Balas Dendam Atas Lukaku

Balas Dendam Atas Lukaku
Katakan sebenarnya!


__ADS_3

Braaaak.....


Tuan Permana menggebrak meja yang berada di ruang keluarga itu dengan sangat kencang membuat Widia sang istri dan juga Alex putra semata wayangnya terdiam di tempatnya.


Amarahnya terlihat sangat jelas, bahkan sorot matanya seakan-akan ia ingin memakan putra semata wayangnya itu hidup-hidup. "Katakan, Alex! Apa maksud semua ini hah!" Seru tuan Permana sambil melempar beberapa lembar photo putranya dengan selingkuhkannya Lisa.


Alex terdiam, ia sangat tidak menyangka jika photo-photo perselingkuhannya dengan Lisa sudah sampai di tangan sang papa, padahal selama ini sang papa sedang berada di luar kota. Lalu siapa yang mengirimkan photo-photo itu kepada papanya? Apakah Mentari? Alex bertanya-tanya dalam hatinya.

__ADS_1


"Pah! Papa sabar dulu, jangan terpancing emosi dengan hal yang belum tentu pasti, pah." Bu Widia berusaha untuk menenangkan amarah suaminya itu, ia juga sebenarnya sangat ingin tahu kebenaran photo-photo itu.


"Alex, katanklah yang sebenarnya. Mama percaya dengan apa pun yang akan kamu katakan sama mama." Bujuk bu Widia sambil mengelus pundak putranya itu.


Alex menarik nafasnya dalam-dalam, kemudian ia membuangnya secara perlahan. Alex menatap mama dan juga papanya secara bergantian, kemudian ia berkata. "Aku memang pernah bertemu dengan Lisa, mah, pah. Tapi itu hanya satu kali dan itu pun tidak sengaja. Mungkin orang yang mengirimkan photo-photo itu sama papa punya dendam atau iri sama aku mah, pah." Ucap Alex berbohong. "Aku tidak boleh mengakuinya, kalau aku mengakuinya maka akan sulit untukku meminta bantuan mama dan papa agar tidak berpisah dengan Mentari." Batin Alex mencoba untuk tetap tenang.


"Jangan berani membohongi papa dan mama, Alex." Tuan Permana menatap Alex dengan tajam, ia tidak percaya dengan apa yang di ucapkan oleh putra semata wayangnya itu, apalagi ia juga sudah bertemu dengan pak Geri, selaku orangtua Mentari. "Katakan yang sejujurnya, Alex!" Tegas tuan Permana dengan tatapan mata yang masih begitu tajam.

__ADS_1


"Papa tidak dengar kalau itu semua hanyalah perbuatan orang yang iri dengan anak kita, pah. Papa harusnya percaya sama putra kita, bukan sama photo-photo tidak jelas itu." Bu Widia menatap kesal suaminya, ia tidak menyangka jika suaminya itu lebih percaya dengan photo-photo itu di bandingkan dengan ucapan putranya sendiri. "Alex, mama percaya sama kamu, dan mama akan menemui Mentari, mama akan menyuruh dia untuk mrncabut gugatannya. Jadi, kamu tenang saja, ya." Bu Widia kembali mengelus pundak putranya itu, ia sangat percaya dengan apa yang di ucapkan oleh putra kesayangannya itu.


Alex tersenyum tipis setidaknya ia memiliki sang mama yang akan membantunya untuk membuat Mentari mencabut gugatannya itu. "Terima kasih, mah." Ucap Alex terlihat sedikit lega.


"Mah, kamu ini terlalu memanjakan dia, jadi apa pun yang dia katakan kamu pasti akan mempercayainya. Mah, papa sudah bertemu dengan Geri. Dan dia sudah menceritakan semuanya, papa percaya sama apa yang papa lihat dan yang papa dengar. Mentari itu gadis pintar dan cerdas, dia tidak mungkin sampai menggugat cerai Alex, kalau hanya melihat photo-photo itu, dan asal mama tahu, perempuan yang ada di dalam photo itu sahabat Mentari sendiri sekaligus mantan kekasih Alex dulu." Tuan Permana menarik nafasnya dalam-dalam, kemudian ia bangkit dari tempat duduknya.


"Alex! Kalau kamu benar-benar memiliki hubungan dengan perempuan itu lagi, papa tidak akan pernah memaafkanmu sebelum kamu mendapatkan maaf dari Mentari. Kalau kamu tidak mendapatkan maaf darinya, lebih baik kamu keluar dari rumah ini karena papa tidak ingin memiliki seorang anak pengkhianat sepertimu." Tegas tuan Permana sebelum ia pergi melangkahkan kedua kakinya meninggalkan Alex dan juga bu Widia yang hanya dapat terdiam dengan raut wajah yang berbeda.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2