
"BOS!!! APA ANDA AKAN TETAP DI SINI? INI SUDAH HAMPIR PETANG, SAYA MAU PULANG DAN ISTIRAHAT." Seru Egi dengan intonasi yang tinggi membuat si raja bucin itu terkejut setengah mati.
Jhon seketika menatap asistennya dengan kesal, sementara yang di tatap hanya memperlihatkan senyuman kakunya seperti tadi.
"Apa kau pikir aku budeg hah! Kenapa kau berteriak di dekat telingaku?" Seru Jhon sambil menatap tajam Egi si asisten datar itu. Baru kali ini ada asisten seperti Egi yang berani berteriak dan mengganggu khayalan si raja bucin itu. Benar-benar minta di jadiin perkedel. Pikir Jhon masih di selimuti kekesalannya yang haqiqi.
"Saya sudah memanggil anda beberapa kali, bos. Tapi anda sama sekali tidak mendengarnya. Makannya saya berteriak di dekat telinga anda, agar anda mendengarnya." Jawab Egi santai kayak di pantai, tampangnya benar-benar minta di hajar.
"Kau... Dasar jomblo ngeselin! Gue sumpahin lo, jomblo seumur hidup lo, Egi Fernandes!!!" Seru Jhon penuh dengan penekanan, namun sama sekali tidak membuat si jomblo itu marah atau pun kesal. Si jomblo itu malah kembali memperlihatkan senyuman mautnya membuat Jhon semakin kesal melihatnya.
__ADS_1
"Astaga, bos. Jangan nyumpahin saya dengan kejam seperti itu, nanti sumpah anda malah berbalik sama anda sendiri." Ucap Egi masih santai kayak di pantai.
"Astaga, kenapa papa bisa memberikanku asisten ngeselin seperti dia. Apakah tidak ada asisten lain? Argh...Benar-benar gila." Batin jhon sembari masuk ke dalam mobilnya.
"Dasar bos gak ada akhlak, bisa-bisanya dia nyumpahin gue jomblo seumur hidup gue, enak saja, dia pikir gue gak mau nikah apa." Gerutu Egi sembari melangkahkan kedua kakinya dan berjalan menuju pintu mobil bagian kemudi. Rupanya si asisten datar itu tidak terima di sumpahin jomblo seumur hidup oleh bos bucinnya itu. Wah nih author kurang aqua kayaknya.
Egi mulai melajukan kendaraannya dengan hati-hati, sesekali ia melirik bos gak ada akhlak itu melalui kaca spion dalam mobilnya.
Egi tidak menjawab, kali ini ia tidak melirik-lirik bos bucinnya itu lagi, kali ini ia benar-benar fokus menatap jalanan yang ada di hadapannya.
__ADS_1
***
Waktu menunjukkan pukul delapan malam, saat ini Mentari sedang berada di salah satu hyperm**t yang berada tidak jauh dari kediamannya.
Mentari sedang membeli sesuatu yang paling penting bagi seorang wanita jika mereka sedang kedatangan tamu bulanannya. "Kenapa aku bisa melupakan tamu bulananku sih? Dasar bodoh!" Ucap Mentari sembari mengambil pembalut yang biasa ia pakai.
Setelah selesai, Mentari pun segera melangkahkan kakinya menuju kasir, beruntunglah malam ini tempat itu sepi pengunjung sehingga Mentari tidak perlu mengantri lama.
Selesai membayar, Mentari langsung melangkahkan kedua kakinya meninggalkan tempat itu, namun saat ia hendak keluar dari pintu Hyperm***t, tiba-tiba saja saja seorang laki-laki menarik tangannya membuat Mentari langsung menghentikan langkah kakinya kemudian ia berbalik.
__ADS_1
"Mentari, akhirnya aku bisa bertemu denganmu." Ucap laki-laki tampan yang menarik tangan Mentari. Tatapan laki-laki itu begitu dalam, nada suaranya terdengar berat seperti menyimpan sebuah kerinduan yang begitu mendalam.
Bersambung.