
Saat ini Alex sedang mengendarai mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata membelah jalanan ibu kota Jakarta. Wajahnya nampak sendu, sepertinya sesuatu sedang terjadi pada dirinya saat ini.
Alex mengusap wajahnya kasar, kali ini ia terlihat sangat frustasi. "Aaaargh... Sialan." Teriak Alex sembari memukul setir kemudinya sendiri. Bayangannya terus di selimuti oleh kemesraan mantan istri dan suami barunya.
Dua jam yang lalu.
Saat ini Alex sedang berada di salah satu restauran yang berada di kota Jakarta. Dia baru saja menyelesaikan pertemuan pentingnya dengan salah satu klien papanya. Tanpa sengaja matanya menangkap sosok wanita yang selama ini selalu saja menghantui dirinya.
"Mentari." Ucap Alex sambil menatap perempuan itu dengan mata berbinar. Wajahnya nampak sangat bahagia, namun ketika ia melihat seorang laki-laki tampan yang tak lain adalah Jhon, raut wajah Alex berubah seketika. Apalagi perlakuan Jhon begitu lembut penuh kasih sayang, intinya sangat romantis. Bahkan keromantisannya itu mengalahkan keromantisan dirinya saat masih bersama mantan istrinya dulu.
"Sayang, katanya kamu ingin makan mie ayam gm, tapi kenapa malah makan di restaruant ini hmm." Ucap Jhon sembari mencubit gemas hidung mancung istri tercintanya. Perlakuannya tak luput dari pantauan Alex yang kebetulan berdiri tidak jauh dari pasangan romantis itu.
"Gak tahu, tiba-tiba aku jadi tidak ingin makan mie ayam gm lagi. Aku jadi pengen makan ayam bakar yang ada di restaurant ini." Jawab Mentari lembut.
"Mungkin itu karena dede bayinya kali ya. Biasanya orang ngidam kan memang seperti itu." Sambungnya membuat Jhon langsung mengusap lembut perut yang sedikit buncit itu.
__ADS_1
"Iya, mungkin saja sayang." Ucap Jhon kembali membawa sang istri ke dalam dekapannya. "Kenapa pelayannya lama sekali?" Gerutu Jhon kesal karena sang istri harus menunggu ayam bakarnya sedikit lama.
"Tidak apa-apa, sayang. Pelanggannya kan bukan cuma kita aja, jadi wajar aja kalau sedikit lama." Ucap Mentari sambil mengelus wajah tampan suaminya.
"Tapi ini terlalu lama, sayang. Aku tidak ingin membuatmu menunggu kelaperan." Jhon mengecup kening sang istri lembut, hatinya sangat kesal karena si pelayan itu tidak kunjung datang juga. "Sayang kamu tunggu sebentar di sini ya, biar aku susul si pelayan tadi." Ucapnya yang mendapat gelengan kepala dari istri kesayangannya.
"Tidak perlu sayang, biarkan saja, toh aku juga belum terlalu laper kok." Seru Mentari sambil memperlihatkan senyuman manisnya membuat seseorang merasakan sesak di dadanya. Seseorang itu adalah Alex.
Tidak ingin merasakan lebih sakit lagi, Alex pun memutuskan untuk segera pergi meninggalkan restauran itu, ia melangkahkan kedua kakinya dengan cepat, tangannya terkepal kuat menahan marah, cemburu, juga sakit bercampur menjadi satu.
Alex kembali mengusap wajahnya kasar, bayangan mantan istrinya itu semakin jelas di matanya, bahkan suara lembut itu selalu saja terngiang-ngiang di telinganya.
"Sadarlah Alex, dia sudah bahagia sama suaminya. Lo harus melupakannya." Ucap Alex sambil menggenggam erat setir kemudinya.
Alex semakin melajukan kendaraannya dengan cepat, ia berusaha untuk menghilangkan bayangan mantan istrinya yang terlihat sangat bahagia bersama suami barunya itu. Namun bukannya menghilang, bayangan itu justru semakin jelas terlihat nyata di matanya.
__ADS_1
Alex benar-benar merasa frustasi sekarang, sesekali ia memukul setir kemudinya, bahkan ia tidak menyadari jika di hadapannya ada sebuah pertigaan dan sebuah mobil yang sedang melaju dengan kecepatan sedang.
Mata Alex teralihkan pada benda pipih yang berada di dashboard mobilnya. Ntah siapa yang tengah menghubunginya saat ini, yang jelas dia adalah akar penyebab dari kecelakaan yang akan di alami oleh Alex.
Saat Alex sibuk mengambil benda pipih itu, tiba-tiba saja bunyi klakson terdengar di telinganya, Alex langsung mengalihkan pandangannya dari ponsel itu, dan betapa terkejutnya ia saat ia melihat mobil berwarna hitam keluar dari pertigaan yang berada tidak jauh dari mobilnya, "Sial." Dengus Alex sembari membanting setir kemudinya ke sebelah kanan untuk menghindari tabrakkan itu, namun karena mobil yang ia kendarai terlalu cepat, ia pun tidak sempat menginjak pedal rem, dan pada akhirnya ia menabrak pembatas jalan membuat bemper mobil depannya hancur.
"Mentari,,,, maafkan aku... " Lirih Alex sebelum ia menutup kedua bola matanya tidak sadarkan dir.
Kecelakaan itu mengundang banyak perhatian orang, beberapa dari mereka langsung menghampiri mobil Alex dan membantu Alex keluar dari mobil yang hancur parah itu. Sebagian dari mereka langsung menghubungi ambulans.
Kondisi Alex benar-benar sangat memperihatinkan, darah segar terus keluar dari kepalanya, akibat benturan tadi.
Tidak lama kemudian ambulans pun datang, mereka segera bergerak mengangkat tubuh Alex dan membawanya ke rumah sakit terdekat. Salah seorang mengambil dompet milik Alex, ia mencari alamat rumah Alex karena ponsel Alex hancur tidak dapat di gunakan.
Bersambung.
__ADS_1