Balas Dendam Atas Lukaku

Balas Dendam Atas Lukaku
Jangan ganggu aku lagi


__ADS_3

"Alex." Ucap Mentari begitu terkejut ketika melihat laki-laki yang selalu ia hindari selama ini, tiba-tiba saja muncul di hadapannya.


"Aku sangat merindukanmu, Tari. Kenapa kamu selalu menghindariku? Aku sungguh-sunguh ingin meminta maaf kepadamu, aku sudah mengakui semua kesahalanku padamu, Tari. Aku mohon maafkan aku, Tari." Alex terus menggenggam erat tangan Mentari membuat Mentari merasa tidak nyaman.


"Lepaskan tanganku, Alex." Pinta Mentari terdengar begitu dingin. Bahkan tatapan matanya sangat tajam seperti orang asing.


"Tidak Mentari, aku tidak akan melepaskanmu sebelum kamu mau memaafkan aku." Ucap Alex semakin erat menggenggam tangan mantan istrinya itu. "Aku mohon maafkan aku, Mentari. Beri aku kesempatan untuk memperbaiki semua kesalahanku terhadapmu. Aku mohon, Tari." Ucapnya kembali. Sangat terlihat jelas bahwa Alex benar-benar telah menyesali perbuatannya itu.


Akan tetapi, meskipun ia sudah menyesali perbuatannya, Mentari tetap tidak akan memberinya kesempatan kedua. Bagi Mentari tidak ada kesempatan bagi seorang pengkhianat seperti mantan suaminya itu.


"Baiklah, aku akan memaafkan semua kesalahanmu, jadi tolong lepaskam tanganku sekarang." Jawab Mentari dengan tegas.


Senyuman Alex mulai tergambar di wajahnya, perlahan ia pun mulai melepaskan genggaman tangan mantan istrinya itu. "Benarkah yang di ucapkan olehmu barusan? Kamu benar-benar sudah memaafkanku, Tari?"

__ADS_1


"Ya. Aku sudah memaafkanmu, Alex."


"Terima kasih Mentari, aku benar-benar senang mendengarnya. Itu artinya kamu mau memberiku kesempatan... "


"Jangan bermimpi! Aku memaafkanmu bukan berarti aku mau memberimu kesempatan. Jadi, aku harap kamu jalani hidupmu sendiri, cari wanita lain, dan jangan muncul lagi di hadapanku." Tegas Mentari menyela ucapan mantan suaminya itu.


"Mentari, apa yang harus aku lakukan agar kamu mau memberiku kesempatan kedua?" Tanya Alex terdengar sendu, namun tetap saja tidak berpengaruh bagi Mentari.


"Tapi, aku masih mencintaimu, Mentari. Aku tidak bisa hidup tanpa kamu. Aku mohon, berikan aku kesempatan, Tari." Seru Alex dengan tatapan yang memohon, ia berharap mantan istrinya itu mau memberikannya kesempatan kedua.


"Cinta? Jika kamu benar-benar mencintaiku, kamu tidak akan pernah mengkhianatiku. Satu hal yang harus kamu tahu Alex, saat ini aku sudah menemukan seseorang yang benar-benar tulus mencintaiku, seseorang yang bisa menjaga dan melindungiku dengan baik, dan seseorang yang sudah membuatku sadar, bahwa di dunia ini tidak semua laki-laki brengsek seperti dirimu." Ucap Mentari selalu penuh dengan penekanan membuat Alex seketika terdiam dan menatap Mentari dengan tatapan yang kosong.


"Berhenti menggangguku, jalani hidupmu dengan baik, karena semuanya tidak akan pernah bisa kembali seperti dulu lagi."

__ADS_1


Setelah mengatakan hal itu, Mentari pun langsung melangkahkan kedua kakinya Meninggalkan Alex sendirian.


"Mentari, tunggu.... Mentari dengarkan aku...." Alex berusaha untuk mengejar mantan istrinya itu, namun sayangnya


Mentari sudah masuk ke dalam mobilnya. Mentari sama sekali tidak mengindahkan panggilan mantan suaminya itu.


"Mentari...... " Alex masih berteriak memanggil nama mantan istrinya itu, namun tetap saja mantan istrinya itu sama sekali tidak menggubrisnya, bahkan mantan istrinya itu sudsh menyalakan mesin mobilnya, lalu melajukan kendaraannya.


Mentari benar-benar kesal karena ia harus bertemu lagi dengan pengkhianat itu, moodnya jadi buruk dalam waktu hitungan detik.


"Dasar brengsek! Mudah sekali dia mengatakan cinta. Heh! Dasar tidak tahu malu." Batin Mentari sambil fokus dengan setir kemudinya.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2