Balas Dendam Atas Lukaku

Balas Dendam Atas Lukaku
Bukan yang dulu


__ADS_3

Mentari terkekeh dengan pelan, ia menatap tidak percaya dengan apa yang di ucapkan oleh Jhon barusan. "Jangan becanda, ini sama sekali tidak lucu."


"Aku serius, baby. Asalkan kamu bahagia, aku pasti akan melakukan apa pun yang kamu inginkan." Tegas Jhon membuat senyuman di wajah cantik Mentari menghilang seketika.


"Sudahlah, lupakan saja, toh aku juga masih punya hati nurani untuk membiarkan mereka hidup. Dan kamu jangan selalu memanggilku dengan sebutan baby. Aku tidak suka mendengarnya." Ucap Mentari sambil menatap Jhon datar.


"Tapi aku akan membuatmu menyukainya dengan semua panggilanku." Jawav Jhon terdengar begitu lembut dan halus, jangan lupakan senyumannya yang manis selalu menghiasi wajahnya yang tampan.


"Ck.... Terserah kamu saja. Aku malas berdebat denganmu." Ucap Mentari membuat Jhon terkekeh dengan pelan. "Ada yang lucu?" Tanya Mentari sambil bersidekap menatap Jhon.


"Kamu sangat lucu, ternyata waktu begitu cepat dan merubah segalanya." Ucap Jhon masih dengan senyumannya yang manis semanis madu.


"Apa kamu pikir semuanya harus sama seperti dulu lagi?" Tanya Mentari membuat Jhon harus menghela nafas beratnya.

__ADS_1


"Tentu Mentari. Semuanya harus sama seperti dulu lagi, sama seperti saat kamu bersikap lembut dan manja padaku, tidak sedingin ini. Tapi aku bersumpah, aku akan membuatmu kembali seperti dulu lagi. Aku akan membuatmu kembali mencintaiku lagi. Aku akan membuatmu tinggal di sisiku lagi. Aku bersumpah Mentari, kali ini aku tidak akan pernah membiarkanmu pergi lagi." Batin Jhon sambil menatap dalam wajah Mentari.


Mentari melambaikan satu tangannya di hadapan Jhon ketika ia melihat Jhon hanya terdiam sambil menatap dirinya. "Kamu melamun? Apa kamu sedang memikirkan sesuatu?" Tanya Mentari membuat Jhon kembali ke alam sadarnya.


"Iya. Aku sedang memikirkan masa depan kita yang indah." Jawab Jhon membuat Mentari mendengus kesal.


"Berhenti becanda, sebaiknya kita makan dulu." Ucap Mentari ketika sang pelayan sudah menyajikan pesanannya.


"Makan saja makananmu, jangan terlalu banyak menggombal dan berkhayal." Ucap Mentari di iringi dengan kekehannya karena merasa lucu melihat wajah Jhon yang ntah mengapa terlihat begitu menggemaskan seperti anak kecil. "Astaga, apa yang aku pikirkan? Aku harus fokus dengan masalahku dulu, jangan pikirkan hal lain dulu, Mentari." Batin Mentari sambil menggelengkan kepalanya berusaha untuk menghilangkan pikirannya saat ini tentang Jhon.


"Kamu juga makan baby. Jangan memikirkan aku, bukankah aku ada di hadapanmu sekarang? Jika kamu sudah kembali menyukaiku, katakan saja, aku pasti akan merasa sangat bahagia." Ujar Jhon sambil menyodorkan satu sendok makanan ke hadapan Mentari.


Wajah Mentari memerah seketika, ah bagaimana mungkin Jhon bisa menebak isi kepalanya? Apakah Jhon seorang cenayang? Tidak mungkin.

__ADS_1


Mentari berusaha untuk tetap memperlubatkan wajah datarnya, ia menatap Jhon tanpa berniat untuk membuka mulutnya membuat Jhon kembali berkata. "Buka mulutmu, baby. Biar aku menyuapimu seperti dulu lagi."


"Aku bisa sendiri, jangan samakan aku yang sekarang dengan aku yang dulu. Karena itu tidak mungkin bagi aku kembali lagi seperti dulu lagi." Ucap Mentari dengan tegas.


"Tidak apa-apa, aku bisa membuatmu seperti dulu lagi." Jawab Jhon dengan rasa penuh percaya dirinya membuat Mentari mendengus kesal. "Ayo kita makan, baby. Setelah makan aku ingin mengajakmu pergi ke tempat yang pernah kita datangi dulu." Ucap Jhon dengan nada suaranya yang masih terdengar begitu halus dan lembut.


"Tidak bisa, aku harus pulang."


"Kamu ingin pulang ke tempat suamimu lagi?" Tanya Jhon terlihat tidak suka.


"Tidak! Aku menginap di rumah mamaku malam ini." Jawab Mentari membuat lengkungan di sudut bibir Jhon tergambar kembali.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2