
Praaaang...
Alex melempar gelas kaca yang di genggamnya ke dasar lantai, keadaan rumah itu kembali menjadi berantakan seperti saat dirinya mengamuk ketika mendapat surat gugatan dari istrinya, Mentari.
Para pelayan mulai menjauh dari majikannya, mereka sama sekali tidak ada yang berani menegurnya, amarah Alex jauh lebih menakutkan dari sebelumnya.
"Argh, sialan..... " Alex mengerang dengan penuh amarah ketika ia kembali mengingat ucapan papa mertuanya tadi sore.
FlashBack On.
Setelah pulang dari rumahnya, Alex langsung melajukan kendaraanya menuju rumah mertuanya. Ia berharap akan bertemu dengan Mentari, namun siapa sangka ia malah bertemu dengan papa Mentari yang terlihat tidak menyukai kedatangannya.
Alex berusaha untuk tetap bersikap seperti biasanya, ia berpikir jika Mentari mungkin saja belum memberitahu mertuanya tentang perselingkuhan dirinya dan juga gugatan cerai itu.
__ADS_1
"Selamat sore, pah." Alex tersenyum sambil mengulurkan tangan kanannya untuk memberi salam kepada papa mertuanya itu.
"Untuk apa kamu datang kemari, Alex? Apa kamu belum puas menyakiti putriku hah!" Seru pak Geri sambil menatap Alex dengan tajam, bahkan uluran tangan Alex pun ia tak menghiraukannya.
Alex seketika menarik kembali tangan kanannya, wajahnya terlihat mulai berubah, bahkan ia tidak berani menatap dua bola mata papa mertuanya itu. "Maksud papa, apa? Aku tidak mengerti." Ucap Alex membuat pak Geri berdecih kesal.
"Jangan pura-pura bodoh, Alex. Mentari sudah menceritakan semuanya. Kamu berselingkuh dengan Lisa, dan juga Mentari sudah menggugat cerai kamu. Saya tidak menyangka jika kamu adalah seorang laki-laki bajingan, saya sangat menyesal karena sudah merestui pernikahan kalian dulu. Andai saja waktu bisa saya putar, saya pasti tidak akan sudi memiliki menantu pengkhianat sepertimu, Alex." Pak Geri menarik nafasnya dalam-dalam, lalu membuangnya secara perlahan.
"Sebaiknya kamu pergi dari sini, dan jangan muncul lagi di hadapan putriku." Tegas pak Geri dengan tatapan mata yang masih begitu tajam.
"Menyesal kamu bilang? Apa kamu akan menyesali perbuatanmu dan mengakuinya apabila Mentari tidak pernah mengetahui perselingkuhanmu dengan perempuan itu hah! Tentunya kamu tidak akan pernah mau mengakuinya, bukan?" Pak Geri berjalan menuju sofanya, ia duduk dengan tatapan mata yang masih mengarah kepada Alex.
"Alex, sampai kapan pun saya tidak akan pernah memaafkan orang yang sudah menyakiti putri saya, Mentari. Jadi sebaiknya kamu pergi dari sini, dan jangan pernah muncul lagi di hadapan putriku." Serunya membuat Alex semakin frustasi.
__ADS_1
"Tapi, pah.... " ucapan Alex tercekat di tenggorokkan ketika pak Geri kembali membuka mulutnya.
"Pergi, dan jangan panggil saya dengan sebutan papa lagi, karena sebentar lagi kamu bukan menantu saya lagi dan saya tidak pernah memiliki menantu bajingan seperti dirimu." Ucap pak Geri dengan nada suaranya yang terdengar begitu dingin.
Alex hanya bisa pasrah, ia pun segera bergegas meninggalkan kediaman mertuanya dengan hati yang di liputi amarah sekaligus penyesalannya karena sudah mengkhianati Mentari. "Aku tidak akan menyerah, aku pasti bisa membuat Mentari mau memaafkan semua kesalahanku." Batin Alex sambil mempercepat langkah kakinya.
FlashBack Of.
Alex mengusap wajahnya kasar, bayangan istrinya selalu menghantui kepalanya. "Mentari, maafkan aku." Lirihnya sambil menatap photo pernikahannya dengan nanar. "Mentari, apa yang harus aku lakukan agar kamu mau memaafkan aku? Aku sungguh-sunguh sangat menyesal, tolong maafkan aku, Mentari. Maafkan aku." Ucapnya penuh penyesalan.
Alex benar-benar sangat menyesal sekarang, namun percuma saja dia menyesal sekarang, karena semuanya sudah terlambat, Mentari tidak akan pernah memaafkan dirinya meskipun ia bersujud di bawah kaki Mentari, Mentari tetap tidak akan pernah memaafkan seorang pengkhianat.
"Aku tidak boleh menyerah, aku harus mempertahankan pernikahan ini dan juga istriku. Aku tidak boleh kehilangannya, Mentari adalah milikku selamanya akan menjadi milikku." Gumam Alex sambil mengepalkan tangannya dengan kuat.
__ADS_1
Bersambung.