
Jhon langsung memanggil pelayan yang ada di cafe itu, ia pun segera memesan minuman favorit sang istri dan juga dirinya. Setelah pelayan itu pergi, barulah Lisa membuka mulutnya.
"Mentari, gue minta maaf atas semua kesalahan yang sudah gue lakukan sama lo selama ini. Gue bener-bener minta maaf, Mentari." Suara Lisa terdengar lirih, wajahnya menunduk tidak berani menatap Mentari, orang yang sudah ia celakai itu.
"Sudahlah, gue sudah melupakan semua kesalahan lo sama gue, gue harap lo bener-bener berubah dan tidak akan pernah mengulangi kesalahan lo lagi." Ucap Mentari sambil menatap Lisa yang masih menundukkan kepalanya.
Seketika Lisa mendongak, ia menatap Mentari dengan penuh rasa bersalahnya. "Semudah itu lo maafin gue, Tari. Gue udah jahat sama lo, gue yang menghancurkan rumah tangga lo dengan Alex, gue,,, gue juga udah mencelakai lo dulu, gue yang udah membuat amnesia, dan gue juga yanf udah misahin lo dengan Jhon dulu."
Lisa beranjak dari kursinya, ia berjalan menghampiri Mentari dan bersujud di bawah kaki Mentari. "Gue,,, gue minta maaf, Tari. Selama ini gue sudah jahat sama lo, gue udah berusaha untuk membunuh lo, gue udah fitnah Jhon di masa lalu, gue,,, gue bener-bener minta maaf, Mentari. Maafin gue.. "Ucap Lisa di iringi dengan isak tangisnya. Ia benar-benar merasa menyesal sekarang.
"Bangun Lisa, jangan seperti ini." Seru Mentari merasa tidak nyaman dengan tingkah Lisa saat ini. Apalagi ada beberapa pengunjung yang menatap ke arahnya sambil berbisik-bisik.
"Tidak, Tari. Gue akan terus seperti ini sebelum lo maafin gue." Ucap Lisa masih dengan isak tangisnya.
"Bukankah gue udah memaafkan lo? Jadi! Gue minta lo bangun sekarang, gue tidak ingin jadi tontonan orang-orang yang berada di cafe ini." Seru Mentari pelan.
Lisa menghapus air matanya, ia mendongak dan menatap Mentari. "Benarkah? Lo beneran udah maafin gue?" Tanyanya memastikan bahwa pendengarannya masih berfungsi dengan normal.
"Iya, jadi lo bangun dan duduk di kursi lo lagi." Jawab Mentari di iringi sengan helaan nafasnya.
__ADS_1
Lisa tersenyum, ia pun langsung berdiri dan memeluk Mentari dengan hangat. "Terima kasih Mentari, terima kasih karena lo udah maafin gue, sekarang gue bisa tenang." Ucapnya terdengar sendu di telinga Mentari.
"Asal lo tidak melakukan kesalahan lo lagi, dan lo harus berubah demi kebaikan lo sendiri, dan juga orangtua lo, Lisa." Seru Mentari setelah Lisa melepaskan pelukannya.
Lisa tersenyum, sambil menganggukkan kepalanya, kemudian ia pun berjalan dan duduk di kursinya. "Lo memang wanita berhati malaikat, Mentari. Gue baru sadar sekarang, kenapa semua orang sangat menyukai lo. Itu karena hati lo yang baik, Tari. Gue pasti akan menpertanggung jawabkan semua kesalahan gue sama lo, Tari." Batin Lisa sambil menatap Mentari yang kini sedang di cium oleh si raja bucin. Tidak ada lagi kata iri dalam hatinya, saat melihat perlakuan manis Jhon, laki-laki yang selalu berada dalam ingatannya.
"Semoga kalian berdua bahagia, semoga tidak ada lagi masalah yang menghampiri kalian berdua." Lisa kembali membatin, kali ini senyumannya tersungging dari sudut bibirnya. "Mulai sekarang, aku akan melupakanmu, Jhon." Ucapnya dalam hati.
Tante Monic tersenyum ketika melihat Mentari sudah memaafkan kesalahan putrinya itu, namun dalam hati ua juga merasa sedih, karena sebentar lagi ia akan kehilangan Lisa. Ya, sesuai dengan apa yang di ucapkan oleh Lisa, Lisa akan menyerahkan dirinya ke kantor polisi, ia akan mempertanggung jawabkan kejahatan yang sudah ia perbuat terhadap Mentari.
"Sayang, minum dulu jusnya.." Jhon menyodorkan jus favorit sang istri yang baru saja di bawakan oleh pelayan cafe itu. Mentari hanya tersenyum sembari mengambil jus itu, lalu meneguknya secara perlahan.
"Sayang, tidak enak." Ucap Mentari sembari menyerahkan jus itu kepada suaminya.
"Yasudah jangan di minum sayang, biar aku pesankan lagi yang baru ya. Kamu mau jus apa, sayang?" Tanya Jhon sembari mengelus wajah sang istri mesra.
"Aku tidak mau minum jus, sayang. Aku mau makan mie ayam gajah mada." Jawab Mentari sembari mengelus perutnya. Nada suaranya terdengar sangat manja membuat si raja bucin itu gemas.
"Baiklah, sayang. Mari kita pergi sebelum baby dalam perutmu ngambek." Ucap Jhon sambil mencubit gemas hidung sang istri.
__ADS_1
Lisa dan juga tante Monic hanya tersenyum melihat keromantisan pasangan itu, keduanya sama sekali tidak ingin menggenaggu keromantisan pasangan itu.
"Tante, saya akan membawa istri saya duluan, soalnya dia pengen makan mie ayam gajah mada katanya." Pamit Jhon kepada tante Monic.
"Iya, Jhon. Pergilah. Hati-hati di jalan, jangan ngebut-ngebut bawa mobilnya ya. Dan selamat untuk kalian berdua, karena sebentar lagi kalian akan menjadi seorang ayah dan ibu." Ucap tante Monic sambil memperlihatkan senyuman bahagianya.
"Terima kasih tante, maaf aku tidak bisa menemani tante lebih lama lagi di sini." Timpal Mentari sambil menggenggam tangan tante Monic.
"Iya sayang, tidak apa-apa. Tante juga udah seneng karena kamu mau datang kesini untuk menemui Lisa dan tante. Jaga kandunganmu baik-baik ya, jangan banyak pikiran, istirahat yang banyak, mengerti."Nasehat tante Monic yang mendapat anggukkan kepala dari Mentari.
"Iya tante, kalau begitu aku pergi dulu, ya. Bye tante, Lisa."
Setelah mengucapkan hal itu, Mentari dan juga Jhon pun beranjak dari kursinya, keduanya pergi meninggalkan cafe itu setelah Jhon membayar pesanannya tadi.
Mendekati episode-episode terakhir Guys. Nih aku kasih si raja bucin biar kalian gak kangen nantinya.
Mau nakalan Mentari nih...
__ADS_1
Bersambung.