
"Kenapa kamu diam saja, mas? Apa ada yang salah dengan pertanyaanku?" Mentari kembali membuka mulutnya ketika ia melihat Alex yang hanya terdiam tanpa mengucapkan kata sepatah kata pun. Ia masih terlihat sangat terkejut dengan pertanyaan Mentari tadi.
"Ah sudahlah, lupakan saja pertanyaanku tadi." Ucap Mentari sambil berjalan melewati Alex.
"Kamu mau kemana?" Tanya Alex sambil mencekal lengan Mentari.
"Aku mau mandi, aku mau pergi nanti malam dengan temanku." Jawab Mentari sambil melepaskan cekalan tangan suaminya itu.
"Aku baru pulang, dan kamu mau pergi dengan temanmu?" Ucap Alex kembali mencekal lengan istrinya.
"Memangnya kenapa? Apakah kamu ingin melarangku?"
__ADS_1
"Mentari, kamu ini istriku, jelas aku akan melarangmu pergi bersama temanmu itu. Kamu harus tahu dan harus sadar dengan posisimu, Mentari. Kamu bukan lagi perempuan lajang yang bisa pergi dengan siapapun." Tegas Alex yang sudah di kuasai oleh api cemburunya. Alex sangat yakin jika Mentari akan pergi dengan teman laki-lakinya itu, dan Alex tidak akan pernah membiarkan Mentari pergi dengan laki-laki itu.
Mentari berbalik, ia menatap suaminya dengan tatapan yang baru pertama kalinya Alex lihat. Bahkan raut wajah Mentari sudah berubah menjadi lebih dingin lagi dari sebelumnya. "Kamu ingat aku ini istrimu, mas? Lalu kenapa kamu tega mengkhianatiku?" Tanya Mentari, kembali membuat Alex terkejut.
"Maksudmu apa, sayang? Aku sama sekali tidak mengerti dengan ucapanmu." Ucap Alex tetap berusaha untuk tenang.
"Berhenti berpura-pura tidak mengerti, mas. Aku sudah tahu semuanya." Mentari menarik nafasnya dalam-dalam, lalu membuangnya secara perlahan. Ia sudah muak dengan akting suaminya itu.
"Apa yang kamu bicarakan Mentari, aku sama sekali tidak mengerti." Kekeh Alex semakin membuat Mentari muak. Sepertinya Mentari memang harus membongkar kebusukan suaminya itu sekarang.
Melihat Alex yang hanya terdiam, membuat Mentari kembali bersuara dengan nada yang masih sama. "Kenapa kamu hanya diam saja? Apakah kamu terkejut karena aku mengetahui perselingkuhanmu dengan Lisa? Atau kamu berpikir kalau aku hanya asal bicara saja?"
__ADS_1
"Mentari, a,,, aku bisa jelaskan. Aku sama sekali tidak ada hubungannya dengan Lisa, aku tahu kamu berkata seperti itu karena kamu ingin menutupi kesalahanmu bukan." Ucap Alex membuat Mentari tertawa dengan sangat kencang.
"Kamu pikir aku bodoh hah! Aku sudah tahu semuanya, Alex. Kamu berselingkuh dengan Lisa, bahkan kamu sudah tidur dengannya, dan lebih parahnya lagi, kamu dan Lisa bermain di rumah ini. Apa kamu pikir selama ini aku diam saja karena aku tidak tahu pengkhianatan kalian hah?"
"Kalau kamu sudah tahu, kenapa kamu hanya diam saja? Kenapa kamu tidak bertanya kepadaku? Kenapa kamu tidak menghentikan perselingkuhanku dengan Lisa?" Ucap Alex sambil mencengkram lengan Mentari dengan kuat.
"Kamu bertanya kenapa? Aku diam bukan berarti hatiku tidak sakit, aku diam bukan berarti aku menerima pengkhianatan suamiku dan sahabatku sendiri, aku diam bukan berarti aku bodoh, tapi aku diam karena aku ingin lihat sampai mana kamu akan membohongiku, sampai mana kamu akan terus berakting mencintaiku, sampai mana kamu akan berpura-pura bahagia hidup bersamaku."
"Apa kamu masih ingat dengan janjimu dulu sebelum kamu menikahiku? Dan apakah kamu ingat ucapan apa yang aku ucapkan dulu sebelum aku menerima lamaranmu?" Mentari terus menatap Alex dengan dingin dan juga tajam, rencananya untuk membongkar perselingkuhan suami dan sahabatnya di depan semua orang itu gagal karena amarah yang ada dalam dirinya meluap tak terbendung lagi.
"Aku minta maaf, Mentari. Aku sungguh-sunguh minta maaf." Sesal Alex sambil berlutut di hadapan Mentari, berharap Mentari mau memaafkan dirinya. "Aku minta maaf karena sudah mengkhianatimu, aku minta maaf karena sudah mengingkari janjiku padamu, aku benar-benar minta maaf Mentari. Tolong maafkan aku."Ucap Alex dengan nada penuh penyesalan.
__ADS_1
"Semudah itu kamu minta maaf padaku, Alex? Apakah dengan kamu meminta maaf dan bersujud di bawah kakiku, rasa sakitku akan menghilang begitu saja? Ingat ucapanku baik-baik, semua yang kamu lakukan kepadaku, aku pasti akan mengembalikannya kepadamu." Mentari melepaskan genggaman tangan Alex dengan kasar, lalu setelah itu ia pun keluar dari kamarnya meninggalkan Alex yang kini sedang di liputi penyesalan.
Bersambung.