Balas Dendam Atas Lukaku

Balas Dendam Atas Lukaku
Tidak mungkin


__ADS_3

Hari ini Lisa sedang berada di rumahnya, wajahnya nampak kusut seperti baju yang belum di setrika membuat sang mama yang baru saja pulang dari luar kota bertanya-tanya.


"Anak mama yang cantik, kenapa mukanya kusut seperti itu hmm." Tanya mama Monic sambil mengusap pucuk kepala putrinya dengan lembut.


Lisa seketika mendongak, ia tersenyum seperti biasanya, kemudian ia memeluk sang mama. "Mama, kenapa baru pulang sekarang? Apa mama tidak tahu kalau Jhonatan membatalkan pernikahan kita, mah." Ucap Lisa di iringi dengan isak tangisnya membuat mama Monic begitu terkejut.


"Di batalkan? Apa maskudmu, Lisa? Bagaimana mungkin Jhonatan membatalkan pernikahan kalian yang hanya tinggal beberapa minggu lagi?"


Lisa melepaskan pelukannya, ia mengusap air matanya kemudian berkata. "Iya, mah. Jhonatan membatalkan pernikahannya denganku gara-gara Mentari, mah."

__ADS_1


"Mentari? Apa maksudmu, Lisa? Apa hubungannya dengan Mentari? Coba kamu jelaskan sama mama sekarang." Ucap mama Monic sambil menatap putrinya itu penasaran dan juga tidak mengerti sama sekali.


"Mah, Mentari sudah menggoda, Jhon. Bahkan dia memfitnahku dan membuat Jhon membenciku, mah. Aku,, aku tidak mengerti mengapa Mentari bisa se tega itu sama aku, mah. Padahal aku ini sahabatnya, tapi, kenapa dia tega menghancurkan hubunganku dengan Jhon, mah." Lisa kembali mengeluarkan air matanya, wajahnya terlihat begitu meyedihkan, seolah-olah apa yang di ucapkannya adalah kenyataan.


Mama Monic menatap putrinya, ia mencari tahu apakah putrinya itu berbohong atau tidak, karena yang ia tahu Mentari adalah gadis yang baik, terlebih lagi, Mentari sudah memiliki seorang suami, bagaimana mungkin Mentari menggoda pria lain? Itu sangat tidak mungkin. Pikir mama Monic.


"Sayang, apakah kamu salah paham dengan Mentari? Mama rasa Mentari tidak mungkin melakukan hal yang memalukan seperti itu, apalagi kamu adalah sahabatnya, jadi tidak mungkin Mentari berbuat seperti itu, sayang." Ucap mama Monic membuat Lisa menggeram kesal karena sang mama tidak mempercayai ucapannya itu.


Mama Monic menghela nafasnya kasar, ia berusaha untuk menenangkan putrinya dengan cara mengusap lembut pucuk kepalanya. "Maafkan mama sayang, mama percaya sama kamu, kamu tenang saja, mama nanti akan berbicara dengan tante Celine tentang pernikahanmu dengan Jhon. Jadi kamu harus tenang, ya." Ucap mama Monic membuat Lisa menyunggingkan senyumannya.

__ADS_1


"Aku harus berbicara dengan Mentari, bagaimana pun juga, aku sangat yakin jika Mentari bukanlah perempuan seperti yang di ucapkan oleh Lisa barusan. Mentari tidak mungkin menggoda calon suami sahabatnya sendiri, tapi apa alasan Jhon membatalkan pernikahannya dengan putriku? Sebenarnya apa yang terjadi? Aku harus mencari tahu kebenarannya. Sekarang aku harus menenangkan putriku dulu." Batin mama Monic sambil mengusap pucuk kepala Lisa, putri satu-satunya itu.


"Hapus air matamu, dan pergilah istirahat, biarkan masalah ini mama yang urus." Mama Monic kembali berucap, tangannya masih mengelus pucuk kepala Lisa dengan lembut.


Lisa mengangguk, kini senyumannya mulai terbit dari sudut bibirnya yang sexy itu. "Tapi mama janji, mama harus membuat Jhon tidak membatalkan pernikahannya denganku. Apa pun caranya aku harus menikah dengan Jhon. Aku tidak akan menikah dengan laki-laki lain selain Jhon, mama tahu kan kalau aku begitu mencintai Jhon? Kalau aku tidak menikah dengannya lebih baik aku mati saja." Seru Lisa membuat terlihat serius.


"Jangan bicara seperti itu, sayang. Itu tidak baik."


"Aku tidak perduli, mah. Pokoknya aku tidak ingin pernikahanku dengan Jhon batal." Setelah mengucapkan hal itu, Lisa pun langsung pergi melangkahkan kedua kakinya menuju kamarnya meninggalkan sang mama yang hanya dapat menghela nafasnya dengan kasar.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2