Balas Dendam Atas Lukaku

Balas Dendam Atas Lukaku
Menyiapkan dokumen


__ADS_3

Waktu menunjukkan pukul 06.00 pagi, Mentari sudah membuka kedua bola matanya dengan perlahan, ia mulai bangkit dari tempat tidurnya dan berjalan menuju kamar mandi. Hari ini ia memutuskan untuk menyiapkan beberapa dokumen untuk ia bawa ke pengadilan Negeri. Ya. Hari ini Mentari memutuskan untuk menggugat cerai suaminya itu. Namun sebelum ia pergi ke pengadilan, ia akan memberitahukan sang mama terlebih dahulu tentang niatnya yang ingin berpisah dengan suaminya itu.


Setelah selesai membersihkan diri, Mentari keluar dari dalam kamar mandinya, ia berjalan menuju lemari pakaiannya dan mengambil satu set pakaian casual yang jarang sekali ia gunakan. Mentari mulai memakai pakaiannya, lalu setelah itu ia pergi ke meja rias dan merias dirinya dengan make up natural. Setelah selesai, Mentari pun keluar dari dalam kamarnya, ia berjalan menuruni anak tangganya satu persatu. Di lantai bawah sana, sang mama ternyata sudah duduk manis di atas kursi meja makan bersama sang papa.


Mentari menarik nafasnya dalam-dalam, sebelum ia memutuskan untuk bercerita tentang masalah pernikahannya dan juga niatnya untuk bercerai dengan suaminya itu.


"Ada apa, sayang? Apa ada yang ingin kamu katakan sama papa dan mama?" Tanya sang mama ketika Mentari sudah duduk di kursi dan menatap kedua orangtuanya secara bergantian.

__ADS_1


"Iya, mah, pah. Aku memang ingin membicarakan sesuatu dengan kalian berdua." Jawab Mentari di iringi dengan helaan nafas beratnya.


"Sepertinya sangat serius? Katakanlah sayang, apa yang ingin kamu bicarakan sama papa dan mama." Tanya sang mama sangat penasaran begitu pun juga sang papa yang terlihat sangat penasaran.


"Mama dan papa janji, jangan terkejut, ataupun marah." Ucap Mentari yang mendapat anggukkan kepala dari sang mama dan juga papanya. Mentari kembali menarik nafasnya dalam-dalam, lalu membuangnya secara perlahan, lalu setelah itu, ia pun mulai menceritakan semua masalahnya dengan Alex. Mentari menceritakannya satu persatu kepada sang mama dan juga papanya, ia menceritakannya dengan begitu detail, tidak ada yang terlewat sedikitpun.


Papa dan mamanya terlihat murka, wajah keduanya terlihat memerah menahan amarah yang ada dalam dirinya ketika mendengar ucapan Mentari barusan, apalagi saat Mentari menunjukkan bukti perselingkuhan Alex dengan Lisa, benar-benar membuat kedua orangtuanya murka.

__ADS_1


"Kurang ajar. Berani-beraninya dia menyakiti putriku. Apakah dia sudah bosan hidup." Geram pak Geri sambil mengepalkan kedua tangannya dengan kuat. "Tidak bisa di biarkan! Papa harus berbicara dengan papanya Alex, papa akan membongkar kebusukan anak brengsek itu.


"Pah, papa harus tenang, jangan terbawa emosi." Mama Natalia berusaha untuk menenangkan pak Geri, meskipun ia sendiri tidak bisa menerima kalau putrinya itu di sakiti oleh orang lain, apalagi orang itu suami dan sahabat putrinya sendiri. Benar-benar tidak habis pikir.


"Mentari, apa pun keputusanmu, mama dan papa pasti akan mendukungmu. Dan mama akan sangat bahagia jika kamu benar-benar ingin meninggalkan laki-laki brengsek seperti Alex itu. Laki-laki seperti Alex tidak pantas mendapat maafmu." Ucap mama Natalia sambil menatap putrinya dengan sedih.


"Iya, Mentari. Mama mu betul, lebih baik kamu tinggalkan Alex, karena seorang pengkhianat tidak akan pernah bisa berubah, jadi papa harap kamu tidak memaafkannya meskipun dia bersujud di bawah kakimu sendiri." Pak Geri membenarkan ucapan istrinya, ia sebagai seorang ayah sekaligus seorang pria sangat membenci pengkhianat, apalagi Alex yang notebanenya seorang suami yang seharusnya menjaga dan melindungi istrinya. Tetapi pada kenyataannya, Alex justru menyakiti istrinya dan membuat istrinya menderita.

__ADS_1


"Iya, mah, pah. Aku akan menyiapkan dokumen-dokumennya sekarang, setelah semuanya lengkap, aku akan pergi ke pengadilan Negeri langsung." Ucap Mentari dengan tekad yang kuat. Pak Geri dan mama Natalia hanya mengangguk sambil mengusap pundak Mentari memberikan kekuatan kepada putrinya Satu-satunya itu.


Bersambung.


__ADS_2