
Mentari memejamkan kedua bola matanya, menikmati setiap sentuhan sang suami yang semakin lama, semakin membuatnya gila.
Jhon terus menelusuri setiap inci tubuh sang istri dan memainkan sesuatu yang berharga milik istrinya itu. Wajahnya nampak berbinar ketika melihat sang istri begitu menikmati setiap sentuhan yang ia berikan, bahkan sang istri tak henti-hentinya men de sah kenikmatan akibat ulahnya itu. Sungguh semakin membuat Jhon bergairah dan ingin segera memasuki aset berharga milik sang istri. Namun, Jhon harus bersabar, ia ingin memberikan sang istri kenikmatan yang luar biasa.
Jhon ingin membuat sang istri mengingat hari pertama mereka seumur hidupnya. Jhon ingin membuat sang istri ketagihan dengan setiap sentuhan yang ia berikan kepada istri tercintanya.
"Ssshayang.... " Mentari kembali men de sah. De sa han yang terdengar begitu menggoda iman suaminya, wajahnya nampak memerah, menahan sesuatu yang ingin keluar dari bawah sana.
"Panggil namaku, dalam desahanmu sayang."Bisik Jhon di iringi dengan hembusan nafas beratnya, serta gigitan kecil yang ia berikan di cuping telinga sang istri yang sensitif itu.
"Ssshh.... Jhonatan." De sah Mentari membuat Jhon semakin menggila.
Jhon me lu mat ganas bibir manis sang istri, sementara tangan kirinya masih setia menyentuh dan memainkan aset berharga sang istri. Sedangkan tangan kanannya menekan tengkuk sang istri, guna memperdalam ciuman panasnya itu.
__ADS_1
Tangan Mentari tidak bisa diam, ia mulai melepaskan pakaian yang di kenakan oleh suaminya itu dengan tidak sabaran. Jhon tersenyum di sela-sela ciumannya, ia merasa puas karena sudah membuat sang istri begitu bergairah hingga tidak dapat mengendalikan dirinya.
Jhon melepaskan pagutannya, ia sengaja membiarkan sang istri melepaskan pakaian yang menutupi seluruh tubuhnya itu.
Setelah semuanya lepas, Mentari nampak meneguk salivanya susah payah, benda pusaka milik suaminya itu begitu besaaar dan panjaaang, sepertinya benda itu tidak akan muat untuk gua kecilnya. Ya, meskipun Mentari sudah pernah menikah dan pernah melakukan hubungan intim dengan mantan suaminya, namun jika di bandingkan, milik Jhon jauh lebih besar dan menggoda dari pada milik mantan suaminya, Alex.
"Sayang, kenapa punyamu besaaar dan panjaaang sekali?" Ucap Mentari membuat Jhon terkekeh dengan pelan.
"Bukankah lebih nikmat yang besaar dan panjaaang, sayang?" Bisik Jhon membuat rona di wajah Mentari tergambar dengan jelas. Pertanyaan macam apa itu? Mentari sama sekali belum pernah melihat dan merasakan benda pusaka yang sebesar itu, jadi dia tidak tahu bagaimana rasanya jika benda pusaka sebesar itu berada di dalam gua sur ga nya. Apakah benar-benar nikmat? Atau justru sebaliknya? Ah kenapa juga Mentari harus memikirkan dan menebak-nebaknya, bukankah ia bisa mempraktikannya langsung?
"Sayang, apa kamu sudah siap?" Bisik Jhon terdengar sangat berat, menandakan bahwa hasrat dalam dirinya benar-benar sudah berada di ubun-ubun. Mentari hanya menganggukkan kepalanya, ia juga sudah merasakan hal yang sama dengan suaminya itu.
Jhon tersenyum, ia mulai memasukkan benda pusaka itu ke dalam aset paling berharga milik istrinya dengan hati-hati.
__ADS_1
"Aaahhh.... "Mentari nampak mende sah, ketika benda pusaka milik suaminya mulai menerobos masuk ke dalam aset berharga miliknya.
Jhon nampak mengerutkan keningnya, bukankah istrinya itu sudah pernah berhubungan intim dengan mantan suaminya? Lalu mengapa aset itu terasa sangat sempiiit? Apakah itu karena benda pusakanya yang terlalu besaaar?
"Sayang, kamu masih sangat.... " Mentari menempelkan jari telunjuknya di bibir sang suami, ia tidak ingin mendengar apapun yang akan di ucapkan oleh suaminya itu, ia ingin menikmati hari pertama pertempurannya dengan penug gairah.
"Ssst... Nikmati saja permainan pertama kita, Jhon." De sah Mentari membuat Jhon semakin bergairah.
Pasangan pengantin baru itu begitu menikmati hari pertama pertempuran mereka, de sahan demi de sahan penuh kenikmatan keluar dari mulut keduanya memenuhi ruang kamar berukuran besar itu.
Akhirnya keperjakaan Jhon lepas pada saat pagi menjelang siang, jadi mereka bukan melakukan malam pertama seperti pasangan pengantin baru lainnya, tetapi mereka melakukan pagi pertamanya menjelang siang.
Selamat berimajinasi sendiri....
__ADS_1
Bersambung.