Balas Dendam Atas Lukaku

Balas Dendam Atas Lukaku
Itu hal wajar


__ADS_3

Mentari tersenyum ketika membaca pesan dari mama mertuanya yang mengajaknya untuk bertemu di salah satu restauran yang cukup terkenal di kota Jakarta. Mentari sangat yakin jika Alex sudah memberitahukan sang mama tentang gugatan cerai yang ia layangkan kepada Alex tempo hari.


*Baik, mah. Aku akan kesana sekarang.*


Mentari langsung mengirimkan pesan itu kepada mama mertuanya, ia sudah tidak sabar dengan apa yang akan di bicarakan oleh mama mertuanya nanti.


Mentari menyimpan ponselnya di dalam tas kecil miliknya, lalu setelah itu ia pun mulai melangkahkan kedua kakinya keluar dari dalam kamarnya. "Aku sudah tidak sabar, apa yang akan mama bicarakan sama aku? Apakah ia akan memintaku untuk membatalkan gugatan ceraiku? Atau mungkin ia akan bertanya alasan mengapa aku menceraikan putra kesayangannya itu? Ah ntahlah, nanti juga aku akan mengetahuinya." Batin Mentari sambil berjalan menuruni anak tangganya satu persatu.


"Sayang, kamu mau kemana?" Tanya mam Natalia ketika melihat putrinya yang sudah rapi dan berjalan ke arahnya.


"Aku mau keluar dulu sebentar, mah." Jawab Mentari sambil mencium punggung tangan sang mama.


"Pergi kemana?" Tanya mam Natalia penasaran.


"Mama Alex memintaku untuk bertemu, mah. Jadi aku harus menemuinya." Jawab Mentari membuat kerutan tergambar jelas di kening mam Natalia.


"Ngajak bertemu? Sepertinya dia sudah tahu tentang gugatan ceraimu terhadap putranya itu."


"Sepertinya memang begitu, mah. Yasudah aku pergi dulu ya, mah." Ucap Mentari, kemudian mencium pipi kanan dan kiri sang mama.

__ADS_1


"Di antar pak supir, ya."


"Iya, mom's." Jawab Mentari sambil memperlihaktan senyumannya yang manis.


Setelah itu, Mentari pun langsung bergegas pergi melangkahkan kedua kakinya meninggalkan mama Natalia sendirian.


***


Mentari sudah tiba di salah satu restauran mewah yang berada di kota Jakarta. Ia pun segera turun dari mobilnya, kemudian ia melangkahkan kedua kakinya memasuki restauran tersebut. Ia tersenyum ketika melihat mama mertuanya sudah duduk manis di salah satu kursi yang berada dekat jendela. Dengan segera Mentari pun membawa kedua kakinya menghampiri mama mertuanya.


"Maaf, mah. Jalanan sedikit macet, jadi aku sedikit terlambat." Ucap Mentari dengan ramah seperti biasanya.


Mentari pun segera menarik kursi yang berada di hadapan bu Widia, kemudian ia duduk dan menaruh tas kecilnya di atas meja.


"Apa yang ingin mama bicarakan?" Tanya Mentari sedikit tidak sabaran.


Bu Widia terlihat menghela nafasnya, ia menatap menantunya lalu berkata. "Jangan terburu-buru, Mentari. Masih banyak waktu untuk kita mengobrol. Jadi sebaiknya kita memesan makanan dulu."


"Aku belum lapar, mah. Mama saja yang pesan." Jawab Mentari sopan.

__ADS_1


"Baiklah, kalau begitu." Ucap bu Widia sambil meraih menu makanan yang ada di atas meja. Tanpa menunggu lebih lama lagi, bu Widia pun langsung memesan makanannya, tak lupa ia juga memesan minuman untuk menantunya itu.


Setelah selesai memesan makanannya, bu Widia kembali menatap Mentari, membuat Mentari langsung mengernyitkan keningnya dan bertanya.


"Ada apa, mah?"


"Mentari, apa benar kamu menggugat cerai Alex?" Tanya bu Widia yang mendapat anggukkan kepala dari Mentari. "Apa kamu tidak bisa membatalkan gugatanmu itu, Mentari?" Tanya bu Widia kembali.


"Tidak bisa, mah. Keputusanku sudah bulat."


"Mentari, pernikahan kalian ini baru tiga bulan, dan kamu sudah menggugat cerai suamimu hanya karena Alex selingkuh dari kamu. Apa kamu ini tidak keterlaluan?" Ucap bu Widia membuat Mentari langsung tersenyum dingin.


"Keterlaluan? Kenapa aku yang keterlaluan, mah? Bukankah Alex yang sudah mengkhianati pernikahan kita? Alex yang sudah berselingkuh dengan sahabatku sendiri, mah. Seharusnya Alex yang sudah sangat keterlaluan, pernikahan kita baru tiga bulan, tapi dia sudah berselingkuh dan mengkhianatiku." Seru Mentari dengan nada suaranya yang dingin.


"Mama tahu kalau Alex salah, tapi Alex sudah menyesali perbuatannya, Mentari. Lagian wajar bagi seorang laki-laki normal tergoda oleh seorang wanita cantik. Jadi, mama harap kamu mau memaafkan kesalahan Alex dan membatalkan gugatan ceraimu itu. Mama tidak ingin melihat Alex menderita." Tegas bu Widia membuat Mentari tertawa.


"Menurut mama itu wajar tapi tidak dengan aku, mah. Perselingkuhan Alex dengan Lisa itu tidak bisa di maafkan dan tidak termaafkan. Sekalipun Alex memohon kepadaku dan berlutut di bawah kakiku, aku tetap tidak akan pernah memaafkannya. Meskipun mama memohon kepadaku, aku tetap dengan pendirianku, mah. Aku tidak akan pernah membatalkan gugatan ceraiku." Ucap Mentari tetap berusaha untuk tidak terpancing emosinya.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2