Balas Dendam Atas Lukaku

Balas Dendam Atas Lukaku
Aku tidak ingin berpisah


__ADS_3

"Yasudah sekarang kita sarapan dulu, ya. Jangan sampai karena masalah ini nafsu makanmu jadi berkurang. Mama tidak ingin kamu sakit." Ucap mam Natalia yang mendapat anggukkan kepala dari Mentari.


"Mama tenang saja, nafsu makanku masih sama kok." Kekeh Mentari membuat papa dan mamanya tersenyum. Lalu setelah itu mereka pun mulai menyantap sarapannya dengan tenang.


Setelah menyelesaikan sarapannya Mentari langsung menyiapkan dokumen-dokumen dan juga surat gugatan cerai yang akan ia bawa ke pengadilan negeri. Setelah semuanya siap, Mentari pun langsung pergi menuju pengadilan negeri bersama sang mama.


Hanya membutuhkan waktu satu jam bagi Mentari untuk tiba di pengadilan tersebut. Mentari segera memarkirkan mobilnya, lalu mematikan mesin mobil itu, kemudian membuka pintu mobilnya dan keluar. Mentari menarik nafasnya dalam-dalam dan membuangnya secara perlahan.


"Apa kamu sudah siap, sayang?" Tanya sang mama sambil mengusap pundak putrinya itu.


Mentari tersenyum sambil menganggukkan kepalanya pelan. "Siap, mah. Ayo kita masuk." Ajak Mentari yang mendapat anggukkan kepala dari sang mama. Tanpa menunggu lebih lama lagi, keduanya pun segera melangkahkan kedua kakinya memasuki tempat yang akan menjadi saksi perpisahan Mentari dengan suaminya itu.


***

__ADS_1


Alex melempar seluruh barang yang ada di kediamannya. Ia melampiaskan amarahnya pada barang-barang yang tak bersalah itu, sementara itu di ujung pintu, terlihat seorang wanita tengah berjalan menghampiri dirinya. Alex sama sekali tidak memperdulikan keberadaan perempuan itu, yang ada di pikirannya saat ini hanyalah istrinya Mentari yang saat ini sudah menggugat cerai dirinya.


Perempuan itu terdiam ketika melihat rumah itu berantakan, apalagi Alex yang terlihat seperti orang kesurupan, bahkan para pelayan pun tidak ada yang berani menghampirinya.


"Alex.... " Panggil perempuan itu yang taj lain adalah Lisa selingkuhannya.


Alex seketika terdiam, ia berbalik dan menatap Lisa dengan tatapan yang sangat sulit untuk di artikan. Lisa perlahan melangkahkan kedua kakinya menghampiri Alex. "Ada apa denganmu, sayang? Kenapa kamu seperti ini?" Tanya Lisa dengan nada suaranya yang begitu lembut dan halus.


"Membantuku?" Alex tersenyum dingin, tatapan matanya pun berubah menjadi tajam membuat Lisa sedikit terkejut, baru pertama kalinya Alex menatapnya dengan tatapan tajam seperti itu. "Apa kamu yakin bisa membantuku, Lisa?" Tanya Alex dengan nada suara yang terkesan dingin.


"Ya. Tentu saja, aku pasti bisa membantumu, sayang. Jadi katakan apa masalahmu sampai-sampai kamu menghancurkan barang-barang di rumahmu sendiri?" Lisa tersenyum, ia kembali mengelus lengan suami sahabatnya itu.


"Bantu aku agar aku tidak berpisah dengan istriku. Apakah kamu bisa?" Ucap Alex masih dengan nada suaranya yang dingin.

__ADS_1


"Maksudmu, apakah Mentari meminta pisah darimu?" Tanya Lisa terlihat tidak percaya.


"Ya. Dia menggugat cerai ku Lisa. Dia ingin berpisah dariku. Apakah kamu bisa membantuku untuk membujuknya agar dia mau memaafkan kesalahanku?" Pinta Alex terlihat frustasi membuat Lisa menggeram kesal.


"Kalau dia ingin berpisah darimu, kenapa kamu tidak menurutinya saja, sayang. Dengan begitu kita bisa menikah dan hidup bahagia bukan?" Ucap Lisa masih tetap mempertahankan nada suaranya yang lembut. "Sialan. Kenapa semuanya jadi kacau seperti ini? Kenapa Mentari yang meminta pisah dari Alex? Ini semua bukan yang aku inginkan. Argh brengsek." Batin Lisa sambil berusaha untuk menahan emosi dalam dirinya.


Alex tertawa keras, ia menghempaskan tangan Lisa dari lengannya dengan cukup kasar membuat Lisa begitu terkejut. "Aku tidak ingin berpisah dengan istriku, Lisa. Aku mencintainya, sangat mencintainya. Dan aku tidak ingin menikah denganmu, Lisa. Aku menyesal karena aku sudah mengkhianati istriku, aku sangat menyesal." Ucap Alex semakin membuat amarah dalam diri Lisa meluap.


"Apa maksudmu? Bukankah kamu juga mencintaiku?" Lisa menatap Alex dengan tatapan yang di buat sesedih mungkin, bahkan kristal beningnya sudah mengembang dari sudut matanya.


"Itu dulu, sekarang aku sadar, perempuan yang aku cintai hanya Mentari, istriku. Jadi sebaiknya kamu pergi dari sini. Jangan muncul lagi di hadapanku." Tegas Alex dengan nada dingin dan juga tatapan matanya yang tajam. Alex benar-benar menyesal karena sudah mengkhianati istrinya itu, sekarang ia sadar jika perempuan yang di cintainya hanyalah Mentari. Dan Lisa hanyalah godaan yang seharusnya ia dapat menahannya. Namun sayangnya, ia justru tergoda oleh cinta pertamanya itu dan kini ia harus siap kehilangan perempuab yang sangat di cintainya.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2