
Tante Monic menatap Mentari dengan sendu, tangannya terulur dan menggenggam erat tangan sahabat putrinya itu. Mentari nampak tenang, ia tidak memperlihatkan wajah sedihnya sama sekali.
"Mentari, maafkan tante, karena tante tidak bisa mendidik putri tante dengan benar. Tante benar-benar tidak menyangka jika Lisa tega mengkhianatimu sahabatnya sendiri." Tante Monic menarik nafasnya dalam-dalam, lalu membuangnya secara perlahan, matanya mulai berkaca-kaca sebagai seorang perempuan ia sangat tahu betul apa yang di rasakan oleh Mentari saat ini, apalagi dirinya juga korban tikung sahabatnya sendiri.
"Tante tidak perlu meminta maaf sama aku, ini semua bukanlah kesalahan tante dalam mendidik putri tante, ini semua sudah menjadi kehendak Tuhan. Mungkin pernikahanku dengan Alex memang hanya dapat bertahan tiga bulan saja." Ucap Mentari sambil mengelus punggung tangan tante Monic berusaha untuk menenangkannya.
Air mata tante Monic mulai terjatuh membasahi wajahnya yang mulai keriput namun masih saja terlihat sangat cantik. Hatinya terasa sangat teriris seakan-akan ia berada dalam posisi gadis yang kini jusru menenangkan dirinya, mama dari sahabat busuknya itu.
__ADS_1
Tante Monic melepaskan genggaman tangan Mentari, ia mulai beranjak dan menghampiri Mentari, kemudian memeluknya dengan erat. "Kamu memang gadis yang sangat baik, Mentari. Tante benar-benar tidak mengerti kenapa Lisa bisa sejahat itu sama kamu. Selama ini tante selalu berpkir jika Lisa adalah gadis polos sama sepertimu, namun ternyata semua itu hanyalah kahyalan tante saja."
Mentari mengelus punggung tante Monic dengan lembut, ia juga tidak mengerti mengapa sikap dan sifat Lisa sangat berbeda jauh dari ibunya? Apakah Lisa benar-benar putri kandung tante Monic?
Mentari melepaskan pelukan tante Monic dengan pelan, tangannya terulur menghapus air mata yang masih menetes di wajah ibu sahabatnya itu. "Kenapa tante menangis? Bukankah aku baik-baik saja sekarang?" Ucap Mentari sembari memperlihatkan senyumannya yang indah. "Jangan menangis lagi, tante. Nanti cantik tante akan hilang, loh." Sambungnya lagi membuat sudut bibir tante Monic terangkat.
"Kenapa aku harus membenci, tante?" Tanya Mentari selalu bernada lembut dan halus.
__ADS_1
"Karena tante adalah ibu dari perempuan yang sudah menghancurkan rumah tanggamu, Mentari." Jawab tante Monic membuat Mentari kembali tersenyum dan berkata.
"Kesalahan yang di lakukan oleh Lisa, bukanlah kesalahan tante. Jadi untuk apa aku harus membenci tante karena perbuatan Lisa itu? Tante aku bukanlah orang picik, aku tidak akan menyalahkan tante atau pun membenci tante hanya karena tante adalah ibu kandung perempuan yang sudah menghancurkan rumah tanggaku."
Tapi aku juga minta maaf sama tante, karena mungkin aku tidak akan bisa memaafkan semua kesalahan Lisa terhadapku. Aku tidak sebaik yang tante pikirkan." Ucap Mentari terlihat dengan wajahnya yang terlihat tenang tidak seperti seseorang memiliki masalah.
"Tante mengerti, dan tante tidak akan memaksamu untuk memaafkan kesalahan Lisa yang sangat fatal itu. Bagi tante, kamu adalah perempuan yang paling baik, tante sangat yakin suatu saat nanti, pasti akan ada seorang laki-laki yang benar-benar mencintaimu dan menjagamu dengan tulus." Ujar tante Monic membuat Mentari seketika mengingat seseorang yang selalu mengganggunya beberapa hari ini.
__ADS_1
Bersambung.