
Mentari menaruh ponselnya di atas tempat tidur, lalu setelah itu, ia pun beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan melangkahkan kedua kakinya menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Dua puluh menit kemudian.
Mentari pun keluar dari kamar mandi itu, ia berjalan menuju lemari pakaiannya dan mengambil salah satu piyama berwarna pink dengan gambar kelinci di depannya. Mentari mulai melepaskan handuk kimono yang menutupi tubuhnya yang super sexy itu. Kemudian ia segera memakai piyamanya secara perlahan.
Setelah selesai, Mentari berjalan menuju meja riasnya dan duduk di kursinya. Ia mulai melakukan aktifitas yang sering di lakukan oleh sebagian perempuan yang selalu menjaga wajah cantiknya.
Setelah semuanya selesai, Mentari langsung melangkahkan kedua kakinya menuju tempat tidur. Ia menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur itu, lalu ia memejamkan kedua bola matanya secara perlahan, hingga akhirnya ia pun tertidur dengan pulas.
***
Siang harinya.
__ADS_1
Tante Monic sudah tiba di salah satu cafe yang berada di kota Jakarta. Seperti yang di ketahui, ia akan bertemu dengan Mentari sahabat putrinya, Lisa.
Tante Monic tersenyum ketika ia melihat Mentari sedang berjalan ke arahnya. "Maaf tante. Aku sedikit terlambat." Ucap Mentari merasa bersalah karena sudah membuat tante Monic menuggu.
"Tidak apa-apa, Mentari. Tante juga belum lama datang kemari. Jadi kamu tidak perlu merasa bersalah seperti itu." Jawab tante Monic dengan nadanya yang selalu saja lembut seperti dulu.
"Duduklah, sayang." Sambungnya yang mendapat anggukkan kepala dari Mentari.
Mentari menarik kursi yang berhadapan langsung dengan tante Monic, kemudian ia pun segera duduk dan menaruh tas kecilnya di atas meja.
Tante Monic menarik nafasnya dalam-dalam, lalu membuangnya secara perlahan, kemudian ia pun berkata. "Sejujurnya tante merasa tidak enak untuk menanyakannya sama kamu, tapi tante juga sangat penasaran dengan apa yang ucapkan oleh Lisa sama tante kemarin." Tante Monic kembali menarik nafasnya dalam-dalam, kemudian membuangnya secara perlahan.
"Apakah benar jika kamu sudah menggoda tunangan Lisa hingga dia memutuskan untuk membatalkan pernikahannya dengan Lisa. Maaf mungkin pertanyaan tante ini menyinggung kamu, tapi tante sangat ingin tahu kebenarannya." Jelas tante Monic terlihat merasa bersalah karena sudah menanyakan hal itu kepada Mentari.
__ADS_1
"Aku sama sekali tidak tersinggung kok, tante, jadi tante tidak perlu meminta maaf sama aku." Mentari mulai menarik nafasnya dalam, lalu membuangnya secara perlahan. "Tante, apa aku boleh jujur sama tante sekarang?" Tanyanya yang mendapat anggukkan kepala dari tante Monic.
"Sebenarnya yang di ucapkan oleh Lisa kepada tante semuanya bohong. Aku sama sekali tidak pernah menggoda tunangannya, justru Lisa lah yang sudah menggoda dan berselingkuh dengan suamiku, tante." Jelas Mentari membuat tante Monic begitu terkejut.
"Apa kamu salah paham, Mentari? Lisa tidak mungkin melakukan hal menjijikkan seperti itu." Ucap tante Monic berusaha untuk meyakinkan dirinya bahwa putri satu-satunya itu tidak melakukan hal yang di ucapkan oleh Mentari tadi.
"Apa tante tidak mempercayai ucapanku? Kalau tante tidak percaya dengan apa yang aku ucapkan tadi, tante boleh lihat beberapa bukti perselingkuhan suamiku dengan Lisa." Mentari merogoh ponsel yang berada di dalam tas kecil miliknya. Kemudian ia membuka galeri photo, lalu menyerahkannya kepada tante Monic.
"Tante bisa lihat sendiri, photo-photo ini hanyalah sebagian dari bukti perselingkuhan putri tante dengan Alex suamiku. Kalau tante masih tidak percaya, aku masih memiliki bukti video mereka berdua." Ucap Mentari terlihat begitu serius.
Deg...
Jantung tante Monic langsung berdegup kencang ketika melihat photo putri satu-satunya itu sedang bermesraan bersama suami sahabatnya sendiri. Ia sungguh tidak menyangka jika Lisa tega berbuat hal yang sangat menjijikkan seperti itu.
__ADS_1
"Lisa.... Apa yang telah kamu lakukan? Kenapa kamu tega mengkhianati sahabatmu sendiri. Dimana akal sehatmu, Lisa. Mama benar-benar kecewa sama kamu, Lisa." Batin tante Monic sambil menggenggam erat ponsel Mentari.
Bersambung.