Balas Dendam Atas Lukaku

Balas Dendam Atas Lukaku
Pantas mati


__ADS_3

Lisa memakai lingerie yang begitu sexy, lekuk tubuhnya yang indah membuat laki-laki hidung belang manapun ingin menerkamnya dan membaringkannya di atas ranjang. Mencumbunya dengan penuh gairah, membawanya ke angkasa raya.


"Hah!" Lisa mendesah pelan, tangannya meraih parum yang biasa ia pakai saat ia ingin bercinta. Lalu menyemprotkan parfum itu di seluruh tubuhnya. "Sempurna." Gumamnya dengan bangga saat melihat tubuhnya dari balik cermin.


"Ah betapa bodohnya laki-laki yang menolakku itu. Apakah dia tidak tahu jika aku memiliki tubuh yang begitu indah dan menggoda seperti ini." Ucapnya sembari meletakkan parfum itu di atas meja riasnya. Ucapan itu tentu saja ia tujukan untuk Jhon, laki-laki yang sama sekali tidak tertarik dengan dirinya. Bahkan Jhon terlihat begitu membencinya berbeda dari laki-laki lainnya yang akan langsung menatapnya penuh gairah, salah satunya adalah Alex.


Ah mengingat nama Alex, membuat Lisa mendengus kesal, laki-laki itu kini sudah sangat membenci dirinya dan menyalahkannya karena sudah membuat menghancurkan rumah tangganya. Bukankah Alex juga salah dalam hal itu? Lalu mengapa Alex hanya menyalahkan dirinya? Dasar laki-laki badjingan! Pikir Lisa dengan kedua tangan mengepal kuat menahan amarah.


"Lupakan laki-laki brengsek itu. Bukankah sekarang ada Toni? Jadi, untuk apa aku harus memikirkan badjingan itu, toh dia maupun Toni sama saja bukan? Sialan.... Kenapa Jhon berbeda dari mereka?" Lisa mendengus, ia meraih ponselnya, lalu menyalakannya.


Lisa mulai membuka galeri photonya, di sana photo Jhon masih ada tersimpan dengan sangat rapi. "Andai saja Jhon sama seperti badjingan itu, pasti aku akan sangat bahagia sekarang." Gumamnya sembari membayangkan tubuhnya di jamah oleh laki-laki yang menjadi obsesinya itu.

__ADS_1


Suara pesan masuk membuat Lisa kembali ke alam sadarnya. Lisa segera memeriksa pesan itu yang ternyata dari Toni laki-laki yang akan bercinta dengannya malam ini.


*Aku sudah di depan apartementmu.*


Lisa tersenyum saat membaca isi pesan itu, kemudian ia pun segera bangkit dari kursinya dan berjalan menuju pintu apartementnya.


Lisa segera membuka pintu apartemennya, ia sudah tidak sabar menunggu Toni dari 3 jam yang lalu.


"Kenapa kamu lama se,,,,, ka,, li." Betapa terkejutnya ia ketika melihat wajah Toni yang sudah babak belur penuh dengan luka. Bahkan tubuhnya di cekal oleh seseorang yang sangat Lisa kenal, siapa lagi kalau bukan Egi si asisten datarnya Jhon. Lisa perlahan mulai mundur ke belakang, sementara si asisten datar itu, langsung mendorong tubuh Toni hingga tersungkur di bawah kaki Lisa.


"Mau lapor polisi? Silahkan saja, Lisa. Tapi aku sangat yakin sebelum polisi datang kemari. Kalian berdua sudah berubah menjadi mayat." Jhon tiba-tiba saja muncul dari belakang tubuh asistennya. Sontak saja membuat Lisa semakin terkejut. Aura yang di pancarkan oleh mantan tunangannya itu begitu menakutkan, seolah-olah mantan tunangannya itu ingin memakannya hidup-hidup.

__ADS_1


"Jhon.... A,,, apa mak,,,, maksudmu? A,,,, aku sama se,,,,sekali tidak mengerti." Ucap Lisa gugup.


"Tutup pintunya, Eg." Perintah Jhon kepada asistennya itu. Egi mengangguk ia segera menutup pintu apartemen Lisa, semakin menambah rasa takut dalam diri Lisa.


"Ka,,,, kamu ma,,, mau apa, Jhon... " langkah kaki Lisa kembali mundur, Jhon terlihat benar-benar sangat menakutkan. "Apakah Jhon sudah mengetahui semuanya? Tapi,,,, bagaimana mungkin?" Batin Lisa bertanya-tanya.


"Tentu saja aku ingin membunuhmu, Lisa." Dengan cepat tangan Jhon mencekik leher jenjang Lisa. "Kamu sudah berani mencelakai Mentari, jadi kamu harus menanggung akibatnya." Ucap Jhon dengan nada suara yang begitu menakutkan.


"Jhon... Ka,,, kamu,,,, ti,,, tidak mu,,,, mung,, kin mem,,,, bu,, nuh,, ku."


Jhon tertawa, tawanya begitu menyeramkan. "Wanita iblis sepertimu pantas mati. Aku sudah mengetahui semuanya, Lisa. Penyebab kecelakaan Mentari yang membuatnya amnesia itu adalah ulahmu kan? Lima tahun yang lalu kamu menyuruh bajingan itu untuk membunuh kekasihku, dan lima tahun kemudian kamu menyuruh bajingan itu untuk melakukan hal yang sama. Apakah kamu pikir, kamu akan berhasil seperti lima tahun yang lalu?"

__ADS_1


Jhon melempar tubuh Lisa dengan kasar hingga terbentur tembok. Lisa semakin ketakutan, wajahnya terlihat sangat pucat seperti mayat hidup. "Ka,,, kamu sa,,, salah paham, Jhon. A,,, aku sa,, sama sekali tidak.... Mencelakai Men,,, Mentari." Lisa terus mengelak, dan itu semakin membuat Jhon muak dan ingin segera menghabisinya saat itu juga.


Bersambung.


__ADS_2