
Setelah beberapa menit, akhirnya Jhon pun melepaskan bibir manis istrinya itu, nafas keduanya begitu memburu, saling menghirup oksigen banyak-banyak. "Nyebelin." Ucap Mentari dengan deru nafas tak beraturan akibat ulah suami bucinnya itu.
Jhon terkekeh, ia mencubit gemas hidung mancung sang istri, lalu mengecup keningnya mesra. "Tapi kamu suka kan, sayang?" Bisiknya sembari menelusuri tengkuk leher sang istri dan mengelusnya dengan lembut penuh perasaan.
"Ish tau ah." Mentari mengercutkan bibirnya kesal, sementara sang suami malah tertawa renyah. "Kok malah tertawa sih. Gak lucu tau gak." Seru Mentari sembari mencubit perut suaminya.
"Sakit sayang." Jhon langsung menangkap tangan istrinya, lalu menciumnya lembut. "Aku ingin memakanmu sekarang." Bisik Jhon terdengar sangat berat.
"Selesaikan dulu pekerjaanmu, honey! Baru kamu boleh memakanku." Ucap Mentari di iringi dengan kedipan mata nakalnya, membuat sang suami semakin terangsang. "Lagian, aku juga sangat lapar, aku butuh tenaga untuk menemanimu menuju angkasa raya. Jadi, sebaiknya aku mengisi perutku dulu, dan kamu selesaikan dulu pekerjaanmu, ok." Ucapnya, lalu ia memberikan kecupan hangat di kening sang suami.
"Baiklah, aku akan menurutimu, sayang." Jawab Jhon terpaksa ia harus menunda pertempurannya. "Kamu mau makan apa, sayang? Mau aku belikan atau di masakin sama Ina?" Tanya Jhon sembari mengusap lembut pipi mulus sang istri.
Mentari nampak berpikir sejenak, kemudian ia tersenyum. "Masakkin sama kamu, ya." Pintanya terlihat sangat manja di mata si raja bucin itu.
"Baiklah, kamu mau aku masakin apa, sayang?" Tanya Jhon sambil menatap lekat wajah cantik istrinya.
__ADS_1
"Apa saja, yang penting kamu yang masak jangan orang lain." Jawab Mentari sambil memperlihatkan senyuman manis di bibirnya.
Jhon tersenyum, kemudian ia mengecup kening sang istri dengan lembut. "Yasudah, aku akan masakin makanan yang sangat spesial untuk istriku tercinta ini. Kamu tunggu aku di ruang makan ya, sayang." Ucap Jhon selalu dengan nada suaranya yang sangat lembut dan halus. Tak lupa ia juga mengelus pucuk kepala sang istri penuh dengan kasih sayang.
"Emm tunggu, sayang. Bagaimana dengan pekerjaanmu?"
"Tidak apa-apa, sayang. Aku bisa kerjakan nanti malam setelah kita menyelesaikan pertempuran kita." Bisik Jhon membuat Mentari tersenyum malu.
"Yasudah, aku masak dulu ya buat kamu, kamu duduk saja yang manis di kursi makan, mengerti."
Jhon tersenyum, kemudian ia pun bangkit dari tempat duduknya. "Pastinya masakan buatan suamimu tercinta ini, sangat lezat dan akan membuatmu ketagihan." Ucap Jhon penuh rasa percaya diri.
"Aku jadi tambah semangat menantikan masakan lezatmu itu. Yasudah sekarang kamu segera masakin buat aku, ya. Karena perutku sudah sangat lapar, meminta di isi." Timpal Mentari sembari mendorong pelan tubuh sang suami.
Jhon nampak terkekeh, ia pun segera melangkahkan kedua kakinya dengan cepat menuju dapur.
__ADS_1
Setelah tiba di dapur, Jhon pun langsung mengeluarkan bahan makanan yang akan ia buat untuk istri tercintanya. Jhon nampak bersemangat sekali, ia sangat fokus membuat makanan untuk sang istri tercintanya. Ia tidak ingin rasa masakannya mengecewakan sang istri.
Setelah kepergian suaminya, Mentari pun mulai bangkit dari tempat duduknya, kemudian ia berjalan menuju ruang makan.
Mentari mulai menarik kursi yang berada di ruang makan itu, kemudian ia pun duduk seperti yang di perintahkan oleh suaminya tadi, ia akan duduk manis menunggu masakan sang suami yang katanya lezat itu.
Si raja bucin lagi masakin istrinya makanan spesial, loh. Kalian mau gak di masakin sama dia?
Bersambung.
__ADS_1