Balas Dendam Atas Lukaku

Balas Dendam Atas Lukaku
Saling menginginkan


__ADS_3

Jhon menurunkan sang istri ketika ia sudah berada di dalam kamar mandi. Tatapan matanya tidak lepas dari wajah istrinya yang menurutnya begitu menggoda membuat sesuatu di bawah sana kembali berdiri dengan tegak.


"Biar aku bantu buka bajumu, sayang." Bisik Jhon sembari mengelus wajah cantik sang istri.


"Emm aku bisa sendiri." Jawab Mentari terlihat malu. Ya. Meskipun Mentari sudah pernah menikah dan pernah melakukan hubungan intim dengan mantan suaminya, ia tetap saja memiliki rasa malu ketika ia berhadapan dengan Jhon suaminya sekarang.


Jhon tersenyum, ia menarik pinggang sang istri dan membawanya ke dalam pelukannya. "Jangan malu seperti itu, kita sudah menjadi suami istri sekarang, semua yang ada dalam diri kamu, adalah milikku juga." Bisik Jhon membuat bulu kuduk Mentari meremang seketika.


Mentari tidak dapat menjawab ucapan suaminya itu, toh yang di ucapkan oleh suaminya memang benar adanya, sekarang dia adalah istri si raja bucin itu, apapun yang ada dalam dirinya, semuanya milik si raja bucin itu, jadi, untuk apa dia malu?


Jhon semakin merapatkan tubuhnya dengan sang istri, keduanya saling berpandangan satu sama lain, hingga akhirnya, tanpa mereka sadari, bibir mereka sudah menyatu dan bermain dengan panas.

__ADS_1


Jhon menekan tengkuk sang istri, lidahnya berusaha untuk masuk ke dalam sana, Mentari yang mengerti pun langsung membuka mulutnya, dan membiarkan lidah sang suami mengabsen setiap inci di dalamnya. Ciuman panas di pagi hari memang sangat menggairahkan.


Jhon melepaskan pagutannya ketika oksigennya mulai terkuras habis, keduanya saling menempelkan keningnya dengan nafas yang memburu. "Aku mencintaimu, dan aku menginginkanmu sekarang." Bisik Jhon dengan nada suara yang terdengar berat menandakan bahwa dirinya sudah di selimuti oleh kabut gairahnya.


Mentari hanya terdiam, ia masih sibuk mengatur deru nafasnya yang tak beraturan itu, sementara Jhon, ia sudah bergerak melepaskan piyama yang di kenakan oleh istri tercintanya itu. Membuang piyama itu sembarangan, menyisakan dua kain kecil yang hanya menutupi area terlarang milik istrinya.


Jhon menelan salivanya susah payah, menatap intens tubuh sang istri membuat istrinya malu.


Jhon hanya tersenyum, kemudian ia menggendong tubuh Mentari, lalu berjalan kembali menuju tempat tidurnya.


Mentari hanya diam, ia tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, ia juga tidak bisa menolaknya, selain itu sudah menjadi tugasnya sebagai seorang istri untuk melayani suaminya, gairah dalam diri Mentari pun sudah mulai memuncak sama seperti suaminya.

__ADS_1


Perlahan Jhon membaringkan tubuh istrinya di atas tempat tidur, kemudian ia membuka dua kain kecil yang menutupi area terlarang milik istrinya itu, lalu membuangnya asal.


Jhon kembali menelan salivanya saat ia melihat tubuh polos sang istri yang terpampang jelas di depan matanya. Benda pusakanya semakin berontak memintanya agar segera di lepaskan saat itu juga.


"Sayang, apa kamu hanya akan menatapku seperti itu?" Suara lembut dan menggoda itu masuk ke dalan indera pendengarannya, tatapan mata sang istri terlihat kesal karena dirinya terlalu asik menikmati pemandangan yang indah itu.


Jhon tersenyum, ia bergerak naik ke atas tubuh Mentari, menumpukkan berat badannya pada kedua sikunya membuat sang istri terkurung di bawahnya. "Sepertinya kamu sudah tidak sabar, sayang." Bisik Jhon membuat wajah Mentari kembali memerah. Ah bagaimana mungkin ia menjadi tidak sabaran seperti ini? Apakah ia sudah terkena efek si raja bucin itu? Ah ntahlah yang jelas, saat ini Mentari memang menginginkan suaminya.


Mentari tidak menyahut, ia terlalu malu untuk mengatakan iya pada suami bucinnya itu, sementara Jhon, ia sudah bergerak menelusuri setiap inci tubuh sang istri tanpa ada yang terlewat sedikit pun.


Sentuhan-sentuhan yang di berikan oleh suaminya, membuat hasrat dalam diri Mentari semakin memuncak, apalagi ketika sang suami mulai memainkan dua gundukkan kenyal miliknya dengan begitu lembut dan penuh perasaan, membuat Mentari terasa terbang di atas awan.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2