
Kediaman Alfarizzy
Jhon sudah tiba di kediaman orangtuanya, ia berjalan dengan langkah kaki yang cepat memasuki pintu utama yang sudah di buka oleh si bibi. "Selamat datang, mas Jhon." Sambut si bibi sedikit membungkukkan tubuhnya, memberi hormat kepada anak majikannya itu.
Jhon hanya menganggukkan kepalanya pelan, lalu setelah itu, ia pun kembali melangkahkan kedua kakinya menuju anak tangga.
"Baru pulang, Jhon?" Tanya mama Celine sambil berjalan menghampiri putra semata wayangnya itu.
Jhon seketika menghentikan langkah kakinya, ia tersenyum sambil menganggukkan kepalanya pelan. "Iya, mah." Jawabnya lembut dan halus.
"Yasudah, kamu bersihkan dulu dirimu, nanti mama ingin bicara sama kamu." Ucap sang mama sambil mengelus pundak putranya itu.
"Bicara apa mah? Apakah sangat penting sekali?" Tanya Jhon sangat penasaran.
"Iya, Jhon. Ini sangat penting sekali." Ucap sang mama terlihat begitu serius membuat Jhon semakin penasaran.
__ADS_1
"Tentang apa, mah? Tidak biasanya mama seperti ini?" Tanya Jhon sambil melepaskan jas yang sedari tadi melekat di tubuhnya.
"Kamu bersihkan dulu dirimu, nanti kalau sudah selesai, kamu temui mama di ruang keluarga."
"Kenapa tidak sekarang saja, mah? Aku sangat penasaran." Ucap Jhon membuat sang mama harus menghela nafas beratnya.
"Kalau begitu kita duduk dulu di sofa." Mama Celine berjalan menuju sofa di ikuti oleh Jhon dari belakang.
"Tadi Lisa datang kemari, Jhon." Ucap mama Celine ketika ia sudah duduk di atas sofa.
"Dia bilang kamu membatalkan pernikahanmu dengannya karena seorang perempuan, tidak, lebih tepatnya istri orang. Apakah itu benar, Jhon?" Tanya sang mama penasaran.
Jhon menghela nafasnya panjang, ia menatap sang mama yang sedang menantikan jawaban dari dirinya. "Mah, aku membatalkan pernikahanku dengan Lisa, karena memang aku tidak menyukainya. Dari dulu sampai sekarang perempuan yang aku cintai hanya satu, yaitu Mentari." Tegas Jhon membuat sang mama mengerutkan keningnya.
"Mentari yang tadi di bicarakan oleh Lisa? Mentari sahabat Lisa yang sudah menikah itu, kan?"
__ADS_1
"Iya, mah." Jawab Jhon pelan.
"Astaga, Jhon. Apa kamu tidak ada perempuan lain lagi selain istri orang? Apalagi dia adalah sahabat tunanganmu Lisa. Apa kamu tidak memikirkan perasaannya Lisa? Mama pikir Lisa hanya membual saja, ternyata memang benar kalau kamu itu sudah di goda oleh sahabatnya Lisa. Mama tidak habis pikir.... " Ucapan mama Celine tercekat di tenggorokkan.
"Mah, jangan percaya dengan apa yang di ucapkan oleh perempuan ular itu, biar ku ceritakan yang sebenarnya." Ucap Jhon menyela ucapan sang mama.
"Baiklah, sekarang kamu ceritakan semuanya dengan jelas, jangan sampai mama salah menilai seseorang." Pinta mama Celine yang mendapat anggukkan kepala dari Jhon.
"Jadi begini mah, sebelum aku pulang, aku memang sudah meminta papa untuk membatalkan pernikahanku dengan Lisa, dan setelah pulang ke Indonesia aku tidak sengaja bertemu kembali dengan Mentari. Aku tidak tahu jika Mentari sudah menikah dengan seorang laki-laki bernama Alex. Apa mama tahu siapa Alex itu?" Jhon menatap sang mama, sementara itu mama Celine hanya menggelengkan kepalanya tidak tahu.
"Alex adalah kekasih Lisa, Lisa adalah sahabat Mentari sekaligus tunangan pilihan mama itu." Ucap Jhon membuat mama Celine begitu terkejut.
"Maksudmu, suami Mentari berselingkuh dengan Lisa tunanganmu begitu?" Tanya mama Celine terlihat tidak percaya. Jhon menganggukkan kepalanya membenarkan pertanyaan sang mama barusan. "Bagaimana mungkin Lisa perempuan seperti itu, Jhon. Dia terlihat sangat lugu dan polos. Dan mama lihat dia begitu mencintaimu, bahkan dia memohon sama mama agar membujukmu untuk tidak membatalkan pernikahan kalian berdua. Mama lihat dia sangat tulus mencintaimu, Jhon. Apa kamu tidak salah?" Tanya mama, Celine masih tidak percaya dengan apa yang di ucapkan oleh putranya itu.
Bersambung.
__ADS_1