Balas Dendam Atas Lukaku

Balas Dendam Atas Lukaku
Percaya diri


__ADS_3

Mentari menghela nafasnya kasar, yang di ucapkan oleh Jhon memang benar adanya, lagian siapa yang tidak tahu kalau perusahaan GN Group sudah berganti pemimpin?


"Sebaiknya kamu pulang sekarang, ini sudah malam." Ucap Mentari membuat Jhon mendengus kesal. Apakah pujaan hatinya itu tidak tahu kalau Jhon masih merindukannya? Jhon masih ingin berduaan dengannya, Jhon masih ingin menatap wajah cantiknya itu. Namun Mentari malah mengusirnya. Benar-benar menyebalkan.


Jhon melirik jam yang melingkar di pergelangan tangan kirinya, lalu setelah itu ia menatap pujaan hatinya. "Baru jam delapan, baby. Dan kamu sudah mengusirku pulang?" Ucapnya di iringi dengan helaan nafasnya.


"Maaf, aku sudah mengantuk, aku butuh istirahat, Jhon. Mengertilah." Seru Mentari sembari menatap Jhon berharap laki-laki itu mau mengerti.


Jhon menghela nafas beratnya, tangannya terulur menyentuh wajah cantik Mentari, membuat Mentari terkejut dan refleks menepis tangan Jhon dengan kasar.


"Apa sebegitunya kamu tidak ingin di sentuh olehku?" Tanya Jhon terlihat kecewa.


"Bukan begitu, Jhon. Aku hanya kaget saja, karena kamu tiba-tiba menyentuh wajahku." Jawab Mentari yang mendapat kekehan pelan dari Jhon.

__ADS_1


"Maaf, tanganku memang gak bisa di kendalikan jika berhadapan denganmu. Yasudah, kalau begitu aku pulang dulu ya. Selamat malam dan selamat beristirahat." Ucap Jhon sembari memperlihatkan senyumannya yang manis.


Mentari mengangguk, lalu setelah itu ia pun beranjak dari tempat duduknya. "Biar aku antar sampai depan." Mentari berkata sembari melangkahkan kedua kakinya masuk ke dalam rumahnya.


"Terima kasih." Ucap Jhon sambil mengikuti langkah kaki pujaan hatinya itu. "Dimana mamamu? Aku harua berpamitan dengannya."


"Sepertinya mama ada di dalam kamar. Mungkin dia sudah tidur, jadi kamu tidak perlu berpamitan. Nanti biar aku yang sampaikan ke mama." Jawab Mentari sambil terus berjalan menuju pintu utama.


"Meskipun tidak sopan, tapi aku akan menurutimu, karena aku juga tidak ingin mengganggu waktu isitrahat mamamu. Salam untuk tante Natalia dari calon mantunya." Ucap Jhon membuat Mentari langsung memutar kedua bola matanya malas.


"Percaya diri itu sangat penting, lagian aku sangat yakin sebentar lagi kamu pasti akan menjadi milikku." Ucap Jhon masih dengan rasa percaya dirinya yang tinggi, se tinggi Monas di Jakarta.


"Selamat berjuang tuan percaya diri!" Seru Mentari sembari membuka pintu utama dengan perlahan.

__ADS_1


"Pasti. Aku akan berjuang sampai kamu mau menerima cintaku. Sampai kamu menjadi.... " Ucapan Jhon tercekat di tenggorokkan.


"Ya ya ya. Aku tahu apa yang akan kamu ucapkan. Sebaiknya sekarang kamu pulang, ok." Sela Mentari sembari memperlihatkan senyumannya yang terpaksa.


"Baiklah, selamat malam calon istriku. Semoga mimpi indah." Ucap Jhon membuat Mentari salah tingkah. Jhon menggunakan jurus tercepatnya untuk mengecup kening Mentari, Mentari yang mendapat kecupan itu langsung membolakan kedua matanya terkejut.


Sementara si pelaku sudah berjalan dan masuk ke dalam mobilnya. "Good nigth baby." Ucap Jhon sambil melambaikan satu tangannya.


"Dasae nyebelin." Dengus Mentari sembari menatap kesal ke arah Jhon. Jhon hanya terkekeh pelan sambil menyalakan mesin mobilnya.


"Masuklah," perintahnya sebelum ia melajukan kendaraannya.


Mentari langsung melangkahkan kakinya dan masuk ke dalam rumahnya, tak lupa ia juga menutup pintu itu dengan pelan. Setelah Mentari masuk, Jhon pun mulai melajukan kendaraannya. Wajahnya terlihat sangat bahagia, bahkan senyumannya masih saja mengembang dari sudut bibirnya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2