Balas Dendam Atas Lukaku

Balas Dendam Atas Lukaku
Menjelaskan


__ADS_3

Tatapan mata Jhon tak berkedip, ia begitu terpesona oleh kecantikan Mentari yang menurutnya semakin cantik layaknya seorang bidadari turun dari kahayangan. Sangat berlebihan.


Mentari menarik kursi yang berada di hadapan Jhon, ia tidak memperdulikan tatapan Jhon kepadanya, karena hal itu sudah biasa bagi Mentari. Dan Mentari tidak perlu memperdulikannya.


"Apakah kamu hanya akan menatapku seperti itu, tuan?" Tanya Mentari sambil bersidekap menatap Jhon dengan datar.


Jhon seketika kembali ke alam sadarnya ia menggaruk tengkuknya yang tidajmk gatal, lalu berkata. "Kamu sangat cantik, Mentari. Jadi wajar saja jika aku terpesona oleh kecantikanmu."


"Gak usah, gombal. Tidak mempan bagiku." Ucap Mentari terkesan sangat dingin.


"Itu bukan gombal, Mentari. Itu memang kenyataannya." Jhon mendengus, ia merasa kesal karena sikap Mentari yang begitu dingin seperti gunung es. "Selama beberapa tahun tidak bertemu, kenapa sikapmu berubah seperti ini, Mentari? Kamu tidak seperti dulu lagi, yang halus dan lembut." Sambung Jhon membuat Mentari harus menghela nafasnya panjang.

__ADS_1


"Tuan... "


"Stop! Jangan panggil aku tuan."


"Lalu aku harus memanggilmu apa? Aku tidak tahu namamu."


"Bahkan namaku saja kamu sudah melupakannya." Jhon meraih secangkir kopinya dan meneguknya secara perlahan, setelah itu ia kembali menaruh secangkir kopi itu di atas meja. Jhon terkekeh pelan, ia merasa sangat bodoh karena selama lima tahun lamanya ia terus merindukan sosok perempuan yang ada di hadapannga itu, tetapi perempuan itu, justru melupakannya. Bahka namanya saja, sudah di lupakan oleh perempuan itu. Benar-benar membuat Jhon frustasi sekaligus kesal.


Mentari kembali menghela nafasnya panjang, ia merasa sangat yakin jika laki-laki yang ada di hadapannya itu memang pernah hadir di masa lalunya. Namun karena kecelakaan itu, Mentari sama sekali tidak bisa mengingatnya.


"Jhon, Jhonatan Alfarizzy, laki-laki yang dulu kamu tinggalkan tanpa mengucapkan sepatah katapun. Laki-laki yang hampir gila karena dua tahun lamanya mencari keberadaanmu, dan laki-laki yang bodoh karena selalu merindukanmu dan mencintaimu perempuan kejam yang bahkan namaku pun kamu tidak mengingatnya." Ucap Jhon membuat Mentari terdiam sambil menatap lekat wajah Jhon.

__ADS_1


"Mentari, kenapa kamu bisa se tega itu meninggalkanku dulu, padahal kamu tahu, kalau aku begitu mencintaimu. Aku begitu menyayangimu, bahkan aku rela mati demi kamu. Kamu tahu selama beberapa tahun ini aku berusaha untuk melupakanmu, tapi tetap saja aku tidak bisa. Namamu seakan-akan sudah terpaku dalam hatiku. Aku selalu berusaha untuk melenyapkanmu dari pikiranku dan berusaha untuk membencimu karena kamu pergi begitu saja dari kehidupanku, tetapi, aku tetap tidak bisa, Mentari."


"Kamu selalu muncul dalam pikiranku, kamu selalu hadir dalam mimpiku, seberapa pun aku berusaha untuk melupakanmu, nyatanya aku tidak bisa." Ucap Jhon panjang lebar mengutarakan isi hatinya selama ini.


Mentari tetap terdiam sambil menatap lekat wajah Jhon yang menyiratkan sebuah kesedihan, kekecewaan dan kemarahan. Ntah mengapa hati Mentari terasa sakit ketika tatapan matanya bertemu dengan kedua netra hitam laki-laki yang saat ini sedang meluapkan berbagai emosi dalam dirinya.


"Berikan aku penjelasanmu, Mentari. Apa pun alasan yang akan kamu berikan kepadaku, aku pasti akan menrimanya." Jhon kembali berucap sambil menatap dalam kedua bola mata Mentari. Ia begitu penasaran dengan alasan kepergian Mentari lima tahun yang lalu itu.


Mentari mengalihkan tatapannya ke arah lain, ia tidak ingin terlalu lama bertatapan langsung dengan kedua netra Jhon. "Apa-apaan ini? Kenapa hatiku terasa sakit? Sebenarnya siapa dia? Apakah yang dia ucapkan itu semuanya benar? Kenapa perasaanku jadi seperti ini?" Batin Mentari sambil berusha untuk bersikap seperti biasanya, dingin dan datar.


"Mentari, kenapa kamu diam saja? Jelaskanlah, Mentari." Jhon menggenggam lembut telapak tangan Mentari seketika membuat Mentari langsung menoleh ke arahnya dan menarik tangannya.

__ADS_1


"Lima tahun yang lalu aku mengalami kecelakaan. Mamaku membawaku pergi keluar negeri untuk mengobati lukaku. Kata mamaku, aku koma selama tiga bulan. Dan setelah aku terbangun, aku kehilangan semua ingatanku...." Mentari pun mulai menceritakan semuanya, Jhon yang mendengarnya begitu terkejut, ia benar-benar tidak menyangka jika kekasih hatinya itu pernah mengalami kecelakaan dan membuatnya hilang ingatan.


Bersambung.


__ADS_2