Balas Dendam Atas Lukaku

Balas Dendam Atas Lukaku
Sudah mulai membaik


__ADS_3

Rumah Sakit Jiwa.


Seorang perempuan cantik mengenakan pakaian pasien nampak duduk melamun di taman belakang yang ada di rumah sakit tersebut. Kilasan masa lalunya selalu saja berputar di kepalanya. Perlakuan buruk dan juga pengkhianatan yang ia lakukan terhadap sahabatnya terus saja mengganggu wanita cantik muda itu.


Wanita cantik itu selalu menghela nafas beratnya, air matanya terus saja menetes membasahi wajahnya seiring dengan kilasan-kilasan balik tentang kejahatan dan juga pengkhianatannya di masa lalu. Sementara itu, seorang wanita paruh baya berdiri tepat di belakang wanita muda itu, ia menatap wanita muda itu dengan sendu.


"Sudah tiga bulan lebih kamu berada di sini, Lisa. Mama benar-benar berharap kamu dapat kembali seperti dulu lagi." Lirih wanita paruh baya itu yang tak lain adalah tante Monic. Sementara wanita muda itu adalah Lisa, putri satu-satunya.


Selama tiga bulan lebih Lisa berada di dalam rumah sakit jiwa itu, terkadang ia akan berteriak ketakutan, namun terkadang juga ia akan menangis sambil mengucapkan kata maaf.


"Dokter! Bagaimana kondisi kejiwaan putri saya, dok?" Tanya tante Monic kepada dokter yang menangani Lisa.


"Akhir-akhir ini kondisinya semakin membaik, bu. Jika ia terus melakukan perawatan, mungkin minggu depan dia sudah boleh pulang." Jawab dokter itu membuat senyuman di wajah tante Monic mengembang.

__ADS_1


"Syukurlah, saya sangat senang mendengarnya. Terima kasih, dok."


"Sama-sama, bu. Kalau begitu saya pergi dulu, saya harus menangani beberapa pasien lainnya."


"Iya, dok. Silahkan." Jawab tante Monic ramah.


Setelah itu dokter itu pun langsung berlalu melangkahkan kedua kakinya pergi.


"Lisa, ayo kita masuk saya." Ajaknya dengan lembut.


Lisa menoleh menatap sang mama dengan sendu. "Mama, apa aku sudah boleh pulang?" Tanya Lisa di iringi dengan helaan nafas beratnya.


"Kamu boleh pulang, tapi tidak sekarang, sayang. Kamu masih harus menjalani perawatan agar kamu kembali sembuh seperti dulu lagi."

__ADS_1


"Tapi aku sudah sembuh mah, aku ingin pulang. Aku ingin bertemu dengan Tari mah." Ucap Lisa sembari menggenggam tangan mamanya. "Aku mohon, mah. Keluarkan aku dari rumah sakit ini." Lisa memohon dengan lembut layaknya seorang manusia normal pada umumnya.


"Lisa, bukannya mama tidak mau mengeluarkanmu dari sini sekarang, tapi kondisimu masih tidak stabil, kamu masih perlu perawatan di sini, Lisa."


"Aku udah sembuh mah, udah sembuh. Aku tidak gila, aku mau pulang sekarang. Aku mau bertemu dengan Mentari, mah. Aku,,, aku mau minta maaf sama dia mah. Aku sudah melakukan kejahatan sama dia, aku,,, aku sudah bersalah sama dia mah. Aku mohon, keluarkan aku dari sini sekarang." Ucap Lisa setengah berteriak. Bahkan air matanya pun sudah terjatuh membasahi wajah cantiknya itu.


"Lisa.... "


"Mama, aku mohon. Keluarkan aku dari sini. Aku ingin bertemu dengan Tari, mah. Aku mohon.... " Ucap Lisa menyela ucapan sang mama. Dia benar-benar merasa sudah membaik, dia ingin keluar dari rumah sakit itu. Dia ingin bertemu dengan Mentari, dan meminta maaf atas apa yang sudah ia lakukan dulu.


"Maaah, aku mohon keluarkan aku dari sini, aku,,, aku sudah tidak betah berada di sini lagi. Aku ingin pulang, mah." Lisa kembali memohon kepada sang mama, membuat sang mama tidak tega jika ia harus menolak permintaan putrinya itu.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2