Balas Dendam Atas Lukaku

Balas Dendam Atas Lukaku
Extra part01


__ADS_3

Sembilan bulan kemudian.


Baby twins terlihat semakin menggemaskan, apalagi saat ini usianya sudah menginjak sembilan bulan, membuat mama dan papanya gemas karena ada saja tingkah laku baby twins itu.


Hari ini adalah hari minggu, si raja bucin itu tentunya menghabiskan waktu bersama keluarga kecilnya di rumah. Baby Al sedang tertidur pulas, sementara baby Alice sedang bermain bersama Mentari.


Jhon tersenyum ketika melihat putrinya mengangkat tangan memintanya untuk di gendong, dengan segera, Jhon pun menggendong putri lucunya itu.


"Putri kesayangan papa semakin pintar ya." Ucap Jhon sambil mengangkat putrinya ke atas. Sementara sang putri terlihat tertawa bahagia.


"Sayang, kita gak jalan-jalan keluar?" Tanya Mentari sambil menatap suaminya dengan senyuman yang mengembang dari sudut bibirnya.


"Minggu depan ya, sayang. Hari ini aku ingin menikmati waktu kita tanpa ada orang yang mengganggu." Jawab Jhon sambil menatap istrinya penuh cinta.


Mentari tersenyum sambil menganggukkan kepalanya, kemudian ia berkata dengan nada suaranya yang selalu lembut dan halus. "Baiklah, sayang. Terserah kamu saja."


"Abbuaaah,,," Suara imut baby Alice membuat Jhon tertawa. Ia tahu betul apa yang di maskud dengan kata Abbuah yang keluar dari mulut baby Alice.


"Haus ya, sayang. Mau buaaah?" Tanya Jhon sambil mencium gemas pipi tumbem putrinya.


Baby Alice tertawa, kini tatapannya beralih pada sang mama yang sedang duduk di atas karpet merah sambil mengulurkan tangannya.


"Alice mau buaah, ya? Sini sayang." Ucap Mentari semakin membuat baby Alice kegirangan.


Jhon pun langsung duduk di hadapan sang istri, ia menyerahkan baby Alice kepada istrinya. "Baby, Alice abbuah mulu, papanya gak di kasih-kasih sama mama hmm." Ucap Jhon sambil mencubit pelan hidung mancung putrinya itu.

__ADS_1


Mentari hanya menggelengkan kepalanya pelan, sudah biasa suaminya bersikap seperti itu, toh yang di ucapkan suaminya itu memang benar adanya. Lagian dua gunung kembar itu di miliki oleh baby Al dan juga baby Alice, jadi wajar saja si raja bucin itu tidak kebagian.


"Mumpung baby Al bobo, papa juga mau abbuah yang kiri ya." Ucap Jhon yang mendapat pelototan tajam dari istri tercintanya.


"Sayang, mau nanti malam gak aku kasih jatah hmmm." Seru Mentari membuat si raja bucin itu langsung berhenti.


"Sayang, kamu tega membiarkan suamimu ini tersiksa?" Ucap Jhon dengan wajah yang memelas.


"Makannya kamu tahan dong, sayang." Ucap Mentari sambil memberikan asi pada putrinya itu.


Jhon nampak menghela nafasnya pasrah, ia hanya dapat melihat baby Alice menghisap gundukkan yang membuatnya panas dingin.


"Aaaaw.... " Ringis Mentari membuat Jhon panik.


"Baby Alice gigit buahnya, sakit." Jawab Mentari sambil menahan ngilu.


"Sayang, jangan gigit buahnya dong. Kasihan mama jadi kesakitan." Ucap Jhon sambil mengelus pucuk kepala putrinya yang masih asik menghisap gunung kembar sang mama.


"Sayang, kenapa dia menggigitmu?" Tanya Jhon kepada Mentari.


"Giginya mau tumbuh sayang, makannya dia gigit aku." Jawab Mentari sambil mengelus pipi tembem putrinya.


"Apakah dia sering menggigitmu, sayang?"


"Mmm tidak sayang, ini yang ketiga kalinya dia menggigit." Jawab Mentari sambil memperlihatkan senyuman manis di bibirnya.

__ADS_1


Jhon mengecup kening sang istri mesra, ia juga mengelus lembut wajah cantik sang istri. "Apakah sangat menyakitkan sayang?" Tanyanya terlihat khawatir.


"Tidak, sayang. Mungkin rasanya seperti di gigit semut saja." Jawab Mentari, tentunya berbohong, karena yang ia rasakan sangatlah menyakitkan, apalagi saat kemarin, bukan hanya di gigit saja, tetapi baby Alice menariknya dengan kuat. Dapat di bayangkan rasanya seperti apa bukan?


"Sayang, kenapa tidak ganti saja pakai susu formula? Biar kamu.... "


"Tidak, sayang. Aku ingin menyusui mereka. Lagian asi ku sangat banyak, jadi untuk apa ganti susu formula, sementara aku masih bisa memberikannya asi?" Sela Mentari sambil menatap suaminya. Menyusui adalah hal yang paling ia tunggu selama masa kehamilannya, Mentari tidak ingin memberikan susu formula untuk baby twinsnya itu.


Jhon nampak menghela nafasnya pelan, ia tentunya akan menuruti apapun yang istri tercintanya inginkan, namun saat ia melihat sang istri meringis seperti tadi, rasanya ia sangat tidak tega. Dirinya saja selalu memainkan gundukkan itu dengan lembut, ia tidak pernah mengigitnya meskipun ia merasa sangat gemas. Astaga, Jhon otaknya mulai deh.


"Baiklah, terserah kamu saja, sayang." Seru Jhon yang mendapat senyuman manis dari sang istri.


"Sayang, kamu laper tidak? Biar aku buatkan makanan untukmu." Ucap Jhon selalu lembut seperti biasanya. Tak lupa tangannya mengelus pucuk kepala sang istri penuh kasih sayang.


"Aku masih kenyang, sayang. Lagian kamu tidak perlu masak untukku, bukankah si bibi ada?"


"NO, sayang. Mumpung hari ini, hari libur, aku ingin masakin istriku tercinta ini. Jadi si bibi biarkan saja dia masak untuknya sendiri dan pelayan lainnya. Mengerti." Ucap Jhon kembali mendaratkan kecupan hangatnya di kening sang istri. "Nanti kalau kamu lapar, bilang sama aku ya, sayang." Ucapnya kembali yang mendapat anggukkan kepala dari istri tercintanya itu.


Para pelayan yang menyaksikan keromantisan majikannya itu pun merasa sangat bahagia, Jhon adalah contoh suami yang sangat baik dan juga sangat pengertian terhadap istrinya. Bahkan tak jarang setiap pulang Jhon selalu membawakan makanan favorit istri tercintanya itu. Bahkan Jhon juga sangat jarang sekali lembur, Jhon lebih memilih mengerjakan pekerjaannya di rumah setelah sang istri dan baby twinsnya tertidur.


Note. Kata abbuah ini terinspirasi dari babyku, babyku kalau minta ne te, pasti bilangnya abbuah.😂😂😂


Ada yang kangen sama babang bucin gak nih???


__ADS_1


__ADS_2