Balas Dendam Atas Lukaku

Balas Dendam Atas Lukaku
Ingin memangsanya


__ADS_3

"Sayang, STOP! aku mau berbicara sama kamu." Seru Mentari sambil menarik tangan suaminya keluar.


"Mau bicara apa, sayang?" Tanya Jhon sambil menatap lekat wajah cantik sang istri. Sementara tangannya kembali masuk ke dalam pakaian istrinya dan memainkan sesuatu yang kenyal membuat sang istri merasa tidak nyaman.


"Sayang, tanganmu kenapa tidak bisa diam sih? Aku mau bicara loh sama kamu." Kesal Mentari sembari mencubir pelan perut suaminya.


"Sayang, kalau mau bicara, bicara saja, jangan perdulikan tanganku, ok." Ucap Jhon tanpa mau menyingkirkan tangannya dari benda kenyal milik sang istri. Rasanya ia sangat nyaman memainkan benda kenyal itu, benda kenyal itu terasa halus dan lembut. Rasanya ia ingin menikmatinya saat itu juga.


"Sayang, bagaimana aku bisa bicara kalau tanganmu terus memainkan milikku?" Seru Mentari sambil menghentikan gerakkan tangan suaminya.


"Tapi aku ingin memainkannya, sayang. Rasanya sangat nyaman sekali." Bisik Jhon yang mendapat sentilan keras di keningnya. "Aaw... Sayang kenapa kamu malah menyentilku?" Ucap Jhon sembari mengeluarkan tangannya dari balik pakaian yang di kenakan oleh istrinya itu.


"Biar tanganmu tidak nakal, sayang." Jawab Mentari sambil memperlihatkan senyumannya yang manis.


"Tapi sakit, sayang. Berikan aku ciuman di sini biar sakitnya hilang." Ucap Jhon sambil mendekatkan wajahnya dengan sang wajah sang istri.

__ADS_1


Mentari terkekeh pelan, kelakuan suaminya itu sama persis dengan seorang bocah yang manja. Tapi, Mentari sangat menyukainya.


Mentari langsung mendaratkan kecupan hangatnya di kening sang suami. "Sudah, ya. Apa masih sakit, sayang?" Tanya Mentari sembari mengusap kening suaminya.


"Sudah tidak sayang, berkat kecupanmu." Jawab Jhon kembali membawa sang istri ke dalam pelukannya.


"Oh, iya kamu mau bicara apa tadi?" Tanya Jhon tanpa melepaskan pelukannya.


"Tante Monic bilang, Lisa ingin bertemu denganku. Lisa ingin membicarakan sesuatu sama aku. Apakah kamu mengizinkan aku untuk menemuinya? Kalau tidak, aku tidak akan pergi menemuinya." Ucap Mentari sambil mengelus dada bidang milik suaminya. Sepertinya Mentari ini tidak tahu jika setiap sentuhan dirinya, akan membangkitkan benda pusaka milik suaminya itu.


"Emm di cafe yang dulu sering aku datengin sama dia." Jawab Mentari sambil mendongak menatap suaminya.


"Bagaimana! Apakah kamu mengizinkan aku?" Tanya Mentari lembut.


Jhon menarik nafasnya dalam, lalu membuangnya secara perlahan, kemudian ia berkata. "Baiklah, aku akan mengizinkanmu pergi, tetapi aku akan ikut bersamamu, bagaimana?" Ucap Jhon dengan nada suara yang sedikit berubah berat.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan mendengarkanmu." Jawab Mentari sambik menyunggingkan senyumannya yang manis. Mentari kembali menelusupkan wajahnya di dada bidang suaminya. Tangannya kembali mengelus dada bidang itu, membuat Jhon tidak dapat menahan benda pusakanya yang kini sudah berdiri dengan tegak, dan Mentari pun dapat merasakannya, karena posisinya dia duduk di pangkuan sang suami.


"Sayang, apa ini?" Tanya Mentari pura-pura tidak tahu, membuat Jhon gemas ingin memangsanya saat itu juga.


"Pura-pura tidak tahu hmmm." Jhon menggigit kecil cuping telinga sang istri. "Ini semua karena kamu, sayang. Jadi kamu harus bertanggung jawab sekarang." Bisiknya membuat wajah Mentari memanas seketika. Tubuhnya mulai tidak nyaman, ia berniat untuk kabur terkaman singa yang sedang kelaparan akibat ulahnya itu.


"Mau kemana, sayang? Apakah kamu berpikir bisa lepas dariku setelah kamu membangkitkan benda pusakaku?" Bisik Jhon sembari menarik tubuh Mentari membuat Mentari kembali terjatuh di pangkuannya.


"Sayang...."


Jhon langsung membungkam mulut sang istri dengan bibirnya, ia sama sekali tidak membiarkan istrinya itu kembali mengeluarkan suaranya.


Si Raja bucin apakah akan berhasil memangsa istrinya??? Minum dulu sayang, biar ada tenaga buat anu.


__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2