Balas Dendam Atas Lukaku

Balas Dendam Atas Lukaku
Ingatan kembali.


__ADS_3

Ingatan Mentari kembali pada masa lima tahun yang lalu


FlashBack ON


Air mata Mentari terus menerus jatuh membasahi wajah cantiknya. Hujan yang begitu deras, seakan-akan mengerti keadaannya saat ini. Ucapan demi ucapan yang di lontarkan oleh Lisa tadi selalu terngiang-ngiang dalam kepalanya memberi rasa sakit yang semakin lama semakin mendalam.


"Tidak mungkin Jhon melakukan hal menjijikan seperti itu. Dia,,, dia tidak mungkin mengkhianatiku." Lirih Mentari sambil terus berjalan menerobos guyuran air hujan yang semakin lama, semakin deras. Jalanan pada saat itu terlihat sangat sepi, hanya ada beberapa kendaraan saja yang melintas di jalan itu. Karena pikirannya yang kacau, Mentari sama sekali tidak menyadari jika dirinya saat ini sudah berada di tengah jalan itu dan membuat seseorang tersenyum penuh arti.


"Aku harus menemui Jhon sekarang. Aku harus bertanya langsung sama dia, benar atau tidaknya yang di ucapkan oleh Lisa, aku harus mendengarnya langsung dari mulut Jhon sendiri." Batin Mentari sembari menghapus air matanya yang tertutupi oleh air hujan.


"Mbak! Ngapain di situ? Cepat minggir." Seorang pejalan kaki yang tidak sengaja lewat berteriak dengan cukup keras, membuat Mentari langsung tersadar dan langsung menengok ke kiri dan ke kanan.


"Ya Tuhan! Kenapa aku tidak sadar jika saat ini aku sudah berada di tengah jalan? Dasar bodoh!" Ucap Mentari sembari berbalik dan berniat untuk melangkahkan kedua kakinya kembali. Namun sayangnya sebuah mobil berwarna hitam melaju dengan sangat cepat ke arahnya.


Mentari sama sekali tidak dapat menghindari kecelekaan itu. Bahkan untuk berteriak pun, ia sama sekali tidak bisa. Tubuhnya terpental dan **ter**jatuh, kepalanya terbentur sesuatu yang cukup keras, darah segar mulai mengalir dari kepalanya. Air matanya kembali jatuh. Seburuk inikah nasibnya? Apakah dia harus mati sebelum ia mengetahui kebenaran dari ucapan sahabatnya itu?

__ADS_1


Si pejalan kaki yang melihat kecelakaan itu pun, seketika berteriak histeris mengundang beberapa orang datang dan berkerumun menyaksikan kecelakaan tragis itu. Sedangkan mobil yang menabrak gadis malang itu sudah melaju jauh ntah kemana.


Semua orang yang berkerumun itu mulai berlari menghampiri Mentari yang sudah tidak sadarkan diri. Salah satu di antara mereka dengan sigap memanggil ambulans. Beruntunglah jarak rumah sakit itu tidak jauh dari tempat kecelakaan tersebut sehingga tidak perlu menunggu lama, ambulans pun datang dan membawa Mentari pergi ke rumah sakit.


FlashBack OF


Jhon berlari dengan sangat cepat, sementara mobil itu sudah semakin dekat dan hampir menabrak tubuh pujaan hatinya. Mentari yang masih merasakan sakit di kepalanya tidak dapat bergerak sama sekali, bayangan-bayangan masa lalunya terus berputar di kepalanya seolah-olah ia sedang menonton sebuah film, sangat jelas terlihat.


Tanpa basa basi, Jhon pun langsung memeluk tubuh Mentari dan mendorongnya hingga Mentari terjatuh bersama dirinya di pinggir jalan. Kepala Mentari terbentur, namun tidak terlalu keras karena terhalang oleh tangan kanan Jhon yang reflex melindungi kepala gadis yang sangat di cintainya itu.


"Sialan. Rencanaku gagal gara-gara dia. Lisa pasti akan marah. Argh... Brengsek." Geram Toni sambil melajukan kendaraannya dengan sangat cepat meninggalkan tempat kejadian.


"Maafkan aku, Mentari. Aku tidak bisa melindungimu dengan baik." Ucap Jhon sambil memeluk Mentari begitu erat. Wajahnya terlihat begitu khawatir, perasaannya sangat tidak tenang dan juga takut.


Jhon tidak dapat membayangkan jika dirinya tadi tidak melewati jalan ini, apa yang akan terjadi dengan kekasih hatinya itu? Apakah dia akan sanggup kehilangan untuk yang kedua kalinya? Dengan membayangkannya saja membuat hati Jhon terasa sangat sakit.

__ADS_1


"Jhon, aku,,, aku sudah mengingat semuanya. "Lirih Mentari sebelum ia menutup matanya dan tak sadarkan diri.


"Sayang, bangun. Jangan menakutiku seperti ini." Seru Jhon sembari menepuk-nepuk pelan wajah cantik pujaan hatinya itu.


"Bos, sebaiknya kita bawa non Mentari ke rumah sakit." Egi sudah berdiri di hadapan bosnya.


Jhon mengangguk, kemudian ia berjalan sembari menggendong tubuh lemah kekasih hatinya itu.


"Bos, biar saya yang menggendong non Mentari. Tangan anda terluka... "


"Tidak perlu! Aku masih bisa menggendongnya sendiri." Ucap Jhon menyela perkataan Egi. "Cari tahu siapa orang yang ingin mencelakai calon istriku. Aku ingin, malam ini kau sudah mendapatkan identitas orang itu, mengerti." Tegas Jhon yang mendapat anggukkan kepala dari Egi.


"Aku tidak akan membiarkan siapa pun orang yang ingin mencelakai Mentari hidup. Aku pasti akan membunuhnya dengan tanganku sendiri." Batin Jhon sembari menahan amarah dalam dirinya.


Bersambung.

__ADS_1


Jika tidak menyukai cerita ini. Silahkan tinggalkan, ya. Terima kasih untuk kalian yang sudah mensuport aku.😘😘😘


__ADS_2