Balas Dendam Atas Lukaku

Balas Dendam Atas Lukaku
Jangan mengotori tangan anda, bos


__ADS_3

Jhon kembali berjalan mendekati Lisa. Tatapan matanya semakin menajam membuat Lisa semakin ketakutan, dan berusaha untuk mencari cara agar dirinya dapat kabur dari tempat itu.


Jhon berjongkok, tangannya mencengkeram dagu Lisa begitu kuat, amarah dalam dirinya semakin menjadi tatkala mengingat apa yang sudah Lisa lakukan terhadap Mentari lima tahun lalu itu. "Le,,, lepaskan, a,,,aku Jhon. A,,, aku sungguh ti,,,tidak pernah mencelakai Mentari." Ucap Lisa sembari menahan sakit di dagu dan juga punggungnya yang terbentur tembok tadi.


"Gue harus keluar dari sini, laki-laki ini sudah gila, gue bisa saja mati di tangannya." Batin Lisa sambil memutar otak mencari cara untuk kabur dari tempatnya.


"Nikmati saja sisa nafas terakhirmu, Lisa. Orang yang sudah melukai wanitaku, tidak pantas untuk hidup!" Bisik Jhon begitu menakutkan. Bahkan tubuh Lisa sudah bergetar, air matanya mulai jatuh secara perlahan.


Jhon melepaskan cengkraman tangannya dengan kasar, lalu ia berdiri dan merogoh sesuatu dari balik saku jas yang ia pakai.


"A,,, aku mo,,,mohon lepaskan aku, Jhon. Aku,,, aku melakukan itu hanya untukmu, Jhon. Aku,,,aku hanya ingin kita bersama." Ucap Lisa yang pada akhirnya mengakui perbuatan kejinya itu.


Jhon bergeming, dengan tatapan matanya yang masih mengarah pada Lisa. Tangan kanannya memegang sebuah pistol dan siap untuk di tembakkan. Lisa yang melihat pistol itupun semakin ketakutan, ia tidak percaya jika Jhon benar-benar akan membunuhnya saat itu juga.


"Jangan bunuh aku, Jhon... "

__ADS_1


"Oh! Tapi kau tidak pantas untuk hidup." Jawab Jhon dengan dingin, tangan kanannya mulai mengangkat pistol itu dan menodongkannya ke arah Lisa.


"Bos! Jangan membunuhnya, itu akan membuat tangan anda kotor. Serahkan saja semuanya pada saya." Ucap Egi sambil menatap Lisa dengan tatapan yang jauh lebih menakutkan di bandingkan dengan Jhon.


"Dia sudah mencelakai wanitaku, dia tidak pantas untuk hidup. Dia harus mati." Jawab Jhon tanpa melihat ke arah asiaten datarnya itu.


"Saya tahu, bos. Tapi anda tidak perlu mengotori tangan anda yang bersih untuk melenyapkan wanita iblis itu. Serahkan semuanya pada saya, saya akan membuat wanita iblis itu mati dengan cara yang paling mengenaskan. Jika anda membunuh dia dengan tangan anda sendiri, saya yakin nona Mentari pasti akan merasa sangat kecewa kepada anda."


"Bagaimana pun juga nona Mentari memiliki hati yang baik, jika dia ada di sini, dia tidak mungkin membiarkan anda membunuh wanita iblis itu. Jadi, Serahkan semuanya pada saya." Jelas Egi membuat Jhon seketika terdiam dan berpikir. Yang di ucapkan oleh Egi memang ada benarnya, Mentari pasti tidak akan membiarkannya menjadi seorang pembunuh.


"Bos turunkan pistol anda. Redakan emosi anda, serahkan semuanya pada saya."


"Apa kau ingin membawa dia ke kantor polisi?" Tanya Jhon dingin.


"Tentu tidak. Saya akan membawanya ke tempat yang jauh lebih menyeramkan dari pada kantor polisi." Jawab Egi dengan seringai layaknya seorang mafia berdarah dingin.

__ADS_1


Jhon terdiam sejenak, asistennya itu sungguh memiliki aura yang sangat menakutkan di bandingkan dengan dirinya. Bahkan Jhon dapat merasakan aura membunuh dari asistennya itu.


"Tidak.... Aku tidak akan pergi denganmu. Lebih baik aku mati di sini saja." Teriak Lisa begitu ketakutan saat tatapan matanya tanpa sengaja bersitubruk dengan netra Egi yang sangat gelap itu. Ntah mengapa Lisa memiliki firasat yang sangat buruk tentang asisten mantan tunangannya yang selalu menampilkan wajah datar itu.


"Jhon bunuh aku sekarang. Atau tidak kamu bawa aku ke penjara saja," Lisa kembali berteriak, berharap Jhon tidak menyerahkan dirinya kepada Egi.


"Aaaaargh.... " Lisa berteriak kesakitan saat satu tembakkan yang di berikan oleh Jhon tepat mengenai lengan kanannya.


"Sial." Jhon menggeram, jika bukan karena mengingat Mentari, ia pasti sudah membunuh Lisa saat itu juga. Dia benar-benar ingin membunuh wanita iblis itu dengan tangannya sendiri, akan tetapi ia juga tidak ingin membuat Mentari kecewa dan membuat Mentari membenci dirinya karena sudah menjadi seorang pembunuh. Alhasil, Jhon pun menaruh kembali pistol itu ke dalam saku jasnya.


"Aku serahkan semuanya sama kamu, Eg. Jika aku masih melihat dia hidup, aku pastikan kamu akan menemaninya di neraka." Ucap Jhon sebelum ia melangkahkan kakinya.


"Saya tidak akan mengecewakan anda, bos." Jawab Egi sembari memperlihatkan seringai yang begitu menakutkan di mata Lisa. Jhon tidak menjawab, ia langsung melangkahkan kedua kakinya keluar dari apartement itu.


"Selamat datang di dunia gelapku, Lisa." Ucap Egi sembari menatap Lisa dengan tatapan yang jauh lebih menakutkan di bandingkan sebelumnya. "Kalian! Bawa wanita iblis ini bersama laki-laki lemah itu ke tempat biasa." Perintah Egi kepada dua laki-laki yang bertubuh kekar dan memiliki tato yang sedari tadi berdiri di belakangnya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2