Balas Dendam Atas Lukaku

Balas Dendam Atas Lukaku
Baby Al and baby Alice. Ending


__ADS_3

Mama Celine menggendong bayi laki-laki, sementara mama Natalia menggendong bayi perempuan, keduanya nampak sangat bahagia dapat menggendong cucu-cucu pertama mereka. Jhon yang sedari tadi berdiri di samping kiri sang istri pun bergerak menghampiri sang mama.


"Mah, aku juga mau menggendongnya." Ucap Jhon sambil mengusap pipi lembut bayi laki-laki nya. Bergantian dengan bayi perempuannya.


"Iya, Jhon. Sabar dulu, nanti mama kasih kamu gendong, kok. Sekarang baby nya mama kasih ke Mentari dulu," Jawab sang mama sambil memberikan baby itu kepada Mentari.


Dengan senang hati Mentari pun menerima baby itu.


"Kalian mau kasih nama apa untuk baby twins yang menggemaskan ini?" Tanya mama Natalia sambil berjalan dan berdiri di samping ranjang pasien putrinya.


Jhon kembali berdiri di tempat asalnya, ia mengusap lembut wajah sang istri, lalu ia berkata dengan nada suaranya yang sangat lembut.


"Sayang, kamu mau kasih nama apa untuk baby kita?" Tanya Jhon dengan tatapan penuh cinta.


"Aku belum menemukan nama yang cocok untuk baby kita, sayang. Bagaimana kalau kamu yang ngasih namanya?" Jawab Mentari di iringi dengan helaan nafasnya.


"Sayang, kalau kalian masih bingung, sebaiknya kalian di pikirkan dulu matang-matang, kalau udah nemu nama yang cocok baru kalian kasih nama baby kalian." Seru mama Celine yang di benarkan oleh mama Natalia.


"Benar kata mama Celine, lebih baik kalian pikirkan dulu matang-matang, cari nama yang paling cocok untuk putra putri kalian. Jangan sampai asal kasih nama." Timpal mama Natalia sambil memberikan bayi yang ada dalah gendongannya kepada suaminya.


"Iya, mah. Kita juga lagi nyari nama yang cocok untuk baby kita, mah." Jawab Jhon sambil berpikir keras mencari nama yang cocok untuk baby twins nya.


"Bagaimana kalau kita kasih nama Alice Quensha Roseline, sama Alvian Narendra Alfarizzy." Ucap Mentari setelah ia mencari nama yang sangat cocok untuk putra dan putrinya.

__ADS_1


Pak Geri, pak Calvin, mama Natalia dan juga mama Celine mengangguk setuju, begitu pula dengan Jhon. Ia sangat setuju dengan nama yang di berikan oleh istri tercintanya itu. Terlebih nama yang di berikan oleh istri tercintanya itu memiliki makna yang bagus, tentu saja semua yang ada di dalam ruangan itu akan langsung menyetujuinya.


"Aku setuju, sayang. Bagaimana, mah, pah? Apa kalian setuju?" Tanya Jhon sambil menatap mama, papa, dan juga mertuanya secara bergantian.


"Kita semua sangat setuju, sayang. Nama-nama itu sangat cocok untuk baby twins yang menggemaskan ini, iya kan Nat?" Seru mama Celine sambil menatap besannya yang sudah seperti sahabatnya sendiri.


"Iya, Cel. Aku juga sangat setuju." Jawab mama Natalia kembali mendapat anggukkan kepala dari pak Geri juga pak Calvin.


"Jadi semuanya sudah setuju dengan nama yang di berikan oleh Tari, dan untuk nama panggilannya, kita ambil dari nama depannya saja, bagaimana?" Seru Jhon meminta pendapat dari mama, papa dan juga mertuanya.


Keempat manusia berbeda jenis kelamin itu mengangguk berbarengan, menansakan bahwa mereka setuju dengan apa yang di ucapkan oleh Jhon barusan.


"Sayang, apa kamu juga setuju?" Tanya Jhon beralih pada istri tercintanya.


"Ya. Aku setuju, sayang." Jawab Mentari masih sedikit lemah.


"Selamat datang di dunia ini, sayang. Semoga kalian menjadi anak yang berbakti di selalu di berkati oleh Tuhan. Selamat datang baby Al and baby Alice kesayangan papa dan mama," bisik Jhon lalu memberikan ciuman hangatnya di kening putra dan putrinya itu.


Semuanya nampak berbahagia, terutama Mentari dan juga Jhonatan, mereka berdua benar-benar sangat bahagia karena Tuhan telah menitipkan dua baby yang sangat lucu dan menggemaskan. Mentari benar-benar tidak menyangka jika kehamilan pertamanya, ia di percaya untuk mengurus dua baby sekaligus. Tuhan benar-benar sangat menyayanginya, Tuhan benar-benar telah memberkatinya.


Berbeda dari mereka yang saat ini sedang berbahagia, Egi nampaknya harus sibuk mengurus pekerjaan si bos bucinnya itu, bahkan ia lebih sibuk daripada yang ia bayangkan. Semua pekerjaan sang bos ia handle, tidak ada kesempatan untuk dirinya mencari cinta sejati seperti bos bucinnya tersebut. Sepertinya si asisten datar itu di takdirkan untuk menjadi jomblo sejati atau di sebut juga High Quality sampai ia benar-benar menemukan cinta sejatinya yang ntah kapan ia akan menemukannya.


Tapi tenang saja, Eg. Bukan hanya kamu doang kok yang jomblo, masih ada dua cecunguk yaitu Ricard dan juga Robert. Jadi kalian bertiga buat group trio jomblo saja, ya.

__ADS_1


Sementara itu, Rey yang dulu pernah tertarik kepada Mentari, kini ia sudah menemukan cinta sejatinya. Wanita itu adalah Aurel, teman yang menjadi sahabat Mentari. Wanita yang tanpa sengaja bertabrakkan dengannya beberapa bulan yang lalu. Rey dan Aurel kini sudah resmi menjadi pasangan kekasih, mereka nampaj bahagia saat mendengar kelahiran baby twins istri sepupu sekaligus sahabat Aurel itu.


Di tempat lain, Lisa masih saja merenungi kesalahannya karena sudah memanfaatkan Alex, laki-laki yang tidak akan pernah bisa lagi ia jumpai seumur hidupnya. Lisa benar-benaelr sangat terpukul atas kepergian Alex, bahkan sampai saat ini pun ia masih merindukan Alex. Lisa merasa hidupnya sudah tidak berguna lagi, ia juga sesekali berusaha untuk mengakhiri hidupnya, beruntunglah dia memiliki orangtua seperti tante Monic. Tante Monic selalu ada di sampingnya, karena saat ini Lisa sudah keluar dari penjara atas permintaan Mentari.


***


Kehadiran baby twins, membuat kebahagiaan Jhon semakin bertambah, rumah tangganya semakin sempurna dan harmonis tentunya. Bahkan kebucinannya semakin menjadi saja. Jhon selalu memperlakukan sang istri dengan sangat baik, juga penuh kasih sayang, bahkan ia rela bergadang, mengajak putranya bermain, dan membiarkan sang istri untuk tetap tidur nyenyak. Maklumlah, baby Al selalu terbangun tengah malam, berbeda dengan baby Alice yang hanya terbangun saat merasa haus saja.


Terima kasih banyak buat kalian yang sudah mengikuti ceritaku, mohon maaf karena aku tidak bisa balas komentar kalian satu persatu. Dan mohon maaf, cerita ini harus berakhir sampai di sini. Salam sayang untuk kalian.😘😘😘😘


Salam sayang dariku, jangan merindukanku ya, karena rindu itu berat seperti dosa. Astaga ngomong apaan sih kamu raja bucin.



Kasih senyum aja ya.😘😘😘😘



I Love you.😘😘😘



Miss you

__ADS_1



Tamat.


__ADS_2