Balas Dendam Atas Lukaku

Balas Dendam Atas Lukaku
Hadiah untukmu


__ADS_3

Hanya membutuhkan waktu 30 menit, akhirnya mobil yang di kendarai si jomblo alias asisten datarnya Jhon pun sudah tiba di kediaman calon istri bos bucin tersebut. Dengan semangat 45, Egi pun langsung menghentikan mobilnya, kemudian ia turun, lalu berjalan memutari mobilnya menuju pintu mobil bagian belakang.


Egi langsung meraih pintu mobil itu, kemudian ia membukanya dengan tidak sabaran. "Silahkan, nona." Ucapnya sambil memperlihatkan senyuman yang menurut Jhon sangat menyebalkan, sementara menurut Mentari sangat mengerikan. Senyuman itu sangat kaku seperti kanebo kering.


"Jangan tersenyum seperti itu, Eg. Kamu sudah membuat calon istriku ketakutan." Seru Jhon membuat senyuman di datar Egi msnghilang seketika.


"Sayang, kamu jangan seperti itu, kasihan dia." Tegur Mentari namun dengan nada suaranya yang lembut.


"Dia tidak perlu di kasihani, sayang. Lagian itu untuk kebaikan dia juga." Ucap Jhon sembari turun dari dalam mobilnya.


"Lagian, dia tersenyum seperti itu akan membuat orang takut saja, ah pantas saja dia jomblo sampai sekarang, mungkin semua perempuan yang mendapat senyuman darinya langsung pingsan." Tambahnya sembari mengulurkan satu tangannya kepada calon istrinya itu.


"Tapi tetap saja kamu tidak boleh berkata seperti itu sama asistenmu, Jhon." Timpal Mentari sembari meraih uluran tangan calon suaminya, kemudian ia turun dari dalam mobilnya.

__ADS_1


"Sayang, aku sudah berbaik hati mengatakan hal yang sejujurnya, dia itu memang tidak pantas tersenyum, senyumannya sangat kaku seperti kanebo kering. Kamu pernah melihat flm Jepang yang kembali ke masa lalu? Nah Egi ini versi laki-lakinya." Ucap Jhon yang mendapat gelengan kepala dari calon istrinya itu. Kenapa juga flm Jepang di bawa-bawa? Mentari saja sama sekali belum pernah menonton dorema atau pun flmnya, mana mungkin Mentari mengetahui flm yang di maksud oleh calon suaminya itu.


Sementara itu, Egi yang mendengar kata-kata indah dari mulut bosnya pun hanya bisa terdiam, ia tidak ingin berdebat karena yang di ucapkan oleh bosnya itu memanglah kenyataan. Pernah dulu, sangat dulu, Egi menyukai seorang perempuan cantik dan berhati lembut. Egi selalu memperhatikan perempuan itu diam-diam.


Suatu ketika perempuan itu tidak sengaja jatuh tersandung batu yang ada di jalanan trotoar, Egi yang merasa kasihan dan khawatir langsung berlari ke arah perempuan cantik itu, dan mengulurkan tangannya kepada perempuan cantik itu untuk membantu perempuan cantik itu berdiri.


Tak lupa Egi juga memperlihatkan senyuman mautnya hingga membuat perempuan itu bergidik ngeri, dan pada akhirnya uluran tangan Egi di tepis oleh perempuan cantik itu, lalu perempuan cantik itu berdiri dan berlari dengan kaki yang pincang. Dari situlah Egi tidak pernah lagi memperlihatkan senyumannya.


"Yasudah aku masuk dulu, ya." Ucap Mentari tidak ingin lagi membahas tentang senyuman maut asisten calon suaminya itu.


"NO! Sayang. Kamu pulang saja, ya." Jawab Mentari membuat Jhon terlihat sangat kecewa.


"Sayang.... "

__ADS_1


"Sssst.... Kamu pulang saja, ya. Di rumahku tidak ada siapa-siapa, mamaku lagi pergi menemani papaku berobat, si bibi sedang pergi ke rumah anaknya, sementara kedua pelayan lainnya sedang pergi jalan-jalan. Jika aku membiarkanmu masuk, nanti setan mesummu kumat lagi." Ucap Mentari membuat Egi tertawa puas.


"Berani kau menertawakanku heh! Bulan ini kamu tidak akan mendapatkan bonusmu." Seru Jhon sembari menatap kesal asisten datarnya itu.


"Sayang.... " Sebelum Jhon menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba saja ciuman hangat mendarat sempurna di bibir manis miliknya, Jhon nampak terdiam, wajahnya terlihat memerah, bukan karena malu atau pun marah, tetapi karena ia terlalu bahagia.


"Hadiah untukmu karena kamu sudah mengantarku pulang." Ucap Mentari sembari memperlihatkan senyumannya yang manis.


Lalu setelah itu, Mentari pun langsung pergi melangkahkan kedua kakinya memasuki kediaman orangtuanya. Sementara Jhon sudah jangan di tanya lagi, hatinya benar-benar bahagia, saking bahagianya ia sampai tidak mendengar panggilan Egi yang sudah 5 kali memanggil dan menyuruhnya untuk segera masuk ke dalam mobil.


Si Raja bucin bin ngeselin lagi ngayalin apa hayo???


__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2