Balas Dendam Atas Lukaku

Balas Dendam Atas Lukaku
Takdir Tuhan


__ADS_3

Dua minggu kemudian...


Mama Natalia tersenyum sendu ketika menatap photo pernikahannya dengan sang suami. Selama ini ia selalu pura-pura tegar ketika menghadapi sang suami yang memiliki penyakit mematikan. Bahkan ia selalu memperlihatkan senyumannya hanya untuk menutupi kesedihannya.


Ya mama Natalia memang sudah mengetahui penyakit suaminya sedari lama, itupun karena dia tidak sengaja mendengar percakapan dokter dan suaminya ketika ia mengantar sang suami ke rumah sakit beberapa bulan yang lalu.


Awalnya sang suami tidak mau mengaku bahwa dirinya memiliki penyakit yang mematikan itu, ia berniat untuk terus menyembunyikannya dari sang istri dan juga putri semata wayangnya Mentari. Namun setelah mama Natalia terus memaksanya, akhirnya pak Geri pun mengakuinya.


Ya, pak Geri memiliki salah satu penyakit yang mematikan, penyakit yang belum bisa di temui obatnya, hingga membuat pak Geri hanya dapat pasrah menerima cobaan yang begitu berat. Semua orang pun tidak akan ada yang menyangka, jika selama ini pak Geri mengidap penyakit yang mematikan karena kemampuan pak Geri yang cukup hebat dalam menyembunyikan penyakitnya itu dari orang-orang di sekitarnya.


Selama ini pak Geri selalu sibuk dengan perusahaannya, ia sangat jarang sekali pergi ke rumah sakit, dan bila penyakitnya kumat, ia hanya akan meminum obat penghilang rasa sakit saja. Dan pekerjaannya ia serahkan kepada Rega sang asisten kepercayaannya itu.

__ADS_1


Hingga suatu hari, sang istri mendapat kabar dari temannya bahwa di negara Thailand ada seorang dokter yang hebat, dan istrinya pun meminta sang suami untuk pergi berobat ke sana.


Awalnya sang istri berniat untuk ikut, namun pak Geri melarangnya dengan alesan, dia takut Mentari akan mencurigainya dan membuat konsentrasi Mentari hilang serta membuat putrinya itu khawatir. Karena pak Geri sangat tahu bagaimana sifat putrinya itu, jadi ia memutuskan untuk tetap menyembunyikan penyakitnya dari putri kesayangannya.


Mama Natalia meraih ponsel yang berada di atas tempat tidurnya, ia pun segera memghubungi dokter yang bertugas untuk merawat suaminya di luar sana.


"Bagaimana keadaan suami saya dok? Apakah ada perubahan?" Tanyanya berharap ia mendapat kabar baik dari dokter tersebut.


"Apakah semakin parah, dok? Kenapa anda tidak bisa mengobatinya? Bukankah anda seorang dokter yang hebat?" Seru mama Natalia tidak dapat lagi menahan kesedihannya.


"Saya hanyalah manusia biasa, semuanya Tuhan yang menentukan. Saya hanya dapat memberinya obat untuk menahan rasa sakitnya. Tetapi saya akan tetap berusaha semampu saya, dan sebaiknya anda segera datang kesini untuk menemani suami anda."

__ADS_1


Mama Natalia menghela nafasnya, ia berusaha untuk menguatkan hatinya dan berusaha agar tangisnya tidak pecah saat itu juga.


"Baiklah, saya akan segera kesana. Tolong lakukan yang terbaik untuk suami saya, dok." Ucap mama Natalia mulai menjatuhkan air matanya.


"Pasti! Saya akan tetap berusaha semampu dan sebisa saya, nyonya."


"Terima kasih dok."


Setelah mengucapkan hal itu mama Natalia pun memutuskan sambungannya, tangisnya mulai pecah memenuhi kamarnya.


"Kenapa semuanya harus seperti ini, pah? Apa yang harus aku katakan sama Mentari nanti? Kenapa kamu harus memintaku untuk menyembunyikan penyakitmu, pah? Mentari pasti akan merasa sangat sedih." Ucapnya di iringi dengan isak tangisnya membuat Mentari yang baru saja menbuka pintu kamar sang mama tertegun di tempatnya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2