan pergi kemana-mana, aku akan tetap tinggal bersama mu." Valerie tersenyum.
Senyum itu menular pada Rajawali. Pria itu merasa sedikit lega. Entah mengapa akhir-akhir ini pria itu menjadi gelisah. Pria itu seperti mendapat firasat, kalau dia akan berpisah dari wanita yang dicintainya itu. Berpisah untuk waktu yang sangat lama.
"Kamu kembali ke kamar kamu, ya," pinta Valerie, "sudah jam sebelas malam. Besok pagi, aku ajak kamu jalan-jalan sambil makan bubur ayam."
Rajawali mengangguk antusias. Bersama Valerie, pria itu berubah menjadi sosok yang lain. Pria dingin itu berubah menjadi hangat, sikapnya yang cuek berubah menjadi perhatian.
Namun, perubahan sikapnya itu hanya ia tujukan pada Valerie. Gadis yang ia temui saat membekuk bandar narkoba. Ia sangat beruntung waktu itu. Niat hati hanya ingin membekuk bandar narkoba, malah mendapat bonus calon istri yang baik dan cantik. Nikmat Tuhan manalagi yang ia dustai. Dan semoga nikmat itu tidak cepat terenggut darinya.
***
Pagi ini Valerie dan Rajawali melaksanakan niatnya untuk lari pagi. Begitu sampai di taman, mereka melihat Elang juga sedang melakulan hal yang sama.
"Elang," panggil Rajawali.
Elang memberhentikan langkahnya. Matanya memicing melihat sosok yang telah memanggilnya. Senyumnya terbit setelah ia melihat Valerie di sana.
__ADS_1
Elang berdiri menunggu Valerie dan Rajawali berlari sejajar dengannya. Mereka berlari bertiga, dengan Valerie berada di tengah.
"Kita istirahat dulu yuk, sekalian makan bubur ayam Mang Jaja," ujar Valerie dengan nafas yang ngos-ngos'an.
"Sepuluh tahun gak ketemu, fisik lo jadi payah," ejek Elang, pria itu mengusap punggung Valerie. "Pasti lo kebanyakan molor, kan?" Elang tersenyum miring dengan ekspresi yang menjengkelkan, membuat Valerie kesal.
"Mulut lo ya," Valerie menepuk pelan mulut Elang. Valerie langsung menggandeng Rajawali dan menariknya mendekati warung bubur ayam.
Tidak lama kemudian pesanan bubur mereka sudah jadi. Elang mengambil bawang goreng di mangkuk Valerie. Semua pemadangan itu tidak luput dari mata Rajawali.
"Karena tukang ngambilin bawang goreng lo gak ada di sini, gue wakilin."
Valerie tersenyum, ternyata Elang belum lupa kebiasaannya. "Entar Gaung bersin-bersin lho elo omongin di belakang."
"Tuh anak kan hobinya emang ngambilin bawang goreng jatah lo." sahut Elang sambil mengedikkan bahunya.
Di tempat lain, seorang dokter muda yang sedang memeriksa pasiennya, bersin-bersin tanpa sebab.
"Kampret mana nih yang ngomongin gue," gerutu Gaung sambil mengusap-usap hidungnya yang memerah.
"Kamu tahu kebiasaan Livia ya," celetuk Rajawali.
"Gue kenal tuh cebong dari orok. Jadi, gue kenal dia luar dalam."
Elang terbahak dan membuat Valerie tambah jengkel.
"Rese lo gak hilang-hilang, Lang," omel Valerie.
"Gak ada yang hilang dari diri gue, Er. Begitu pun perasaan gue." Elang menatap tajam netra bening Valerie. Gadis itu menunduk, salah tingkah. Rahang Rajawali mengeras, ada rasa marah dan cemburu yang ia tahan. Juga ada rasa iri, karena Elang mengenal Valerie lebih lama.
***
Kediaman Laksmono minggu pagi ini sangat ramai. Putra-putranya yang telah berkeluarga dan memiliki rumah sendiri, sekarang berada di sini bersama keluarga kecil mereka.
Mereka mengetahui jika Valerie pulang. Jadi, abang-abang Valerie itu secara kilat memboyong keluarga kecil mereka untuk menginap sementara di kediaman ayah mereka.
Bayu telah menikah tujuh tahun yang lalu dengan seorang pengacara. Mereka memiliki dua orang putra, dan seorang putri.
Dua tahun setelahnya, Pratama menyusul jejak kakaknya untuk menikah. Dia menikah dengan koki di kafè nya sendiri. Pratama mempunyai jagoan kembar yang aktifnya gak ketulungan. Membuatnya sering mengelus dada.
Sedangkan Reyhan, mungkin pria itu terkena karma. Setelah jatuh bangun mengejar cinta wanita yang dulu sangat dihindarinya, akhirnya tiga tahun yang lalu ia berhasil menikah dengan Maheswari Putri Cakra. Karma memang nyata, Reyhan yang dahulu mati-matian menghindari Maheswari malah berbalik mengejar-ngejar Maheswari yang telah lelah dengan penolakan-penolakan Reyhan. Valerie yang berjasa meluluhkan hati Maheswari agar menerima abangnya itu.
Valerie memberikan ide pada abangnya untuk melamar Maheswari sewaktu Reyhan melakukan pameran lukisan di Korea. Dan berhasil, Maheswari menerimanya. Sekarang mereka mempunyai seorang putra yang tampan.
__ADS_1
Dan yang terakhir Gerry, akhirnya pria itu bisa meluluhkan kakak perempuan Gandi. Mereka menikah setahun yang lalu, dan sekarang Andien tengah hamil muda. Mereka berempat menikah tanpa kehadiran sang adik bungsu. Valerie menyaksikan akad nikah abang-abangnya hanya lewat video call.
Valerie duduk dikerubungi enam ponakannya. Perempuan itu membacakan buku cerita yang diselingi guyonan ala Valerie.
"Tante gendong," todong salah satu keponakannya
"Jangan, tante gendong Oki aja!"
"No! Gendong Iki aja, Oki buang sampah aja."
Dua anak kembar jagoan Pratama itu heboh memperebutkan tantenya.
"Rocky, Ricky sini ...," Valerie melambaikan tangannya, memanggil anak kembar yang berusia tiga tahun itu. "Tante gendong semua." Valerie menggendong Rocky di tangan kanannya, dan Ricky di tangan kirinya. Membuat dua anak kembar itu terbahak senang.
"Lana juga mau peluk tante," ucap anak pertama Bayu yang berusia tujuh tahun itu.
"Dika juga mau peluk," putra kedua Bayu yang berusia lima tahun itu ikut berujar.
"Bunga mau." Putri bungsu Bayu yang berusia tiga tahun itu langsung berlari menubruk tantenya.
"Yaya, Yaya," Yasha, putra Reyhan yang baru berusia dua tahun tidak mau kalah dengan kakak-kakaknya.
Alhasil badan Valerie tenggelam oleh tubuh mungil ponakan-ponakannya yang mengerubungi.
Rajawali tersenyum melihat interaksi sang kekasih dengan keponakan-keponakannya.
"Mereka sangat menyayangi tantenya," ujar Bayu yang sadar dengan Rajawali yang memperhatikan adik tersayangnya itu.
"Valerie memang mudah untuk dicintai," jawab Rajawali sambil tersenyum.
"Kamu benar-benar mencintai adik saya?" tanya Bayu, abang Valerie itu meneliti calon adik iparnya.
Rajawali mengangguk mantap. "Melebihi rasa cinta saya pada diri sendiri."
Jawaban Rajawali membuat Bayu tersenyum puas.
"Jaga adik saya baik-baik." Bayu menepuk pundak Rajawali.
"Iya, Bang," jawab Rajawali tanpa ragu.
__ADS_1