Balas Dendam Atas Lukaku

Balas Dendam Atas Lukaku
Ternyata


__ADS_3

"Tunggu surat cerai dariku. Karena aku sudah muak melihat wajah munafikmu itu." Mentari kembali berucap dengan dingin, bahkan tatapan matanya semakin menajam, seolah-olah ia ingin memakan Alex hidup-hidup.


"Tidak, Mentari. Aku tidak akan pernah membiarkanmu pergi dari sisiku. Dan kita tidak akan pernah berpisah. Kamu hanya milikku dan selamanya akan menjadi milikku, Mentari. Kalau kamu ingin bercerai karena perselingkuhanku dengan Lisa, aku akan meninggalkan Lisa sekarang juga, asalkan kamu mau memaafkan aku dan tidak meninggalkanku, aku rela melakukan apa saja untukmu, Mentari."


"Aku mohon maafkan aku, Mentari. Berikan aku kesempatan sekali lagi agar aku bisa memperbaiki semua kesalahanku padamu. Aku mohon maafkan aku." Alex berlutut di hadapan Mentari, tangannya menggenggam erat tangan istrinya itu. Ia benar-benar berharap sang istri mau memaafkan kesalahannya.


Namun sayangnya sepertinya harapannya harus musnah saat Mentari melepaskan genggamannya dengan kasar kemudian berkata. "Seribu kali kamu meminta maaf padaku, aku tetap tidak akan pernah memaafkanmu, Alex. Hatiku sudah terlanjur sakit karena pengkhianatanmu. Bagiku kesalahanmu sama sekali tidak bisa di maafkan. Jadi, sebaiknya sekarang kamu pergi dari sini selagi aku masih bersikap baik dan tidak membongkar kelakuanmu itu."

__ADS_1


"Tidak Mentari, aku tidak akan pergi sebelum kamu menaafkanku. Aku akan terus di sini dan berlutut kepadamu..."


"Baiklah, kalau itu yang kamu inginkan. Mari kita turun ke bawah, dan aku akan memberitahukan semua kebusukkanmu di hadapan orangtuaku. Apa kamu sudah siap?" Sela Mentari dengan dingin.


Alex seketika terdiam, ia mulai bangkit dan menatap Mentari dengan sendu. "Aku akan pergi, tapi aku tidak akan pernah membiarkanmu pergi dari sisiku, sampai kapan pun aku aku tidak akan pernah bercerai denganmu." Ucap Alex dengan tekad yang kuat dsn juga keyakinannya yang begitu tinggi. Ia percaya jika Mentari akan memaafkan semua kesalahannya. Mentari hanya perlu waktu untuk menenangkan dirinya sendiri.


"Ingat, Mentari. Kita tidak akan pernah berpisah, aku tidak akan membiarkanmu pergi dari kehidupanku. Aku akan membuatmu kembali mencintaiku seperti dulu lagi, apa pun caranya, aku pasti akan mendapatkan kepercayaanmu lagi." Batin Alex sambil berjalan melangkahkan kedua kakinya keluar dari kamar Mentari.

__ADS_1


Setelah kepergian Alex, Mentari pun langsung memungut bingkai photo yang tadi Alex lemparkan ke lantai, Mentari tersenyum kecut, pikirannya mulai melayang ntah kemana. "Ternyata kita memang pernah bersama, dan sekarang aku tahu kenapa Lisa tidak pernah memberitahukanku tentang dirimu, ternyata dia begitu menginginkanmu."


"Lisa, jika kamu menginginkan laki-laki ini, maka aku akan membuatmu tidak akan pernah bisa mendapatkannya, aku ingin lihat seberapa besar cintamu terhadap Jhon, dan aku ingin tahu seberapa menderitanya kamu saat laki-laki yang kamu cintai itu hidup bersama perempuan lain." Ucap Mentari dengan seringai liciknya. Mentari kembali menaruh bingkai photo itu ke tempatnya, kemudian ia mulai menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur.


Mentari mulai memejamkan kedua bola matanya secara perlahan, ia ingin pergi ke dalam mimpinya yang indah, namun tak se indah kisah cintanya.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2