Balas Dendam Atas Lukaku

Balas Dendam Atas Lukaku
Berbunga-bunga


__ADS_3

Mentari mengalihkan pandangannya ke arah lain, detak jantungnya mulai berpacu dengan sangat cepat, bahkan tubuhnya terasa memanas saat suaminya itu sengaja mengelus lembut perut ratanya itu.


"Sayang, apakah kamu sudah memikirkam hadiah apa yang akan kamu berikan kepada suamimu ini." Jhon berbisik di telinga istrinya, ia sengaja menghembuskan nafasnya dan juga menggigit kecil cuping telinga sang istri, membuat bulu kuduk sang istri meremang seketika.


"Sayang, kenapa kamu diam saja?" Bisikkan Jhon kembali terdengar di telinga Mentari membuat tubuh Mentari semakin memanas, di tambah lagi tangan suaminya itu tidak bisa diam, terus menerus mengelus perut ratanya itu semakin membuat Mentari tidak karuan.


"Ja,,, jangan seperti ini, Jhon..." Sebelum Mentari menyelesaikan ucapannya, jari telunjuk Jhon sudah menempel sempurna di bibir manisnya itu.


"Ssssst.... Panggil aku sayang, istriku." Bisik Jhon sembari mengecup daun telinga sang istri.


"Sayang, jangan seperti ini, aku,,, aku merasa tidak nyaman." Lirih Mentari terdengar begitu menggoda di telinga si raja bucin itu. Bahkan benda pusakanya sudah berdiri tegak, seiring dengan sentuhan-sentuhan tangan nakalnya yang ia berikan kepada istri kesayangannya itu.


"Sayang, sepertinya aku menginginkanmu sekarang." Ucap Jhon dengan nada suara yang terdengar begitu berat, menahan hasrat yang semakin memuncak akibat ulahnya sendiri.


"Sayang! Jangan becanda! Ini tidak lucu sama sekali." Seru Mentari sambil menatap suaminya yang kini sudah di landa kabut gairahnya.

__ADS_1


"Sayang, apakah aku terlihat sedang becanda?" Ucap Jhon sembari menangkup wajah sang istri dan menatapnya penuh gairah. "Aku sungguh-sunguh menginginkanmu, sekarang. Boleh ya." Jhon kembali berucap, nada suaranya semakin berat menandakam bahwa dirinya memang sedang menginginkan istrinya saat itu juga.


"Aku..... " Belum sempat ia menjawab permintaan sang suami, tiba-tiba saja ponsel suaminya berbunyi, menandakan adanya panggilan masuk dari seseorang. Jhon langsung mendengus, ia sangat kesal karena lupa mengaktifkan mode silent di hapenya.


"Sayang ada yang menghubungimu." Ucap Mentari sambil melepaskan tangan suaminya yang masih mengelus lembut perut ratanya itu.


"Hmm biarkan saja, sayang. Jangan memghiraukannya." Jawab Jhon sembaru memeluk tubuh istrinya.


"Sayang, angkat dulu telponnya. Siapa tahu itu penting kan." Ucap Mentari sembari melepaskan diri dari suaminya itu.


"Si kutukupret, ngapain dia telpon gue pagi-pagi begini." Jhon kembali membatin ketika ia melihat nama sepupunya di layar ponselnya itu.


Jhon langsung menggeser tombol berwarna hijau, lalu menempelkan ponsel itu di telinga kanannya.


"Ada apa lo ganggu gue pagi-pagi begini?" Tanya Jhon dengan kesal.

__ADS_1


"Ada apa, lo tanya? Dasar sepupu gak punya hati, gak punya perasaan, lo nikah kagak bilang-bilang sama gue, lo anggap gue ini apa hah!" Seru Rey terdengar lebih kesal dari si raja bucin itu.


"Yang penting sekarang lo udah tau kan." Jawab Jhon santai.


Lalu setelah itu, Jhon pin memutuskan sambungannya secara sepihak, ia kembali menaruh ponselnya di atas nakas.


"Sayang, siapa yang menghubungimu barusan?" Tanya Mentari penasaran.


"Oh itu seseorang yang tidak ada kerjaan." Jawab Jhon kembali membawa istrinya ke dalam pelukannya.


"Sayang, sebaiknya kita mandi sekarang, karena perutku sudah lapar." Ucap Mentari terdengar begitu manja di telinga si raja bucin itu.


"Baiklah, sayang. Ayo kita mandi bareng." Jawab Jhon sembari memperlihatkan senyuman bahagianya. Tanpa menunggu jawaban dari istrinya, Jhon pun langsung menggendong sang istri, lalu ia berjalan menuju kamar mandinya dengan perasaan yang berbunga-bunga.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2