Balas Dendam Atas Lukaku

Balas Dendam Atas Lukaku
Kerjasama


__ADS_3

Restaurant Seribu Rasa.


Seribu Rasa adalah salah satu restorant yang menyajikan menu masakan Indonesia. Selain desain interiornya yang mewah dan elegan, restaurant ini juga memiliki private room, cocok untuk perayaan, meeting atau pun acara lainnya.


Disinilah Mentari dan Rega berada saat ini. Keduanya sedang berjalan menuju privat Room tempat yang sudah di pesan khusus untuk pertemuan dengan kliennya.


Mentari dan juga Rega mulai memasuki ruangan itu, di dalam ruangan itu sudah ada dua orang laki-laki yang sudah duduk dari beberapa menit yang lalu menunggu kedatangan Mentari dan juga Rega.


"Selamat, sore. Mohon maaf karena saya sudah membuat anda menunggu." Ucap Mentari sedikit merasa bersalah karena sudah membuat kliennya itu menunggu.


"Tidak apa-apa, nona. Silahkan duduk." Jawab salah satu laki-laki itu yang di perkirakan dia adalah putra pemilik perusahaan Alexander.


Mentari mengangguk pelan, kemudian ia pun segera duduk begitu pun juga dengan Rega.


"Ternyata memang benar dia, ah sepertinya jodoh memang tidak akan kemana." Batin putra pemilik perusahaan Alexander sembari menatap Mentari membuat Mentari risih dan tidak nyaman.


"Ekhmm... Bisakah kita mulai pembicaraannya." Rega mulai membuka suaranya, ia sangat paham dengan tatapan yang di berikan oleh laki-laki itu terhadap putri bosnya. Tatapan seorang laki-laki yang tertarik dengan lawan jenisnya.

__ADS_1


"Sebentar, kita perlu berkenalan dulu, bukan?" Ucap laki-laki itu tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah cantik Mentari.


Laki-laki itu menyodorkan tangan kanannya ke hadapan Mentari untuk memperkenalkan dirinya. "Perkenalkan, namaku Rey Alexander, aku adalah putra pemilik perusahaan Alexander sekaligus calon pemimpin perusahaan Alexander. Kamu bisa memanggilku Rey. " Ucapnya sembari memprlihatkan senyuman manis di wajah tampannya.


Dengan ragu, Mentari pun menerima uluran tangan itu. "Mentari Roseline." Jawabnya singkat.


"Nama yang sangat cantik, se cantik orangnya." Ucap Rey masih menggenggam tangan Mentari tanpa mau melepaskannya.


"Terima kasih, apa anda boleh melepaskan tangan saya?" Seru Mentari mulai mengeluarkan nada suaranya yang dingin.


"Oh, maafkan aku. Aku terlalu terpesona oleh kecantikanmu, sehingga aku tidak ingin melepaskan genggaman tanganmu yang halus itu." Jawab Rey sembari melepaskan genggaman tangannya.


"Apa kita bisa mulai sekarang?" Tanya Mentari yang mendapat anggukkan kepala dari Rey. Akhirnya keempat orang itu pun mulai membicarakan masalah pekerjaannya dengan serius.


Rey tidak pernah mengalihkan tatapannya dari wajah cantik Mentari, sementara Mentari, benar-benar sangat risih dengan tatapan yang di berikan oleh Rey si laki-laki yang menurutnya sangat aneh dan terlihat seperti seorang buaya.


"Apakah dia tidak mengingat wajahku yang tampan ini?" Rey bertanya-tanya dalam hatinya.

__ADS_1


"Bagaimana? Apakah ada yang ingin anda tanyakan?" Tanya Rega membuat Rey langsung mengalihkan pandangannya.


"Tidak ada, semuanya ok, dan aku sudah menyetujuinya." Jawab Rey terkesan sangat datar jika berbicara dengan asisten pak Geri itu.


"Baiklah, kalau begitu mari kita tanda tangani surat perjanjian kerjasama kita." Seru Rega yang mendapat anggukkan kepala dari Rey.


Rey langsung menandatangani surat perjanjian kerjasama itu, begitu pun juga dengan Mentari.


"Senang bekerja sama dengan anda, tuan." Ucap Mentari setelah ia selesai menandatangani surat perjanjian itu.


"Semoga kerjasama kita berjalan dengan lancar, Nona Mentari." Timpal Rey terdengar sangat lembut.


Mentari mengangguk, tak lupa ia juga memperlihatkan senyuman manisnya yang semakin membuat Rey terpesona. "Kalau begitu saya permisi dulu." Pamit Mentari sembari meraih tas miliknya.


"Mari kita pergi bersama." Ucap Rey sambil beranjak dari kursinya.


Mentari hanya mengangguk, lalu setelah itu ia pun bangkit dari tempat duduknya. Rega dan juga asisten Rey pun ikut bangkit dari kursinya. Keempat orang itu pergi meninggalkan ruangan tersebut.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2