
"Aku mengerti." Jawab Mentari dengan terpaksa. Setelah itu Mentari langsung memutuskan sambungannya secara sepihak, ia menaruh ponselnya di atas nakas. "Jika aku mengingkarinya lagi, dia pasti akan nekad datang ke rumahku. Aku tidak ingin mama dan papa salah paham, apalagi statusku masih istri orang. Sebaiknya aku berbicara langsung sama dia nanti." Ucap Mentari di iringi dengan helaan nafas beratnya.
Mentari mulai beranjak dari tempat tidurnya, kemudian ia melangkahkan kedua kakinya menuju kamar mandi.
Sementara itu, di tempat lain Jhon terlihat mendengus kesal sambil menatap layar ponselnya yang sudah mati. Padahal ia masih ingin mendengar suara wanita yang selalu mengganggu pikirannya selama ini, namun sayangnya wanita itu sudah menutup panggilannya secara sepihak.
"Selalu saja begini. Mentari, kapan kamu akan mengingatku lagi? Aku sangat merindukan saat-saat kita bersama dulu. Aku ingin mendekapmu seperti dulu lagi, Mentari." Lirih Jhon sambil menatap photo sang pujaan hatinya.
Jhon menutup kedua bola matanya, bayangan akan masa lalunya bersama Mentari mulai berputar di kepalanya membuatnya semakin merindukan gadis itu.
FlashBack On
__ADS_1
Pulau Macan, Kepulauan Seribu
Sepertinya banyak orang yang tidak tahu jika di Jakarta terdapat pulau yang begitu indah seperti pulau Bali atau bahkan Maldives.
Terletak di gugusan Kepulauan Seribu di sebelah utara ibukota, Pulau Macan jadi holiday getaway yang pas dari keramaian Jakarta. Kepulauan Seribu sebagai induk dari berbagai pulau eksotis wisata bahari selalu membuka kesempatan eksplorasi alam yang besar, salah satunya di Pulau Macan
Berada di pulau eksotis yang sepi dengan akomodasi pribadi untuk berdua, beratap langit biru dan dikelilingi laut nan jernih, seakan dunia benar-benar milik berdua. Suasananya benar-benar bukan seperti Jakarta!
Bagi para pasangan, tempat ini adalah tempat yang paling romantis, dan juga sangat menenangkan, apalagi tempat ini masih asri dan jarang di jamah oleh manusia.
Disinilah Mentari dan juga Jhon berada saat ini. Mentari terlihat sedang menikmati indahnya pulau itu, tangannya menggenggam segelas minuman favoritnya, ia benar-benar tidak menyangka jika di Jakarta ada pulau se indah ini.
__ADS_1
"Apa kamu menyukai tempat ini, sayang?" Jhon memeluk tubuh sang pujaan hati dari belakang, suaranya begitu lembut dan halus.
"Tentu! Aku sangat menyukainya. Terima kasih sudah membawaku ke tempat ini." Jawab Mentari dengan nada suara yang tak kalah lembut dari Jhon, laki-laki yang saat ini di cintainya.
"Jangan berterima kasih, sayang. Aku sudah bilang, aku akan melakukan apa pun untuk membuatmu bahagia." Jhon mengecup pipi kanan sang kekasih dengan mesra, rasa cintanya yang begitu dalam membuat dirinya selalu ingin memanjakan sang pujaan hatinya itu. "Jadi, tetaplah bersamaku dan jangan pernah meninggalkanku, mengerti." Imbuhnya dengan nada yang masih sama, halus dan lembut.
Mentari kembali mengukir senyumannya yang indah, ia tentunya merasa sangat bahagia memiliki seorang kekasih yang begitu mencintainya dan juga begitu perduli dengan kebahagiaannya. Bahkan Jhon rela melakukan apa pun untuk dirinya.
"Aku tidak mungkin meninggalkanmu, Jhon. Mungkin saja kamu yang akan meninggalkanku nanti karena perempuan lain." Ucap Mentari membuat Jhon mendengus kesal. Mana mungkin ia meninggalkan pujaan hatinya itu hanya karena perempuan lain? Apalagi ia mendapatkan Mentari itu sangatlah tidak mudah dan penuh perjuangan. Dan yang utama adalah, Jhon sangat mencintai Mentari dari pertama mereka bertemu
Bersambung.
__ADS_1