Balas Dendam Atas Lukaku

Balas Dendam Atas Lukaku
Di tinggal tidur begitu saja


__ADS_3

Jhon semakin memperdalam ciumannya, ia mulai menggigit kecil bibir bawah sang istri agar mau membuka mulutnya, setelah sang istri membuka mulutnya, lidah Jhon langsung menerobos masuk dan mengabsen setiap inci di dalamnya.


Ciuman itu berlangsung hingga lima menit, Jhon pun melepaskan pagutannya ketika di rasa oksigennya mulai terkuras habis. Keduanya nampak terengah-engah dan meraup udara banyak-banyak.


Jhon kembali menempelkan keningnya dengan sang istri, tangannya menangkup wajah cantik istrinya, dan menatapnya dengan dalam. "Sayang, aku menginginkanmu, sekarang." Bisiknya terdengar begitu berat menahan hasrat yang sudah lama terpendam. Jhon benar-benar sudah tidak dapat menahan gejolak api yang membara dalam tubuhnya. Sesuatu di bawah sana sudah berdiri dengan tegak, meminta untuk segera di lepaskan saat itu juga.


"Emmh... " Hanya itu yang keluar dari mulut sang istri. Jhon seketika mengerutkan keningnya, ia menatap lekat sang istri yang mulai menutup kedua bola matanya secara perlahan. Sepertinya keinginan Jhon untuk melepaskan benda pusakanya harus gagal malam ini.


"Sayang, apa kamu tidur?" Tanya Jhon sembari menepuk lembut wajah cantik istrinya. Sementara sang istri tidak meresponnya sama sekali, membuat Jhon akhirnya menghela nafas beratnya.


"Di tinggal tidur, ah betapa sialnya nasibku ini, setelah benda pusakaku bangun, aku malah di tinggal tidur begitu saja." Gumamnya sembari membaringkan tubuh istrinya di atas tempat tidur.

__ADS_1


Jhon kembali menatap lekat wajah istrinya itu, wajah yang begitu teduh dan menenangkan hatinya kini sudah menjadi miliknya namun belum seutuhnya. Jhon tersenyum, kemudian ia mengecup kening sang istri dengan penuh kasih sayang.


"Malam ini aku akan melepaskanmu, sayang. Tapi besok malam, aku tidak akan pernah melepaskanmu, aku akan membawamu ke surga dunia. Aku akan membuatmu menjadi milikku sepenuhnya." Jhon kembali bergumam sambil mengelus lembut wajah tenang sang istri. Meskipun kabut gairah sudah menyelimuti dirinya, namun ia tidak mungkin membangunkan istrinya yang sudah tertidur dengan lelap itu.


"Bahkan kamu belum melepaskan gaun ini," ucapnya sembari menatap gaun yang masih di kenakan oleh istrinya.


"Sebaiknya aku melepaskan gaun ini dan menggantinya dengan baju tidur. Aku tidak ingin istriku merasa tidak nyaman karena gaun ini." Jhon mulai melepaskan gaun berwarna putih itu dari tubuh istrinya, sesekali ia menelan salivanya dengan susah payah, benda pusakanya semakin berdiri tegak saat ia melihat tubuh sang istri yang hanya tertutupi oleh dua kain kecil yang menutupi area terlarang.


Jhon menutupi tubuh sang istri dengan selimut, kemudian ia berjalan menuju kamar mandi dan mengambil handuk yang sudah di basahi oleh air hangat. Jhon mulai menyeka tubuh istrinya dengan handuk itu, ia tidak ingin sang istri nanti terbangun gara-gara tubuhnya yang lengket bekas keringatnya.


Jhon kembali menelan salivanya dengan kasar saat tangannya mulai bergerak mendekati area sensitif sang istri, tubuhnya kembali menengang, benda pusakanya terasa begitu menyesakkan.

__ADS_1


"Astaga, tahan Jhon, tangan. Besok malam kamu bisa melakukannya." Batin Jhon sembari menutup kedua matanya berusaha untuk menenangkan dirinya.


Setelah ia selesai menyeka tubuh istrinya dengan penuh perjuangan, Jhon pun mengambil piyama istrinya yang berada di dalam koper, ia mulai memakaikannya dengan hati-hati tidak ingin membuat sang istri terganggu dan bangun dari tidurnya.


Setelah selesai memakaikan piyama itu, Jhon pun kembali mendaratkan kecupannya di kening sang istri.


"Good nigt sayang, semoga mimpi indah. Dan tunggu hukumanmu besok malam." Bisiknya sembari mengelus pucuk kepala istrinya itu.


Setelah itu, Jhon langsung melangkahkan kedua kakinya menuju kamar mandi, malam ini ia terpaksa harus mandi air dingin untuk menenangkan dirinya terutama benda pusaka miliknya.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2