Balas Dendam Atas Lukaku

Balas Dendam Atas Lukaku
Kamu yang buatku berubah


__ADS_3

Mentari sudah tiba di kediaman orangtuanya, ia segera memarkirkan mobilnya secara perlahan, kemudian mematikan mesinnya, dan membuka pintu mobilnya, lalu keluar dari mobil itu. Tatapan Mentari langsung mengarah pada mobil yang sangat di kenalinya. "Mobil Alex? Untuk apa dia datang kesini?" Ucap Mentari di iringi dengan helaan nafas beratnya.


"Sudahlah, sebaiknya aku masuk dulu sekarang." Mentari kembali berucap sambil melangkahkan kedua kakinya memasuki kediaman orangtuanya.


Mentari terus berjalan dengan langkah kaki yang cepat, rasanya ia ingin segera menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur, menghilangkan sejenak masalah dalam hidupnya. Mentari menghentikan langkah kakinya ketika sang mama memanggil namanya.


"Mentari, kamu baru pulang sayang." Tanya sang mama sambil berjalan menghampiri putrinya itu.


Mentari menoleh, ia tersenyum lalu berkata. "Iya, mah. Mama belum tidur?" Tanyanya dengan nada seperti biasanya halus dan lembut.


"Belum sayang. Suamimu ada di kamarmu, katanya dia ingin menginap di sini. Kenapa kamu tidak bilang kalau kamu pergi sama temanmu? Suamimu kan jadi mengkhawatirkanmu." Ucap sang mama sambil mengusap pundak Mentari dan menatapnya penuh tanda tanya.

__ADS_1


"Tadi aku terburu-buru, mah. Yasudah aku ke kamar dulu ya, mah. Mama juga istirahat." Jawab Mentari yang mendapat anggukkan kepala dari sang mama. Setelah itu Mentari pun langsung melangkahkan kedua kakinya menuju kamarnya.


"Semoga kalian baik-baik saja." Lirih mama Natalia sambil menatap kepergian putrinya itu.


***


Mentari menghela nafasnya panjang sebelum ia memutar handle pintu kamarnya, sesungguhnya ia sangat malas bertemu dengan suaminya itu, namun ia tidak bisa berbuat apa-apa, karena saat ini ia sedang berada di kediaman orangtuanya, Mentari belum bisa memberitahukan sang mama tentang masalahnya pernikahannya dengan Alex.


Mentari tidak memperdulikan kehadiran suaminya itu, ia terus berjalan menuju ranjangnya berniat untuk tidur, namun ketika ia hendak menyentuh sisi ranjangnya, Alex pun bersuara.


"Dari mana saja kamu? Kenapa jam segini baru pulang? Apakah kamu menganggap bahwa dirimu masih seorang wanita lajang hah!" Tanya Alex sambil berbalik dan menatap Mentari dengan tajam.

__ADS_1


"Bukankah sudah ku bilang kalau aku pergi dengan temanku? Untuk apa kamu bertanya lagi." Jawab Mentari dengan nada suara yang terkesan dingin.


"Katakan siapa laki-laki ini? Apakah kamu pergi dengannya?" Alex memberikan bingkai photo yang ia genggam tadi kepada Mentari, Mentari seketika mengerutkan keningnya saat ia menyadari jika yang ada di dalam photo itu adalah Jhon laki-laki yang baru saja ia temui.


"Ya. Kamu benar, aku memang pergi dengannya." Jawab Mentari menyulut emosi dalam diri Alex.


"Ingat, Mentari. Sekarang kamu adalah istriku, kamu tidak boleh pergi dengan laki-laki lain, termasuk temanmu itu. Apa kamu ingin berubah menjadi perempuan murahan yang.... " Sebelum Alex meneruskan ucapannya, satu tamparan Mentari mendarat sempurna di pipinya.


Mentari menatapnya dengan penuh kebencian, bahkan tangannya bergetar menahan seluruh amarah yang ada dalam dirinya. "Ingat, Alex. Yang buat aku berubah seperti ini adalah kamu sendiri. Kamu yang sudah membuatku muak dengan pernikahan ini. Dan seharusnya ucapan tadi itu kamu lontarkan untuk dirimu sendiri dan juga Lisa. Kalian manusia pengkhianat, tidak pantas menyebutku seperti itu. Kamu harusnya bercermin, Alex. Kamu yang sudah mengkhianatiku, kamu yang sudah menodai pernikahan kita."


"Sebaiknya kamu pergi dari sini sebelum aku membongkar kebusukanmu di depan orangtuaku." Tegas Mentari membuat Alex seketika terdiam menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2