
Kepergian Alex meninggalkan luka yang mendalam bagi pak Permana juga bu Widia. Bahkan bu Widia sempat tak sadarkan diri saking kehilangan putra semata wayangnya itu.
Berita tentang kematian Alex tersebar luas, bahkan berita itu sampai di telinga Lisa yang saat ini sudah mendekam di penjara. Ya, sesuai dengan janji, Lisa. Setelah ia meminta maaf dan Mentari memaafkannya, dia akan menyerahkan dirinya kepada polisi. Mentari yang saat itu di beritahu oleh tante Monic pun langsung menemui Lisa bersama suaminya, Jhon di kantor polisi.
Mentari meminta polisi untuk melepakan Lisa dengan alesan dia sudah memaafkan semua kesalahan Lisa, namun sayangnya, Lisa bersihkukuh ingin bertanggung jawab atas semua kejahatan yang sudah ia perbuat kepada Mentari, alhasil, Mentari pun hanya dapat pasrah dan meminta keringanan kepada pihak kepolisian.
"Mama, apa benar Alex sudah meninggal?" Tanya Lisa dengan mata yang berkaca-kaca, menatap sang mama yang saat ini tengah mengunjunginya.
Tante Monic mengangguk pelan, membenarkan pertanyaan Lisa barusan.
__ADS_1
"Ba,, bagaimana mungkin, mah? Pasti berita itu bohongkan?" Seru Lisa sembari menggenggam tangan sang mama, berharap bahwa berita tentang kematian Alrx hanyalah isu semata.
"Mama tidak bohong, Lisa. Alex benar-benar sudah meninggal, sesuai dengan yang di beritakan, Alex mengalami kecelakaan." Ucap tante Monic sambil mengelus punggung tangan Lisa.
Air mata Lisa menetes membasahi wajah cantiknya, ia tidak menyangka jika laki-laki yang pernah bersamanya meninggal dalam akibat kecelakaan. Hati Lisa terasa ngilu, apalagi saat ia mengingat kebersamaannya bersama Alex dulu. Sungguh sangat menyakitkan.
"Alex, secepat itu kamu pergi? Bahkan aku belum sempat meminta maaf sama kamu, Alex. Tapi, kamu sudah pergi meninggalkan dunia ini." Batin Lisa dengan deraian air matanya.
"Alex maafkan aku, karena selama ini aku sudah memanfaatkanmu untuk menghancurkan Mentari, maafkan aku karena aku sudah membuat rumah tangga kalian hancur. Maafkan aku, Alex maafkan aku.... " Lisa kembali membatin dengan rasa bersalahnya yang semakin menggunung. Perbuatannya di masa lalu yang memanfaatkan Alex untuk menghancurkan Mentari, kembali merasuki dirinya.
__ADS_1
"Lisa, sayang. Kamu tidak apa-apa, nak?" Tanya tante Monic membuyarkan lamunan Lisa saat ini.
Lisa mendongak menatap sang mama, ia menghapus air matanya lalu berkata. "Mah, aku,,, aku sudah sangat jahat terhadap Alex, aku,, aku yang sudah menghancurkan rumah tangganya mah. Aku sudah memanfaatkan dia untuk menghancurkan Mentari. Aku menyesal mah, bagaimana sekarang, aku belum sempat meminta maaf, tapi,,, tapi dia sudah pergi mah." Lisa terisak, hatinya sangat sakit lebih sakit ketika ia melihat Jhon bahagia bersama Mentari.
"Aku,,, aku tidak akan bertemu lagi dengannya, mah. Bagaimana aku meminta maaf kepadanya?" Lisa kembali bersuara, nada suaranya terdengar begitu menyedihkan hingga membuat tante Monic turut menjatuhkan air matanya.
"Lisa, mama yakin Alex pasti sudah memaafkanmu, sayang. Jadi, kamu tidak perlu merasa bersalah seperti ini, kamu harus tenang, Lisa. Yakinlah bahwa Alex sudah memaafkanmu." Seru tante Monic sambil mengusap punggung putrinya itu.
Lisa menangis, ia sama sekali tidak menggubris ucapan sang mama, saat ini ia hanya ingin bertemu dengan Alex, dan meminta maaf kepada Alex. Namun sayangnya harapannya tidak akan pernah terkabulkan, karena saat ini Alex sudah tidak ada lagi di dunia ini.
__ADS_1
Lisa harus hidup dengan penyesalan yang ntah kapan penyesalan dan raaa bersalah itu akan menghilang dari dirinya.
Bersambung.