
Lisa terus menteskan air matanya, sesekali ia tertunduk dan tersenyum senang ketika melihat para pengunjung itu memvideokan aktingnya yang luar biasa. "Sebentar lagi lo akan hancur Mentari," batin Lisa merasa puas karena ia mendengar bisikkan-bisikan para pengunjung yang mengatakan jika Mentari adalah perempuan tidak tahu malu dan perempuan jahat yang sudah tega menyakiti hati sahabatnya sendiri.
Jhon terlihat murka, bahkan tangannya sudah mengepal dengan kuat, mulutnya ingin terbuka, namun Mentari menyuruhnya untuk diam dan tidak perlu ikut campur masalahnya dengan Lisa. "Sudah selesai?" Tanya Mentari dengan tenang sambil menatap Lisa.
"Apa maksud lo, Mentari? Kalau lo masih kekurangan laki-laki, lo boleh cari laki-laki lain, asalkan jangan Jhon, dia adalah calon suami gue." Ucap Lisa terdengar begitu menyedihkan.
Mentari tertawa, ia berjalan dan menarik salah satu kursi yang berada tak jauh dari dirinya. Mentari duduk, lalu menyilangkan kakinya. "Seharusnya gue yang berkata seperti itu sama lo, Lisa. Jika lo kekurangan laki-laki, carilah laki-laki lain, jangan suami gue, sahabat lo sendiri." Tegas Mentari membuat raut wajah Lisa berubah seketika.
Para pengunjung pun kembali berbisik-bisik, mereka mulai bertanya-tanya siapakah perempun ****** yang sebenarnya. Mentari tersenyum saat melihat raut wajah Lisa yang sudah berubah itu kemudian ia kembali berkata. "Kenapa diam? Apakah lo sedang merasa bersalah karena sudah bersellingkuh dengan suami sahabat lo sendiri? Atau lo sedang memikirkan cara untuk menyangkalnya? Atau mungkin lo sedang berpikir bagaimana gue bisa tahu tentang perselingkuhan lo dengan suami gue begitu?"
__ADS_1
"A,, apa mak,,, maksud, lo? Gue sama sekali tidak mengerti. Jelas-jelas lo yang mau merebut calon suami gue, tapi kenapa lo malah nuduh gue? Apakah ini cara lo untuk menutupi kesalahan lo di hadapan semua orang?" Ucap Lisa kembali memperlihatkan wajah memelasnya. "Sialan, bagaimana mungkin Mentari bisa tahu tentang perselingkuhan gue dengan Alex? Selama dia tidak ada bukti, semua orang tidak akan percaya, bukan?" Batin Lisa berusaha untuk tetap tenang dan berakting seolah-olah ia sedang si tuduh dan di fitnah.
Mentari tertawa sambil bertepuk tangan, lalu ia mengeluarkan ponselnya. "Bukankah lo yang sedang menutupi kesalahan lo dengan cara memfitnah orang lain? Sepertinya lo tidak akan mengakui kesalahan lo sebel ada bukti, bukan?" Mentari kembali tersenyum saat melihat Lisa yang terliha gelagapan, "baiklah mari kita lihat siapa perempuan ****** yang sebenarnya." Ucap Mentari sambil memutar video panas yang ada di ponselnya.
Mentari menunjukkannya lansgung ke depan wajah Lisa, wajah Lisa terlihat semakin memucat, tangannya bergetar, deru nafasnya tak beraturan saat melihat dirinya yang sedang bermain dengan suami sahabatnya itu. Para pengunjung yanh duduk tak jauh dari mereka pun langsung menatapnya dengan tatapan yang jijik, mereka tidak menyangka jika Lisa adalah perempuan ****** yang sebenarnya.
"Astaga, dia benar-benar tidak tahu malu berselingkuh dengan suami sahabatnya, tapi justru malah menuduh sahabatnya sendiri."
"****** tidak tahu malu."
__ADS_1
"Perempuan murahan."
"Perempuan jahat."
Banyak sekali makian-makian yang keluar dari mulut para pengunjung tersebut membuat Lisa harus menutup kedua telinganya dan berteriak. "Hentikan! Kalian semua sudah di tipu sama perempuan ****** itu, itu hanya rekayasa. Matikan videonya, cepat matikan."
Mentari kembali tersenyum, ia langsung mematikan video itu kemudian ia menampar wajah Lisa dengan sangat cukup keras membuat Lisa begitu terkejut. "Lo nampar gue? Sialan, beraninya lo nampar gue." Lisa mulai memperlihatkan wajah aslinya, tangannya terangkat berniat untuk membalas tamparan Mentari barusan. Namun sayangnya sebelum tangannya mengenai pipi mulus Mentari, Mentari sudah kembali menamparnya dengan tamparan yang semakin keras membuat wajah Lisa memerah seketika.
"Apakah lo sudah sadar sekarang?" Mentari menatap Lisa dengan tatapan yang penuh kebencian, Lisa hanya terdiam, baru kali ini ia melihat sikap Mentari yang menurutnya sangat berbeda jauh dari sebelumnya. bahkan tatapan matanya begitu menakutkan. "Lisa, Lisa. Lo pikir gue tidak tahu jika selama ini lo sudah berselingkuh dengan suami gue? Sayang sekali, seharusnya video itu menjadi kado terindah untuk pernikahan lo. Tapi lo seharusnya beruntung karena Jhon membatalkan pernikahannya dengan lo, karena kalau tidak, mungkin lo akan menanggung malu seumur hidup lo, dan gue sangat yakin jika orangtua lo akan membenci lo, karena apa? Karena lo bukan lagi anak kebanggaan mereka yang polos dan lembut."
__ADS_1
Bersambung.