Balas Dendam Atas Lukaku

Balas Dendam Atas Lukaku
Sejak kapan kamu menyukai putriku


__ADS_3

Rumah sakit.


Mentari mulai membuka kedua bola matanya secara perlahan, tatapan matanya langsung menangkap sosok laki-laki tampan yang sedari tadi menggenggam erat tangannya dan menatapnya penuh dengan kekhawatiran.


"Sayang, akhirnya kamu sadar juga." Jhon nampak sangat bahagia melihat pujaan hatinya sudah membuka kedua matanya.


"Terima kasih kamu sudah menyelamatkanku, Jhon. Jika kamu tidak ada, mungkin saja aku.... " Ucapan Mentari tercekat di tenggorokkan saat jari telunjuk Jhon menempel di bibirnya.


"Ssst.... Jangan di teruskan lagi, Mentari. Aku tidak ingin mendengar hal buruk tentangmu."Ucap Jhon dengan nada suara yang terdengar berat. "Dan aku berjanji, mulai saat ini, aku akan melindungimu seumur hidupku." Ucapnya lagi terlihat begitu serius membuat Mentari tersenyum.


"Jhon... "


"Ada apa, sayang? Apakah ada yang kamu rasakan?" Tanya Jhon dengan sangat lembut dan juga tatapan matanya begitu dalam sama seperti dulu.


"Aku sudah mengingat semuanya." Ucap Mentari membuat senyuman manis di sudut bibir Jhon semakin mengembang.

__ADS_1


"Benarkah?" Tanya Jhon memastikan kembali ucapan Mentari barusan. Mentari hanya mengangguk pelan dengan tatapan mata yang masih mengarah pada laki-laki yang sudah menyelamatkan nyawanya itu.


"Jadi, apa kamu mengingat apa penyebab kamu kecelakaan dulu?" Jhon kembali bertanya lagi. Ia benar-benar sangat penasaran tentang penyebab kecelakaan yang di alami oleh pujaan hatinya dulu.


Mentari menarik nafasnya dalam-dalam, ia tentu saja mengingat apa penyebab kecelakaannya dulu. Mentari juga ingin menanyakan kebenaran tentang ucapan Lisa lima tahun yang lalu itu.


Baru saja Mentari akan membuka mulutnya, tiba-tiba saja pintu ruangan terbuka menampilkan sosok wanita setengah baya memasuki ruang pasien itu.


"Sayang, apa yang terjadi? Kenapa kamu bisa ada di rumah sakit?" Tanya wanita itu yang tak lain adalah mama Natalia.


"Mah, aku tidak apa-apa kok. Aku baik-baik saja, mama tidak perlu khawatir ya." Ucap Mentari berusaha untuk menenangkan mamanya itu.


"Bagaimana mungkin mama tidak khawatir, melihat keadaanmu seperti ini?" Mama Natalia menatap putrinya dengan sendu, ia terlihat begitu mengkhawatirkan putri satu-satunya itu.


"Tapi sekarang aku baik-baik saja, mah. Jhon yang sudah menyelamatkanku tadi." Ucap Mentari membuat mama Natalia seketika menyadari kehadiran Jhon yang kini sedang berdiri tidak jauh darinya.

__ADS_1


Mama Natalia langsung menatap ke arah Jhon, ia tersenyum kemudian berkata. "Terima kasih Jhon, kamu sudah menyelamatkan putri tante. Tante tidak tahu jika kamu tidak ada, mungkin kecelakaan itu... "


"Tante, jangan membahas kecelakaan itu lagi, ya. Sekarang yang terpenting adalah Mentari selamat. Dan tante tidak perlu berterima kasih sama aku, karena bagiku, Mentari adalah perempuan yang paling berharga dalam hidupku, dan menyelamatkan Mentari sudah menjadi kewajibanku. Aku berjanji, aku akan melindungi putri tante seumur hidupku." Ucap Jhon begitu serius. Mentari yang mendengar ucapannya pun tersipu malu. Bagaimana mungkin Jhon mengatakan hal itu langsung sama mamanya?


Mama Natalia tersenyum mendengar ucapan laki-laki muda itu, meskipun ia baru mengenal Jhon, tetapi ia merasa Jhon adalah laki-laki yang tepat untuk putri satu-satunya itu.


"Sejak kapan kamu menyukai putri tante?" Tiba-tiba saja mama Natalia bertanya seperti itu. Jhon nampak tersenyum, baru saja ia akan membuka mulutnya, namun tiba-tiba saja pintu ruangan itu terbuka. Seorang pria berjalan masuk dan menghampiri Jhon.


"Bagaimana?" Tanya Jhon tidak sabaran.


"Saya sudah menemukannya, bos." Ucap laki-laki itu yang tak lain adalah Egi si asisten datar itu.


"Baiklah, mari kita pergi kesana sekarang." Ucap Jhon tidak sabaran.


Sebelum Jhon pergi, ia terlebih dahulu berpamitan dengan Mentari dan juga mama Natalia. Setelah berpamitan, Jhon dan juga Egi pergi melangkahkan kedua kakinya keluar dari ruangan itu.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2