Balas Dendam Atas Lukaku

Balas Dendam Atas Lukaku
Aku tidak akan menyerah


__ADS_3

Setelah sidang pertama selesai, Alex segera menghampiri Mentari, ia bermaksud untuk membujuk dan kembali meminta maaf kepada calon mantan istrinya itu.


"Mentari, aku ingin berbicara sama kamu." Ucap Alex sambil mencekal lengan Mentari membuat Mentari kesal.


"Apalagi yang ingin kamu bicarakan dengan anak saya, Alex?" Mama Natalia menatap Alex tidak suka.


"Mah izinkan aku berbicara sebentar dengan istriku, mah." Mohon Alex dengan penuh harap.


"Tidak bisa, Alex...." Ucapan mama Natalia tercekat di tenggorokkan saat putrinya meraih tangannya dan berkata.


"Tidak apa-apa, mah. Biarkan aku bicara sebentar dengannya. Mama tunggu saja di mobil." Ucap Mentari dengan lembut sambil tersenyum manis.


"Baiklah, kalau begitu mama pergi dulu sayang." Jawab sang mama di iringi dengan helaan nafasnya yang kasar. Mentari tersenyum sambil menganggukkan kepalanya pelan, lalu setelah itu Mam Natalia pun langsung pergi melangkahkan kedua kakinya meninggalkan putrinya bersama Alex berduaan.


"Apa yang ingin kamu bicarakan, Alex?" Tanya Mentari setelah kepergian sang mama.

__ADS_1


"Mentari, apa kamu tidak bisa memaafkanku dan memberiku kesempatan kedua? Aku sangat menyesal karena sudah mengkhianatimu, Mentari. Dan aku mohon, berikan aku kesempatan untuk memperbaiki semua kesalahanku terhadapmu. Aku berjanji, aku tidak akan pernah mengulangi kesalahanku lagi, Mentari." Ucap Alex terlihat benar-benar menyesali perbuatannya.


"Sayangnya, aku tidak bisa memaafkanmu, Alex. Hatiku sudah terlanjur sakit dan aku tidak bisa memberimu kesempatan untuk memperbaiki semua kesalahan yang sudah kamu lakukan terhadapku. Jadi, sampai jumpa di persidangan selanjutnya." Jawab Mentari dengan nadanya yang dingin, se dingin es.


"Aku mohon, Mentari. Maafkan aku, aku bersumpah tidak akan mengulanginya lagi."


"Semuanya sudah terlambat, Alex."


"Mentari.... "


Alex hanya dapat menatap kepergian Mentari dengan sendu, sepertinya ia sudah tidak ada lagi harapan untuk tetap mempertahankan istrinya itu. "Mentari, apa yang harus aku lakukan untuk membuatmu tetap tinggal bersamaku?" Lirih Alex sambil menatap kepergian calon mantan istrinya tersebut.


"Apa yang harus aku lakukan, Mentari? Aku benar-benar sangat menyesal sudah mengkhianati cinta kita. Aku sungguh sangat menyesal." Ucap Alex dalam hatinya.


"Sudahlah, Alex. Lepaskan saja dia. Masih banyak perempuan lain yang jauh lebih baik dari dia." Ucap bu Widia sembari menghampiri putranya itu.

__ADS_1


"Tapi hanya dia perempuan yang aku cintai, mah. Aku tidak ingin kehilangannya, mah." Jawab Alex tanpa menatap sang mama.


"Alex, dia hanya perempuan keras kepala, dia tidak pantas untuk menjadi istrimu lagi. Yang terpenting sekarang adalah, bagaimana caranya agar papamu mau memaafkanmu, Alex." Tegas bu Widia sambil menatap putranya itu.


"Mah, kenapa mama bicara seperti itu? Mama tahu kalau aku sangat mencintainya, mah. Dan papa tidak akan pernah memaafkanku sebelum Mentari memaafkan kesalahanku, mah. Jadi, mama harus membantuku lagi untuk mendapatkan Mentari kembali." Seru Alex sambil menatap sang mama.


"Alex, Mentari itu sangat keras kepala, mama tidak bisa berbicara lagi dengannya. Jadi lupakan saja dia, biarkan dia pergi dari hidupmu, mama sangat yakin suatu saat nanti, kamu pasti akan mendapatkan perempuan yang jauh lebih baik dari dia."


"Tapi, mah...."


"Sudahlah, Alex. Lebih baik sekarang kita pulang ke rumah. Mama tidak ingin berdebat denganmu di sini." Ucap sang mama menyela ucapan Alex.


Bu Widia segera melangkahkan kedua kakinya menuju mobil, sementara Alex terlihat sedang menghela nafasnya dengan kasar. "Tapi, aku tidak akan menyerah, mah. Aku akan berusaha untuk mendapatkan Mentari kembali. Apa pun caranya, aku harus membuat Mentari menjadi milikku lagi." Tekad Alex dengan tangan terkepal kuat. Alex tidak akan pernah menyerah meskipun Mentari sudah membencinya, ia tetap akan mencari cara agar Mentari mau memaafkan dirinya.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2