
Setelah makan malam selesai, Jhon dan juga Mentari pun langsung bergegas menuju kamarnya. Mereka pun kembali melakukan aktifitas panasnya seperti malam-malam sebelumnya.
Setelah selesai dengan permainan yang membawanya ke angkasa raya, Jhon pun kembali menyelesaikan pekerjaannya yang tertunda. Sementara Mentari, ia langsung tertidur pulas di atas ranjang yang menjadi saksi percintaan keduanya.
***
Hari ini adalah hari pertemuan antara Mentari dengan Lisa di salah satu cafe yang berada di kota Jakarta.
Seperti yang di ucapkan oleh, Jhon. Mentari pergi ke cafe itu di temani oleh sang suami. Meskipun hari ini Jhon sangat sibuk, namun ia tetap pergi menemani sang istri untuk menemui Lisa di cafe tersebut. Jhon tidak ingin hal buruk terjadi kepada istrinya, meskipun Lisa sudah berubah, namun ia tetap harus berjaga-jaga, demi keselamatan istri tercintanya.
__ADS_1
Tante Monic dan juga Lia sudah berada di dalam cafe itu, dengan sabar mereka menunggu kedatangan Mentari sambil menikmati minumannya masing-masing. Sementara itu, Mentari dan juga Jhon baru saja tiba di cafe tersebut. Keduanya berjalan dengan langkah kaki yang santai memasuki cafe tersebut menuju tempat duduk Lisa dan tante Monic.
Jhon terus menggenggam hangat tangan sang istri, ia tidak melepaskannya barang sedetikpun hingga akhirnya pasangan romantis itu tiba di meja yang sudah di pesan oleh Lisa dan ibunya.
Lisa dan tante Monic langsung berdiri ketika mereka melihat kedatangan pasangan romantis itu. Tante Monic berjalan menghampiri Mentari. "Kamu sudah datang, Mentari." Sambut tante Monic sembari memeluk Mentari hangat.
Mentari tersenyum, ia pun membalas pelukan tante Monic. "Iya, tante. Maaf sudah membuat tante menunggu." Ucapnya setelah Mentari melepaskan pelukannya.
Jhon tersenyum, kemudian ia menjawab. "Seperti yang tante lihat, aku baik-baik saja."
__ADS_1
"Ah syukurlah, kalau begitu mari kita duduk dulu." Ucap tante Monic yang mendapat anggukkan kepala dari pasangan romantis itu.
Mentari dan juga Jhon pun duduk di kursinya masing-masing. Sementara tante Monic, kembali ke tempat duduknya tadi.
Lisa menatap Mentari dengan penuh rasa bersalahnya, sedari tadi lidahnya terasa kelu, tidak mampu untuk mengucapkan sepatah katapun karena ia terlalu malu dengan apa yang sudah ia perbuat di masa lalu. Sementara itu, Mentari yang melihat Lisa pun merasa kasihan, wajah Lisa tidak secantik dulu lagi, bahkan tubuhnya nampak jauh lebih kurus dari pada dulu. Matanya terlihat bengkak seperti habis menangis.
"Hay! Lisa. Bagaimana keadaan lo sekarang?" Mentari bertanya sambil menatap Lisa lekat. Sementara Lisa terlihat menelan salivanya mendapat pertanyaan dari sahabat yang sudah ia hancurkan rumah tangganya itu, serta sahabat yang sudah ia celakai dan hampir melenyapkan nyawa sahabatnya. Mengingat kejahatannya dulu, membuat Lisa tidak mampu menatap wajah sahabatnya sekarang. Bahkan untuk sekedar menjawab pertanyaan Mentari pun lidah Lisa terasa kelu.
"Sayang, sebaiknya kita memesan minuman dulu, kamu pasti sangat haus bukan?" Seru Jhon sembari mengelus wajah cantik sang istri, nada suaranya begitu lembut membuat siapapun akan merasa iri.
__ADS_1
Mentari hanya menganggukkan kepalanya pelan, sambil memperlihatkan senyuman manisnya, Jhon pun membalas senyuman sang istri sambil memberikan kecupan mesranya di kening sang istri. Jhon sama sekali tidak memperdulikan kehadiran tante Monic maupun Lisa.
Bersambung.