
Perusahaan J-A Group
Jhon sudah berada di dalam ruangannya. Sementara di hadapannya sang asisten tengah berdiri tegak menunggu sang bos untuk berbicara.
"Kenapa kau tidak bilang jika hari ini Mentari mulai masuk kerja?" Tanya Jhon sembari menatap sang asisten dengan satu tangan memainkan sebuah pulen.
"Maafkan saya, bos. Saya pikir anda sudah melupakannya, jadi saya tidak memberitahukan anda tentang masalah ini." Jawab Egi selalu tenang.
"Gajimu bulan ini aku potong" Tegaa Jhon membuat Egi langsung menatapnya bingung.
"Kenapa di potong, bos? Saya tidak melakukan kesalahan apa pun. Pekerjaan saya semuanya saya selesaikan dengan baik." Ucap Egi sambil mengingat-ingat apa kesalahan apa yang sudah ia perbuat kepada bosnya itu, hingga sang bos harus memotong gajinya bulan ini.
"Karena kau telah lalai dalam melaksanakan perintahku, mengerti. Dan satu lagi, kau atur pertemuanku dengan perusahaan GN group malam ini. Mengerti." Tegas Jhon dengan sorot mata yang tidak ingin di bantah membuat Egi harus menelan salivanya susah payah.
__ADS_1
"Tapi bos. Kita tidak memiliki kerja sama dengan perusahaan itu, dan... "
"Kita yang akan ajak mereka untuk kerja sama, jadi kau atur saja pertemuannya, mengerti." Sela Jhon sembari menatap kesal asistennya tersebut.
"Baiklah. Tapi sepertinya malam ini kita tidak bisa bertemu dengan mereka, bos. Karena malam ini kita akan pertemuan penting dengan klien kita yang dari Jerman." Ucap Egi membuat Jhon langsung mengerutkan keningnya bingung.
"Bukankah kamu bilang besok?"
"Lalu kau setuju begitu saja?" Tanya Jhon dengan nada kesalnya.
"Sepertinya anda lupa kalau saya sudah memberitahukan anda masalah ini kemarin sore sebelum anda pulang. Dan anda bilang terserah, bos." Ucap Egi sembari menatap bosnya yang terlihat kesal itu.
"Sudahlah, kau boleh keluar sekarang." Seru Jhon sambil mengibaskan tangannya menyuruh Egi agar segera keluar dari ruangannya itu.
__ADS_1
"Kalau begitu saya permisi dulu, bos." Pamit Egi sembari membungkukkan sedikit tubuhnya. Jhon hanya berdehem pelan, lalu setelah Itu, Egi pun mulai melangkahkan kakinya pergi dari ruangan bosnya.
"Apa aku sudah mulai pikun sekarang? Kenapa aku sama sekali tidak mengingat apa yang di ucapkan oleh Egi kemarin?" Jhon bertanya-tanya dalam hatinya. Jhon benar-benar tidak mengingat tentang perubahan jadwal yang di beritahukan oleh Egi kemarin. Atau mungkinkah dirinya sibuk dengan dunia halunya dan tidak menghiraukan ucapan sang asisten kemarin? Ntahlah yang jelas, Jhon sama sekali tidak mengingatnya.
"Sebaiknya aku menyelesaikan dulu pekerjaanku sekarang." Gumamnya sembari melepas jas yang menempel di tubuhnya itu. Kemudian ia letakkan di belakang kursinya. Sebelum ia memulai pekerjaannya, ia merogoh ponselnya terlebih dahulu dari balik saku celananya. Kemudian ia pun mulai mengetik pesan untuk pujaan hatinya itu.
*Selamat bekerja, sayang. Aku berharap suatu saat nanti perusahaan papamu akan bekerja sama dengan perusahaanku. Jadi akan ada alasan bagiku untuk menemuimu, dan kamu tidak ada alasan untuk menolakku. I miss you baby.*
Jhon langsung mengirimkan pesan itu kepada Mentari, lalu setelah itu ia pun menaruh ponselnya di atas meja kerjanya. "Mentari, jika malam ini aku tidak bisa menemuimu, besok malam aku pasti akan menemuimu apapun caranya. Aku tidak perduli dengan apa pun alasanmu, yang jelas aku harus bertemu denganmu. Aku sudah cukup sabar menantimu selama ini."
"Mentari, aku sangat merindukanmu." Lirih Jhon sembari menatap photo cantik Mentari yang ada di layar ponselnya. "Aku pasti bisa mendapatkanmu kembali, Mentari." Jhon mematikan layar ponselnya, ia menarik nafasnya dalam, lalu membuangnya secara perlahan. Jhon mulai melakukan pekerjaannya, ia berusaha untuk fokus meskipun pikirannya saat ini hanya ada Mentari.
Bersambung.
__ADS_1