Balas Dendam Atas Lukaku

Balas Dendam Atas Lukaku
Pemimpin baru


__ADS_3

Perusahaan GN group.


Seluruh karyawan yang bekerja di perusahaan GN sudah berkumpul di lobi. Pak Geri pun sudah berdiri tegak, di sisi kanannya ada seorang perempuan cantik yang tak lain adalah Mentari. Sementara di sisi kirinya ada seorang laki-laki yang lumayan tampan yang tak lain adalah Rega asisten kepercayaan pak Geri.


Pak Geri mulai menarik nafasnya dalam-dalam, lalu membuangnya secara perlahan, kemudian ia pun membuka suaranya.


"Ekhmm. Kalian pasti mengenal putri saya bukan? Mulai sekarang putriku akan menjadi bagian dari perusahaan ini. Dia akan menggantikan saya sebagai bos kalian, paham." Tegas pak Geri membuat seluruh karyawan itu terkejut termasuk Mentari sendiri. Bagaimana mungkin ia langsung menggantikan posisi papanya itu? Bukankah Mentari belum mampu mengelola perusahaan sebesar ini?


"Pah... "Ucapan Mentari tercekat di tenggorokkan ketika pak Geri mengangkat jari telunjuknya dan menyuruh putrinya untuk diam.


"Hormati dia sebagai mana kalian menghormatiku, mengerti." Ucap pak Geri sambil menatap tajam satu persatu karyawannya itu.


"Mengerti, pak." Jawab mereka serempak.


"Baiklah, itu saja yang ingin aku sampaikan." Ucap pak Geri dengan nada bicaranya yang selalu berwibawa.

__ADS_1


Setelah itu pak Geri pun langsung melangkahkan kakinya di susul oleh Mentari dan juga asistennya Rega.


Setelah kepergian pak Geri, seluruh karyawan mulai berbisik-bisik, mereka masih tidak percaya jika pak Geri akan menyerahkan jabatannya kepada putrinya yang belum menginjak usia 26 tahun. Bahkan putrinya itu baru memasuki perusahaan itu. Lalu bagaimana nasib perusahaan itu bila di jabat oleh putrinya? Apakah semuanya akan baik-baik saja? Itulah beberapa pertanyaan-pertanyaan para karyawan tersebut.


***


Ruangan pak Geri.


Pak Geri duduk di kursi kebesarannya, sementara Mentari duduk di kursi yang ada di depan mejanya, sementara Rega, berdiri di dekat pak Geri.


"Mentari, perusahaan ini kelak akan menjadi milikmu, tidak ada salahnya bukan jika kamu menggantikan papa saat ini. Toh suatu saat nanti kamu juga akan menjadi pemimpin perusahaan ini." Ucap pak Geri sembari menatap putri satu-satunya itu.


"Tapi, pah..."


"Mentari, meskipun kamu menjadi pemimpin perusahaan ini, papa pasti akan memantau perkembanganmu. Papa tidak akan membiarkan sesuatu yang buruk terjadi pada perusahaan ini. Kamu juga tenang saja, Rega akan menjadi asistenmu, dia akan membantumu dalam melakukan pekerjaanmu, nak." Pak Geri menarik nafasnya dalam-dalam, lalu ia membuangnya secara perlahan.

__ADS_1


"Papa percaya sama kamu, nak. Kamu pasti bisa meminpin perusahaan ini." Imbuhnya membuat Mentari seketika menghela nafas beratnya.


"Pah, sebagai pemimpin itu tanggung jawabnya sangat besar, aku,,, aku tidak mungkin sanggup, pah."


"Tapi kamu tidak ada pilihan lain, Mentari. Papa juga harus pergi ke Thailand untuk mengurus anak perusahaan papa yang ada di sana. Jadi, perusahaan ini papa serahkan sama kamu, nak." Ucap pak Geri seperti sedang menahan sesuatu dalam dirinya.


"Thailand? Kenapa aku tidak tahu jika papa memiliki perusahaan di sana?" Ujar Mentari sambil menyipitkan sebelah matanya curiga.


"Jangan menatap papa seperti itu, Mentari. Kamu jelas tidak tahu, bukannya selama beberapa bulan ini kamu sibuk mengurus perceraianmu dengan Alex?" Ucap sang papa menghilangkan rasa curiga yang ada dalam diri putrinya itu. "Sebaiknya kamu mulai memeriksa beberapa pekerjaan ini. Kamu bisa duduk di sofa dulu, karena ada beberapa email yang harus papa periksa." Ucapnya lagi sembari memberikan berkas-berkas kepada putrinya itu.


"Rega, kau bantu Mentari untuk memeriksanya." Perintah pak Geri yang mendapat anggukkan kepala dari Rega.


Mentari pun mulai memeriksa beberapa berkas-berkas itu, jika tidak ada yang ia mengerti, ia akan langsung bertanya kepada Rega. Sementara pak Geri hanya menatapnya dengan tatapan yang sangat sulit di artikan.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2