Balas Dendam Atas Lukaku

Balas Dendam Atas Lukaku
Suami idaman


__ADS_3

Setelah menyelesaikan masakannya, Jhon pun segeemra menghidangkan makanan itu di atas meja makan. Masakan itu terlihat begitu menggoda dan sepertinya sangat lezat, membuat Mentari tidak sabar ingin segera mencicipinya.


"Wah, masakanmu terlihat sangat lezat, sayang." Seru Mentari dengan mata berbinar saat melihat makanan yang sudah tertata rapi di atas meja makan.


Jhon tersenyum, lalu ia menuangkan segelas air putih untuk istri tercintanya. Setelah itu ia duduk di samping sang istri.


"Makanlah, sayang. Biar kamu bisa merasakan seberapa lezatnya masakanku ini." Ucap Jhon sembari menyodorkan satu sendok makanan ke hadapan istri tercintanya.


Mentari tersenyum sambil mengangguk penuh semangat, lalu ia pun segera membuka mulutnya menerima suapan dari suami bucinnya itu.


"Bagaimana, sayang? Apakah enak?" Tanya Jhon terlihat gelisah, takut jika masakannya tidak sesuai dengan selera istri kesayangannya.


Mentari terdiam, sambil merasakan kelezatan masakan suaminya itu, Jhin yang melihat sang istri hanya terdiam pun kembali membuka mulutnya.

__ADS_1


"Sayang, apakah masakanku tidak enak? Kalau tidak enak, biar aku masakin lagi yang baru untukmu, ok." Ucap Jhon terlihat khawatir, takut masakannya benar-benar enak seperti yang ia harapkan. Apalagi saat sang istri hanya terdiam tanpa menjawab ucapannya.


"Sayang.... "


"Ini benar-benar lezat, sayang. Kenapa aku tidak tahu kalau kamu pandai memasak?" Sela Mentari dengan kedua bola mata yang berbinar menandakan bahwa masakan suaminya itu benar-benar lezat dan nikmat.


Jhon bernafas lega, kini rasa khawatirnya hilang di gantikan oleh rasa bahagianya karena dapat membuatkan sang istri makanan yang lezat, sesuai dengan harapannya.


"Karena selama aku tinggal di luar negeri, aku belajar masak sendiri. Dulu aku selalu berharap dapat membuatkanmu makanan yang sangat lezat setelah kita menikah." Jhon menggenggam lembut tangan istrinya, raut wajahnya terlihat sangat jelas bahwa dirinya sangat amat bahagia.


"Terima kasih, sayang. Aku benar-benar sangat beruntung memiliki suami sepertimu, kamu benar-benar suami terbaikku." Ucap Mentari sambil memperlihatkan senyuman bahagianya.


"Aku yang beruntung karena memiliki istri berhati malaikat sepertimu, sayang. Aku tidak tahu jika Tuhan tidak mempertemukan kita kembali, apakah aku masih bisa hidup seperti ini, atau justru sebaliknya."

__ADS_1


Jhon menghela nafasnya, ia menatap sang istri penuh cinta, kemudian ia kembali berkata dengan nada suaranya yang selalu lembut dan penuh perhatian. "Yasudah sekarang kamu habiskan dulu makananmu, karena aku tidak dapat menahan diriku terlalu lama. Aku sudah tidak sabar untuk memakanmu, sayang." Jhon membisikkan tujuh kata di belakangnya membuat wajah cantik Mentari memerah seperti tomat.


"Ish, mesum." Bisik Mentari membuat Jhon terkekeh dengan pelan.


Jhon kembali menyuapi istri tercintanya, ia pun juga ikut makan, karena malam ini ia harus memiliki tenaga yang cukup, untuk memangsa istri tercintanya. Tapi, kali ini ia harus benar-benar bermain dengan sangat lembut, lebih lembut dari sebelumnya, karena saat ini sang istri sedang berbadan dua. Ia tidak boleh membahayakan bayi yang ada dalam kandungan istri tercintanya itu.


Pasangan romantis itu benar-benar membuat semua orang iri, khususnya para jomblo yang sedang membaca kisah mereka saat ini. Sabar ya jomblo.


Dua pelayan yang menyaksikan keromantisan majikannya itu pun senyam senyum sendirian, mereka jadi membayangkan, jika suatu saat nanti, mereka memiliki suami seperti si raja bucin itu. Pasti hidup mereka akan sangat amat bahagia seperti Mentari.


Ini istri si raja bucin ya sayang.


__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2