Balas Dendam Atas Lukaku

Balas Dendam Atas Lukaku
Kepergian Alex


__ADS_3

Rumah Sakit Medistra


Jhon dan juga Mentari sudah berada di rumah sakit. Keduanya berjalan menuju ruangan pasien dimana Alex berada. Bu Widia yang melihat kedatangan Mentari pun segera menghampirinya dengan raut wajah yang terlihat bahagia.


"Kamu sudah sampai, Tari." Sambutnya sambil memeluk Mentari.


Mentari tersenyum, ia pun membalas pelukan mantan mertuanya itu.


"Iya, tante. Maaf aku datang kesini bersama suamiku." Jawabnya setelah ia melepaskan pelukan tante bu Widia.


Bu Widia tersenyum, lalu berkata. "Tidak apa-apa, Tari. Tante sangat mengerti kekhawatiran suamimu, bagaimana pun juga, Alex adalah mantan suamimu, jadi tidak mungkin suamimu membiarkanmu pergi sendirian." Ucap bu Widia sekilas melirik Jhon yang sedari tadi hanya menampilkan wajah datarnya.


Mentari hanya tersenyum, ucapan bu Widia memang betul adanya. Jangankan untuk bertemu dengan mantan suaminya, berbicara sedikit lembut saja kepada Rega asisten sang papa, tanduk di kepala sang suami sudah keluar.


"Jhon maafkan tante, karena sudah meminta Mentari datang kemari." Seru bu Widia, sambil menatap suami mantan menantunya itu.


"Tidak apa-apa, tante." Jawab Jhon selalu datar jika berbicara kepada orang lain.


"Yasudah, ayo kita masuk." Ajak bu Widia yang mendapat anggukkan kepala dari Mentari dan juga Jhon.


Lalu setelah itu, ketiga orang itu pun masuk ke dalam ruang pasien.


Kondisi Alex saat ini benar-benar sangat menyedihkan, hampir seluruh tubuhnya di pasang alat rumah sakit, Mentari yang melihatnya pun merasa iba, ia tidak menyangka jika laki-laki yang pernah hadir dan pernah mengkhianati cintanya kini tengah terbaring tak berdaya di atas brankar.

__ADS_1


Perlahan Mentari melangkahkan kedua kakinya mendekat ke arah brankar itu, Alex yang melihat kedatangan mantan istrinya pun seketika tersenyum.


"Men,,, ta,, ri." Lirih Alex hampir tidak terdengar oleh Mentari.


"A,, Alex! Kenapa kamu bisa seperti ini?" Ucap Mentari yang kini sudah berdiri di samping berankar itu.


"Sudah, takdirku seperti ini, Mentari." Jawab Alex lemah.


"Terima kasih karena kamu sudah mau datang kemari." Sambung Alex masih dengan nada Suarany yang lemah.


Mentari tersenyum sendu, rasanya hatinya masih terasa sedikit ngilu melihat mantan suaminya itu. Sementara Jhon, saat ia melihat kondisi mantan suami istrinya pun merasa tidak tega. Meskipun ia membenci Alex karena sudah pernah menyakiti hati wanita yang paling di cintainya itu, namun tetap saja ia merasa tidak tega ketika melihat Alex saat ini dengan kondisi yang sangat menyedihkan.


Jhon sengaja berdiri di belakang istri tercintanya, ia membiarkan sang istri berbicara dengan mantan suaminya itu., bu Widia pun berdiri di belakang Mentari berdampingan dengan Jhon.


"Cepatlah sembuh, jangan memikirkan apapun, Alex." Ucap Mentari sedikit lembut.


"Men,,,tari, aku,,, aku ingin minta maaf sama kamu, maafkan,,, atas se,, mua kesalahanku kepadamu, maaf, jika aku pernah melukai hatimu, maaf, ka,, karena aku, su,,,,dah mengkhianatimu. Aku,,, benar,, benar minta maaf sama ka,,, mu, Tari." Ucap Alex masih dengan nada suaranya yang lemah. Tatapan matanya sangat dalam, hingga menusuk ke dalam relung hati Mentari.


"Aku sudah memaafkan semua kesalahanmu, Alex. Jadi, aku mohon sembuhlah. Jalan hidupmu masih panjang, aku berharap kamu bahagia bersama pasanganmu kelak." Tukas Mentari lembut. Bahkan tatapan mata yang dulunya sangat dingin, kini berubah menjadi hangat.


Lagi, lagi, Alex tersenyum. Tangan Alex bergerak dengan susah payah untuk menggapai tangan mantan istrinya itu, "Bolehkah aku menggenggam tanganmu sebentar?" Alex meminta izin sebelum ia benar-benar menggapai telapak tangan mantan istrinya.


Mentari sekilas menoleh ke arah suaminya, ia meminta izin melalui tatapan matanya, Jhon yang mengerti pun hanya dapat menganggukkan kepalanya, kali ini ia mengesampingkan rasa cemburunya terhadap Alex.

__ADS_1


Setelah mendapat izin dari suaminya, Mentari pun mengangguk membuat Alex kembali tersenyum dan menggenggam hangat tangan mantan istrinya itu.


"Mentari satu hal yang paling aku sesali dalam hidupku ini adalah, ketika aku mengkhianatimu dan membuat hatimu terluka. Aku sungguh-sunguh sangat menyesal. Penyesalan ini mungkin akan aku bawa sampai aku mati." Alex menarik nafasnya dalam, lalu membuangnya secara perlahan.


"Berbahagialah dengan suamimu, Mentari. Aku sudah mengkhlaskanmu, biarlah cinta ini akan ku bawa sampai mati. Semoga di kehidupan kita selanjutnya, kita dapat di pertemukan kembali." Sambung Alex dengan deru nafas yang semakin melemah. Mentari dan juga bu Widia yang mendengar perkataannya pun tak kuat dan menjatuhkan air matanya. Ucapan Alex menandakan bahwa sebentar lagi dirinya akan pergi untuk selama-lamanya.


"Jangan berbicara seperti itu, Alex. Aku ingin kamu tetap hidup dan bahagia bersama pasanganmu nanti. Bertahanlah." Ucap Mentari tulus dari dalam hatinya.


Alex tersenyum bahagia, tatapan matanya semakin lama semakin dalam, namun terlihat kosong.


"Terima kasih, Mentari. Tapi,,, tapi aku tidak bisa bertahan lebih lama lagi, aku mencintaimu, sangat mencintaimu, Men,,, ta,, ri. Se,,, se,, la,, mat tinggal."


Setelah mengucapkan hal itu, kedua bola mata Alex kembali tertutup rapat, tangannya terjatuh lemas tak bertenaga, detak jantungnya tiba-tiba berhenti membuat bu Widia menangis histeris dan langsung berlari ke arah putra satu-satunya itu.


"Aaaleeeex..... Bangun sayang. Mama mohon." Teriak bu Widia di iringi dengan isak tangisnya.


Sementara Mentari, terlihat sangat terkejut, laki-laki yang pernah ia cintai dan laki-laki yang pernah memberinya kebahagiaan sekaligus penderitaan, pergi di depan kedua bola matanya sendiri. Bahkan genggaman tangan laki-laki itu masih terasa di telapak tangannya.


"A,,,Aalex,, tidak mungkin." Gumam Mentari dalam pelukan suaminya.


"Dia sudah pergi, sayang. Biarkan dia tenang, dia laki-laki brengsek namun dia juga laki-laki yang mencintaimu sampai mati. Aku cemburu karena cintanya kepadamu di bawa sampai dia mati," Ucap Jhon sambil mengelus punggung sang istri dengan lembut.


"Alex, semoga lo tenang di alam sana. Semoga di kehidupan selanjutnya, lo dapat bertemu dengan wanita lain selain istri gue." Batin Jhon sambil menatap Alex yang kini sudah tidak bernyawa.

__ADS_1


Note. Maafkan aku yang sangat jahat karena sudah membuat tokoh Alex mati, tapi ini memang alur yang sudah aku buat. Terima kasih buat kalian yang sudah mengikuti cerita ini.😘😘😘


Bersambung.


__ADS_2